Seputar Aneka Ragam

Purworejo Raih Piagam Adipura Dalam Pengelolaan LH

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo, Bambang Sugito SH, ketika ditemui di kantornya, Rabu (13/6), mengungkapkan bahwa terkait pengelolaan lingkungan hidup, Pemkab Purworejo pada pemantauan (P)  II tahun 2012, berhasil meraih prestasi. Keberhasilan tersebut berkat peran serta para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat dalam memelihara kebersihan, keindahan dan pengelolaan ligkungan hidup. Purworejo masuk dalam kategori kota dengan jumlah penduduk kecil. “Purworejo merupakan satu-satunya wakil Jawa Tengah di kategori tersebut,” ungkapnya.

 

Dipaparkan oleh Bambang Sugito bahwa, penghargaan tersebut kali pertama diraih Purworejo dalam ajang pengelolaan lingkungan hidup. Pada pemantauan I tahun 2012 lalu, Purworejo menempati ranking 31 dari 35 kabupaten/kota se Jateng. Kala itu meraih skor 71, padahal bisa meraih piagam bila skornya minimal 74. Berkaca dari hasil itu, maka pada P II, skor bisa naik dan meraih “Piagam Adipura”.

Dijelaskan bahwap pada P I, titik kelemahan pada pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Jetis Kecamatan Loano. Setelah ada pembenahan, seperti dibuatkan taman, perkantoran, pagar, ternyata skornya bisa naik dan mendongkrak skor secara keseluruhan. Sementara pada P II, skor yang masih rendah ada pada kebersihan di pasar-pasar. “Karena itu kita minta peran serta para pedagang pasar, untuk menyediakan tempat sampah sendiri secara terpilah, sebelum dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS),” katanya.

Kedepan agar prestasi Purworejo semakin membaik, pihaknya juga minta dukungan dan peran serta masyarakat. Khususnya dalam menjaga drainase baik di jalan maupun di pasar-pasar, agar tetap bersih. Saat membuang sampah hendaknya pada tempat yang telah disediakan, jangan membuang sampah sembarangan. Kepada para pedaganag kaki lima, jangan berjualan dan parkir di trotoar, karena fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki.  Sampah jangan dibakar karena dapat menimbulkan pencemaran, lebih baik di kubur.

Disisi lain, pihak pemeritah kabupaten juga terus akan membenahi berbagai fasilitas. Seperti taman, menciptakan ruang terbuka hijau.  Hal itu akan semakin bagus jika sampah di TPA bisa diolah. Saat ini mesin pengolah sampah bantuan Pemprop Jateng belum diopersionalkan dan belum diserahkan ke pemkab.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....


Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang
Seputar Aneka Ragam

Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang

Sabtu, 28 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM didampingi Gus Hakim dan Gus Mahfud beserta rombongan ulama dan ....


Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta
Seputar Aneka Ragam

Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta

Rabu, 25 September 2019

Sebanyak 160 ulama dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) mengikuti kunjungan kerja penguatan kapasi....