News

Mahasiswa Diminta Lapor Jika Terjadi Masalah Pilkades

Wakil Bupati Yuli Hastuti SH meminta mahasiswa dapat turut menciptakan situasi kondusif dilingkungannya, terkait adanya kemungkinan masalah yang timbul pada Pilihan kepala desa (Pilkades). Dengan kegiatan mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, penempatannya ada yang bertepatan dengan desa yang akan melaksanakan Pilkades. Tentu mahasiswa juga harus pandai-pandai bersikap, dengan akan adanya Pilkades serentak pada 31 Januari mendatang.

“Apalagi saat-saat ini merupakan situasi yang rawan mendekati pelaksanaan Pilkades. Jika mahasiswa, menemukan permasalahan terkait Pilkades dilokasi KKN, segeralah lapor kepada aparat pemerintah. Sehingga bisa secepatnya diselesaikan dengan situasi yang tetap sejuk,” tandas Yuli Hastuti pada kegiatan penerjunan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) yang berlangsung di Pendopo Kabupaten hari ini Selasa (15/1).

Selain Wakil Bupati, juga hadir Kepala Bappeda Drs Pram Prasetyo Achmad MM, Rektor UMP Drs H Supriyono MPd, Kadin Permasdes Agus Ari Setyadi SSos yang diwakili Kabid Anas Naryadi SH MM, Camat Ngombol, Grabag, dan Butuh, serta dinas instansi terkait.

Lebih lanjut Yuli Hastuti mengharapkan, para mahasiswa dalam berKKN dapat memberikan andil dalam pengentasan kemiskinan. Dapat melalui upaya pengembangan sumberdaya manusia, pemanfaatan sumberdaya alam bahkan pengenalan terhadap berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat desa. Demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, berdaya dan mampu berperan aktif dalam proses pembangunan. “Ilmu yang diperoleh dibangku kuliah, bisa diimplementasikan pada praktek KKN yang tentu saja akan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Rektor UMP Supriyono mengatakan, KKN UMP tahun 2019 ini mengangkat tema “Aktualisasi Nilai Kearifan Lokal Berorientasi Pada Revolusi Industri 4.0.”. Melalui tema ini berbagai program kerja dalam upaya pengentasan kemiskinan dapat disusun oleh mahasiswa peserta KKN bersama masyarakat dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi desa. Ada 6 program yang dapat diterapkan antara lain rintisan pusat kegiatan belajar masyarakat, green school, pengelolaan sampah (Shodaqoh sampah), pengembangan rintisan desa vokasi, pengembangan desa inovatif berbasis kluster, dan pengembangan kawasan pertanian terpadu.

Sementara itu Kabid pengembangan kerjasama desa dan kawasan pedesaan Anas Naryadi menjelaskan, peserta KKN UMP sebanyak 360 mahasiswa dari 11 program studi yang akan diterjunkan di 18 desa. Yakni di 6 desa di wilayah Kecamatan Ngombol, 6 desa di Kecamatan Grabag, dan 6 desa di Kecamatan Butuh. “Pelaksanaan KKN selama 1 bulan yang dimulai 15 Januari sampai 15 Pebruari,” jelasnya.

Berita Terpopuler

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning
News

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning

Rabu, 22 Juli 2020

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning


Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi
News

Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi

Kamis, 16 Juli 2020

Juru Bicara Protokol Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin Sp THT KL mengungkapkan, jumla....


Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
News

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2020

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan