Layanan Publik

Supertext Paparkan Konsep Pertanian Digital

Chief Executif Officer of Supertext, Martin Jacobson didampingi Key Account Direktor of Supertext Indra Nusyirwan melakukan paparan konsep pertanian digital yang dilakukan di Ruang Kerja Sekda Purworejo, Selasa (9/5). Paparan tersebut merupakan tindaklanjut kerjasama atau Letter of Intent (LoI) antara Pemkab Purworejo dengan Supertext di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Paparan dilakukan dihadapan Sekda Purworejo Drs Said Romadhon, Kepala Dinas Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Purworejo (DIN.PPKP) Ir Bambang Asmara Jati M Eng, dan para Mentor dari kecamatan se Kabupaten Purworejo. Hadir pula Pengurus Kadin George Iwan Marantika.

Martin Jacobson menjelaskan, Supertext menyediakan layanan yang dirancang secara khusus untuk memudahkan para petani di Purworejo untuk mengakses informasi dan layanan digital.

Layanan Supertext menyediakan komunikasi menggunakan grup chat antar petani. Hal ini membuat setiap petani dapat berkomunikasi menggunakan HP lama maupun smartphone. Grup chat dibuat berdasarkan lokasi petani, jenis komoditas pertanian yang ditanam atau kriteria yang lain.

Tujuan utama dari program itu adalah menjadikan Purworejo sebagai daerah pertama di Indonesia yang menggunakan konsep pertanian digital, untuk meningkatkan penyebaran inovasi dan membantu untuk menyebarkan informasi petani.

“Kami ingin membantu Purworejo untuk mendigitalisasi pertanian agar dapat lebih efektif dan efisien,” kata Martin.

Dikatakan, ada empat konsep yang bisa dimanfaatkan dari program ini, yakni untuk komunikasi antar petani, pusat informasi petani, pusat informasi umum Purworejo dan pusat pertanian pintar.

Konsep dari layanan Supertext adalah penggabungan antara kemampuan IT (Informasi dan Teknologi) dan SMS. Dia membandingkan, jika menggunakan WhatsApp (WA) harus menggunakan IT seperti HP androit dengan layanan data. Pesan yang dikirim WA atau SMS juga hanya ke satu orang.

Sedangkan Supertext menawarkan program yang dapat mengirim pesan menggunakan layanan data, tetapi juga tanpa menggunakan data. Pesan yang dikirim juga bisa langsung dikirim kebanyak orang.

“Kita adalah penggabungan antara WA dan SMS. Jadi bisa dibilang group chat dengan aplikasi seperti WA atau tanpa aplikasi dengan SMS. Jadi bisa langsung bekerja tanpa harus menginstal software,” imbuhnya.

Menurut data dari Dinkominfo Purworejo, lanjutnya, data jaringan 2G di Purworejo sekitar 90% sedangkan 3G baru sekitar 30%, apalagi dengan 4g yang lebih kecil lagi.

Jadi diharapkan dengan adanya program aplikasi tersebut dapat membantu para petani di blank spot area atau daerah tak terjangkau layanan seluler, agar tetap dapat menerima informasi sekitar pertanian terkini.

Sementara itu, Kepala DIN.PPKP Purworejo Bambang Asmara Jati menjelaskan, dengan hadirnya para mentor ditingkat kecamatan diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan aplikasi dasar yang diperkenalkan. Selain itu juga agar para mentor dapat lebih familiar dengan konten yang ada diaplikasi tersebut.

“Bagaimanapun, mentor merupakan yang paling dekat dengan petani. Jadi yang paling mengerti apa yang paling dibutuhkan oleh petani,” terang Bambang.

Setelah aplikasi dapat berkembang, lanjutnya, tinggal mengarah kepada bagaimana peran masing-masing pihak didalam menindaklanjuti Letter of Intent dengan Supertext lalu. Harapannya bisa memberikan masukan lebih detail bagaimana aplikasi ini bisa dimanfaatkan, baik itu dilokasi yang ada jaringan 3G maupun 2G. (Humas)

Berita Terpopuler

Tingkatkan Pelayanan, Kejari Bangun Gedung Layanan Pembayaran Denda Tilang dan Pengembalian BB
Layanan Publik

Tingkatkan Pelayanan, Kejari Bangun Gedung Layanan Pembayaran Denda Tilang dan Pengembalian BB

Jumat, 02 Agustus 2019

Bupati Agus Bastian SE MM bersama Kajari Alex Rahman SH MH disaksikan anggota Forkopimda dan tamu ke....