News

Dinperinaker Terus Budayakan Masyarakat Cinta Batik

Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Perindustrian Tenaga Kerja (Dinperinaker)  Kabupaten Purworejo untuk membudayakan Batik Purworejo di masyarakat. Selain membina para perajin batik, melatih pelaku UMKM, workshop batik, festival batik, juga melatih pelajar SMA/SMK. Agenda pelatihan membatik bagi pelajar SMA/SMK dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Purworejo pada Kamis (28/2).

Pelatihan yang sekaligus workshop itu dibuka Ny Hj Fatimah Verena Prihastyari SE selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purworejo. Turut mendampingi Kepala Dinas Perinaker Gatot Suprapto SH, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sukmo Widi Harwanto SH MM, serta Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Purworejo, Heni Sudiy

Dalam sambutannya Fatimah Verena Prihastyari mengatakan, batik telah mendapatkan ketetapan dari UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita ikut berbangga karena warisan budaya leluhur bangsa Indonesia sudah diakui oleh dunia internasional. Tentunya, warisan budaya batik ini perlu kita lestarikan dan ilmu membatik perlu kita tularkan pada generasi muda kita.

“Saya Berharap warisan budaya membatik dapat lestari, maka di sekolah-sekolah di lingkungan Kabupaten Purworejo untuk dapat diadakan kegiatan ekstrakurikuler membatik. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan terhadap produk batik Purworejo, melestarikan ilmu membatik, serta memasyarakatkan batik sebagai kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan,” tutur Fatimah.

Gatot Suprapto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-188 dan HUT Dekranas ke-39 tahun 2019 yang diisi workshop sekaligus pelatihan. Tujuannya untuk melestarikan batik yang merupakan budaya warisan leluhur, agar generasi muda dapat menghargai dan meneruskan pengetahuan atau keterampilan membatik sebagai kekayaan budaya yang adiluhung. Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan motivasi bagi generasi muda, khususnya siswa siswi SMA/SMK se-kabupaten Purworejo, tentang cara pembuatan batik. Sehingga nantinya bisa untuk mengembangkan kreasinya dalam membatik.

“Workshop ini menghadirkan narasumber praktisi dan pengajar batik dari Yogyakarta. Dalam workshop, para pelajar diberikan penjelasan tentang bagaimana proses-proses membuat batik. Kemudian dilanjutkan praktik secara langsung, mulai dari membuat pola motif, menorehkan malam dengan canting, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian,” jelasnya.

Sementara itu Heni Sudiyati mengatakan, jumlah peserta 100 pelajar dari 25 SMA/SMK yang masing-masing sekolah mengirimkan empat siswa. Dengan workshop ini diharapkan dapat memotivasi para pelajar untuk lebih mencintai batik dan bisa sebagai regenerasi ilmu membatik. Sedangkan alat-alat yang dipakai seperti kompor wajan dan canting  diberikan peserta supaya digunakan untuk latihan di sekolah dan mengajak teman-temannya ikut membatik.

Berita Terpopuler

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo
News

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo

Rabu, 06 November 2019

Hari Pahlawan tingkat Jateng dipusatkan di Purworejo


Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia
News

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia

Senin, 11 November 2019

Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Wareng Kecamatan Butu....


Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng
News

Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng

Kamis, 07 November 2019

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sholallahu â€Â&Acir....