Seputar Aneka Ragam

Desa Sidomulyo Semula Krisis Air, Kini Mampu Kelola Air Sendiri

 

Dengan keuletan dan ketelatenan, desa yang terdiri dari 1221 KK dengan 4021 jiwa itu, melakukan berbagai upaya. Dipimpin Kepala Desa Sidomulyo Marwoto, tahun 2009 mendapatkan hasil untuk memulai pembangunan sumur bor dan sumur mata air.

“Saya sangat prihatin dengan kenyataan warga selalu kekurangan air di saat musim kemarau, sehingga saya memberanikan diri untuk mencari cara meskipun banyak rintangan. Namun Alhamdulillah ada hasilnya, dan dapat dirasakan masyarakat,” tutur Marwoto saat ditemui di kantor Desa Sidomulyo, Rabu (16/9).

Bantuan diperoleh dari Pemerintah Kabupaten Purworejo dan tahun berikutnya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang ditangani Badan Geologi. Sumur mata air dari pegunungan, dialirkan ke tandon-tandon dengan pipa paralon, untuk mencukupi kebutuhan air bagi 200 kepala keluarga di 3 pedukuhan.

Sedangkan sumur bor dengan kedalaman mencapai 132 meter, dibangun di kompleks kantor desa. Sumur bor itu dimanfaatkan keluarga yang ada disekitar kantor desa. Disamping itu juga diolah menjadi air bersih siap minum, melalui alat penyulingan air bantuan dari ESDM unit Badan Geologi, yang diletakkan di aula kantor desa. “Bahkan Pak Gentong Kepala BKBPM sering datang dan langsung minum air ini,” ungkap Marwoto didampingi Sekdes Setyono Hadi SE. 

Masih Kurang
Meski demikian, ternyata ketersediaan air belum mampu mencukupi semua warga yang tersebar di 9 pedukuhan dan 22 RT itu. Bahkan pembangunan dua sumur dan penyulingan air bersih, ternyata belum mencukupi untuk kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Masih terdapat 164 KK yang belum terlayani air bersih. Juga satu pedukuhan yang terletak di dataran tinggi, belum bisa mengakses air bersih.

Dengan gerak cepat, desa mengajukan kembali proposal ke tingkat kabupaten dan pemerintah pusat. Sekitar lima tahun waktu yang dibutuhkan dari proses pembuatan proposal hingga bantuan bisa cair. “Dan Alhamdulillah sekarang mulai pelaksanaan pembangunan tower besar untuk menampung air yang dialirkan dari sumur bor, dan pipanisasi untuk 115 KK,” papar Marwoto yang menjabat Kades untuk kedua kalinya.

Sisanya yang belum mendapat bantuan pipanisasi sejumlah 49 KK akan dilakukan secara swadaya. Caranya dengan menghitung kebutuhan biaya pipanisasi 49 KK kemudian pembiayaan ditanggung 164 KK dengan pembagian besaran biaya yang sama. “Saya ingin semua warga merasa sama dan adil, tidak perlu cakar-cakaran. Rencana yang mulia ya harus diimbangi dengan hati yang mulia pula, agar masyarakat bisa menadapatkan kesejahteraan,” harap suami dari Ayem Styarti SPd MPd, karyawati Dindikbudpora Purworejo.

Dikelola BUMDes
Terkait pengelolaan air, nantinya akan ditangani Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kesemuannya diserahkan masyarakat. Sedangkan satu pedukuhan yang terletak didataran tinggi rencananya kedepan dibangun sumur dengan kedalaman 20 meter. “Hanya masih perlu pendanaan meski tidak besar, untuk dapat mewujudkannya,” tandas Marwoto yang sebelumnya tercatat sebagai PNS di Dindikbudpora.

Selama ini warga menggunakan air bersih tidak dipungut biaya. Termasuk untuk pembayaran operasional sumur bor dan penyulingan air minum, masih ditanggung kas desa. Berdasar musyawarah bersama, akan dibentuk BUMDes yang dikelola masyarakat, salah satunya mengelola operasional air bersih. Nantinya pengelolaan air bersih akan ada penggantian biaya operasional yang dikenakan kepada warga pemakai air bersih dari aliran sumur bor desa.

“Dana dari masyarakat itu nantinya kembali untuk kesejahteraan masyarakat juga. Untuk kepengurusan di BUMDes secara keseluruhan pengurus dari masyarakat, saya tidak melibatkan perangkat desa. Namun kami tetap melakukan pengawasan dan pembinaan, supaya BUMDes dapat berjalan baik. Meski tercatat desa miskin, kami berupaya untuk bisa mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Desa Sidomulyo yang memiliki luas wilayah 415 hektar terdiri sawah 53,4 hektar 91,9 hektar pekarangan, tegalan 251,1 hektar, dan selebihnya merupakan pegunungan tersebut, masih termasuk dalam daftar desa miskin dari 59 desa miskin di Kabupaten Purworejo. Mayoritas mata pencaharian penduduknya sebagai buruh, seperti buruh tani, buruh bangunan, dan buruh-buruh ditempat lain.

Sedangkan home industri diantaranya pembuatan tahu, alat parut kelapa, besek, tempe, juga jasa jahit. Untuk jasa jahit memiliki usaha yang cukup maju dengan melibatkan tenaga lima orang dengan pembuatan baju seragam sekolah, batik, berbagai pakaian anak dan dewasa yang pemasarannya hingga Magelang dan Kebumen.

Selain itu masyarakat Desa Sidomulyo yang kebanyakan berpendidikan SLTP/SLTA tersebut, juga mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari Badan KBPM. Seperti pelatihan keterampilan home industri dengan membuat tempe, snack, juga penanaman jahe merah yang memiliki nilai jual tinggi.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....


Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang
Seputar Aneka Ragam

Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang

Sabtu, 28 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM didampingi Gus Hakim dan Gus Mahfud beserta rombongan ulama dan ....


Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta
Seputar Aneka Ragam

Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta

Rabu, 25 September 2019

Sebanyak 160 ulama dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) mengikuti kunjungan kerja penguatan kapasi....