News

Menteri PUPR Serahkan 5 Ribu Sertifikat Tenaga Konstruksi

Sedikitnya 5 ribu tenaga kerja konstruksi di delapan daerah di Jawa Tengah mendapatkan sertifikat tenaga konstruksi. Secara simbolik, Menteri PUPR Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono MSc PhD didampingi Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM memindai barcode sertifikat elektronik pekerja konstruksi, di Alun-alun Purworejo, Kamis (4/4).

Hadir, Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soedjono, Kepala LPJKN Nasional Ruslan Rivai, Bupati Purworejo Agus Bastian, Direktur Jenderal (Dirjen)) Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Forkopimda Kabupaten Purworejo, dan sejumlah pejabat pusat, Provinsi dan Kabupaten.

Basuki menjelaskan total tenaga kerja konstruksi di Indonesia tercatat ada 8,3 juta sepanjang tahun 2018. Aadpun yang sudah mengantongi sertifikat baru sekitar 616 orang saja atau hanya 7,4 persen. Dari jumlah tenaga konstruksi bersertifikat ini dibagi atas 419.000 tenaga kerja terampil dan 197.000 tenaga kerja ahli.

"Dan di tahun ini, Pemerintah Pusat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) menargetkan sebanyak 512.000 orang tenaga kerja konstruksi bersertifikat atau 10 kali lipat dari rata-rata capaian tahunan program sertifikasi dari 2015-2018 sebanyak 50.000 orang," imbuh Basuki. 

Basuki menambahkan bahwa kedepan pembangunan infrstruktur masih menjadi prioritas. Hanya dengan peningkatan SDM kesejahteraan para pekerja Indonesia bisa lebih terukur dan bisa lebih dimudahkan aksesnya kepada lapangan kerja dan industri di Indonesia.

Dengan adanya sertifikat itu untuk menunjukkan bukti jika tenaga kerja itu kompeten dibidangnya. Sehingga kualitas pekerjaan yang diharapkan bisa terjamin.  Dengan sertifkasi ini, pemerintah harus memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia yang bersertifikat akan mendapatkan perkerjaan.

"Saya jamin pemegang sertifikat ini akan mendapat dan diterima bekerja di bidang kontruksi, kalau sampai ada yang ditolak laporkan kepada kami," tambahnya. 

Lebih jauh Basuki memaparkan, peningkatan daya saing dan keunggulan kompetitif pada sektor konstruksi menjadi tantangan utama pembangunan infrastruktur saat ini. Dan peran aktif dari pemangku kepentingan jasa konstruksi menjadi jawaban atas tantangan yang ada untuk mensinergikan kekuatan nasional dalam rangka pertahanan pasar nasional dan merebut pasar konstruksi regional.

"Ada banyak manfaat yang akan diperoleh oleh tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat. Diantaranya jaminan kejelasan besaran imbalan sesuai dengan standar yang ditetapkan Pemerintah. Jaminan kesehatan (asuransi) dan memberikan perlindungan hukum pada profesi. Untuk itu, program sertifikasi pekerja kontruksi terus diupayakan," tambah Basuki. 

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jawa Tengah, Danang Atmodjo menjelaskan bahwa sertifikasi tenaga kerja konstruksi diperlukan guna meningkatkan dan menstandarisasikan mutu serta pengetahuan pekerja bidang konstruksi. Kegiatan ini merupakan rangkaian uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang dimulai sejak tanggal 21 Maret 2019 hingga 4 April 2019.

Delapan wilayah yang mendapat sertifikasi yakni dari Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Adapun peserta tenaga konstruksi yang di sertifikasi merupakan tenaga terampil dengan jabatan tukang bangunan umum.

“Kepemilikan sertifikat kompetensi kerja merupakan kewajiban bagi para pekerja konstruksi sebagaimana diatur dalam UU  No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,” jelasnya.

Lebih jauh Danang menjelaskan, sertifikat yang diserahkan sudah dalam bentuk elektronik atau digital untuk memudahkan akses dan menghindari dari pemalsuan. Sertifikat tersebut bisa diakses melalui handphone, sehingga tidak perlu lagi menenteng kertas sertifikat. 

"Dengan mudah informasi pemegang sertifikat juga lengkap dalam barcode yang dapat diakses dengan aplikasi," imbuh Danang.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga melihat lomba uji ketangkasan tenaga kerja konstruksi yang diberi nama Construction warrior. Lomba ketangkasan tersebut dimenangkan oleh perwakilan tukang dari Banjarnegarasebagai juara pertama, diikuti Purworejo sebagai juara kedua dan Wonosobo pada peringkat ketiga.

Berita Terpopuler

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco
News

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco

Kamis, 19 September 2019

pemerintahan


Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44
News

Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44

Selasa, 01 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM hadir dalam peringatan HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44, Se....


Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan
News

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan

Rabu, 09 2019

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan