Seputar Aneka Ragam

Tenaga Kerja Bersertifikat Memiliki Nilai Plus

Kegiatan tersebut terselenggara kerja sama antara Kementrian Pekerjaan Umum, dalam hal ini Satuan Kerja Pelaksana Pelatihan Konstruksi Wilayah Jateng-DIY, LPJK Jateng, dan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Peserta pelatihan para pelaksana pekerja lapangan yang tergabung dalam berbagai asosiasi seperti Gapensi, Gapeknas, Gapeksindo, Aspekindo dan sebagainya. Peserta mendapat materi UU Jasa Konstruksi, komunikasi di tempat kerja, pekerjaan jalan berbutir, dan pekerjaan jalan aspal. Penyampai materi instruktur Kementrian Pekerjaan Umum pusat, Ikatan Konsrtuksi dan Asesor Pelaksana Konstruksi Indonesia (IKAI), dan LPKJ Jateng.

 

Ketua penyelenggara Dr Syamsul Bahri SIP MSi  dari Satker Pelaksana Pelatihan Konstuksi Wilayah Jateng-DIY, menginformasikan bahwa di tahun 2013, kegiatan tersebut merupakan yang ke 24 kalinya. Setelah selesai menerima materi, peserta dijadwalkan mengikuti ujian kompetensi. Di Seluruh Indonesia ada 9 juta lebih tenaga kerja yang telah bersertifikat. Sementara di wilayah kerjanya, baru sekitar 900.000 tenaga kerja yang bersertifikat.

Asisten Sekda Murwanto mengungkapkan bahwa, mengungkapkan bahwa pertumbuhan tenaga kerja konstruksi meningkat dari tahun ke tahun seiring meningkatnya kapitalisasi sektor konstruksi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga awal 2013 tercatat 6,9 juta tenaga kerja konstruksi, dimana pada 2006 hanya 4,7 juta saja. Akan tetapi dari jumlah tersebut, tidak sampai 70 persen yang sudah tersertifikasi. Maka, kunci dari persoalan tersebut adalah dengan melakukan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi yang bisa menjadi alternatif untuk mendorong terwujudnya SDM konstruksi yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Salah satu isu permasalahan yang mengemuka di dunia konstruksi, lanjutnya, khususnya di Indonesia yang perlu direspon secara serius adalah mengenai rendahnya kualitas dari pekerjaan konstruksi. Hal ini ditandai dengan hasil pekerjaan konstruksi yang cepat rusak, serta munculnya beberapa kasus kecelakaan konstruksi, dan kegagalan bangunan. SDM menjadi kunci dalam hal ini, untuk mendapatkan prioritas dari para pemangku kepentingan demi penyelenggaraan konstruksi yang berkualitas dan berkesinambungan.

Pada kesempatan yang sama Ir Sujadi, menegaskan bahwa dirinya jauh-jauh datang dari Jakarta ke Purworejo sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai anggota Komisi V yang mengusulkan agar anggaran dimasukkan ke Kementrian PU. Usulan tersebut dengan pertimbangan bahwa banyak pelaksana lapangan pekerjaan khususnya bidang jalan, sulit untuk diajak mengikuti pelatihan. Mestinya, para pelaksana justru yang pro aktif untuk mengikuti pelatihan hingga memperoleh sertifikat kompetensi. Berdasar UU 9/1999 pelaksana pengadaan barang dan jasa oleh tenaga yang memiliki kompetensi.

“Saya harap para pelaksana pekerjaan dilapangan kususnya bidang jalan, agar meningkatan kemampuannya. Sehingga kedepan ada bedanya antara tenaga yang memiliki kompetensi dengan yang belum. Misalnya di Malaysia, gaji antara tenaga kerja yang bersertifikat dengan yang belum jauh berbeda. Untuk meringankan biaya penyelenggaraan, bisa dilakukan bersama-sama,” tegasnya.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....


Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang
Seputar Aneka Ragam

Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang

Sabtu, 28 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM didampingi Gus Hakim dan Gus Mahfud beserta rombongan ulama dan ....


Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta
Seputar Aneka Ragam

Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta

Rabu, 25 September 2019

Sebanyak 160 ulama dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) mengikuti kunjungan kerja penguatan kapasi....