News

Jenazah Perempuan Hendaknya Diurusi Perempuan

Banyaknya masyarakat terutama perempuan yang mengeluhkan tentang pemulasaran jenazah perempuan menjadikan perhatian khusus bagi Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Purworejo. Pemulasaran jenazah perempuan seringnya terkendala karena tidak adanya perempuan yang mampu melakukannya. Jika perempuan ada yang bisa, pemulasaran jenazah perempuan hendaknya dilakukan perempuan, dari mulai memandikan, mensucikan, hingga mengkafani jenazah.

Hal itu diungkapkan Ketua PC Fatayat NU Purworejo Rr Nurul Komariyah SSos kepada Kiprah, hari ini Jum’at (7/9). Dikatakan selain itu juga karena desa masih mengandalkan perangkat desa (Kaum) yang biasanya laki-laki yang jumlahnya juga terbatas. Sehingga Fatayat turut berpartisipasi untuk membantu masyarakat memberikan solusinya. Yakni dengan mengerahkan seribu kader Fatayat untuk mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah khusus perempuan. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo

Dengan tujuan lanjut Nurul, memberikan bekal ilmu kepada kader-kader Fatayat se Kabupaten Purworejo tentang pemulasaran jenazah perempuan, agar mampu berperan lebih di masyarakat. “Fatayat memandang dimanapun pemulasaran jenazah, khususnya jenazah perempuan ini sangat penting. Kami ingin kader-kader Fatayat bisa hadir dan membantu pemulasaraan setiap kali ada kematian perempuan di lingkungan masing-masing,” ujar Nurul Komariyah yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purworejo.

Dijelaskan, pelatihan dilaksanakan di empat zona yakni zona 1 di wilayah Fatayat Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Bener, Loano yang dipusatkan di Aula Ponpes Alfahham Baledono dengan melibatkan 250 kader. Untuk zona 2 meliputi Kecamatan Ngombol, Purwodadi, Bagelen, Banyuurip, dilaksanakan di Madin Jazuliyah Wonosari Ngombol dengan 350 kader. Sedangkan zona 3 Kecamatan Butuh, Grabag, Kutoarjo, Bayan) pelaksanaannya di TPQ Al'Arif Kutoarjo dengan peserta 250 kader, dan untuk zona 4 wilayah Kecamatan Pituruh, Kemiri, Bruno, Bayan) 250 orang di gedung NU Kemiri.

“Dari hasil pelatihan pemulasaran jenazah tersebut, beberapa kader sudah mengimplementasikan dilingkungannya masing-masing, ketika ada kematian perempuan. Sehingga Fatayat bermanfaat bagi masyarakat. Namun tidak berarti semuanya dilakukan perempuan, tetap harus ada peran laki-laki sampai proses pemakaman,” kata Nurul.  

 

 

 

Berita Terpopuler

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco
News

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco

Kamis, 19 September 2019

pemerintahan


Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44
News

Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44

Selasa, 01 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM hadir dalam peringatan HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44, Se....


Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan
News

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan

Rabu, 09 2019

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan