Seputar Aneka Ragam

Bupati Terpilih Minimal Harus Punya Empat Bekal

 

Penegasan itu disampaikan Pj Bupati Purworejo H Agus Utomo SSos pada kegiatan konsultasi publik rancangan teknokratik RPJMD Kabupaten Purworejo 2016-2020, di Pendopo kabupaten, Senin (30/11). Dalam acara itu, dihadirkan pasangan calon bupati/wakil bupati, anggota DPRD, Kepala SKPD, BUMD, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan instansi terkait se Kabupaten Purworejo.

Lebih lanjut Agus Utomo mengatakan, RPJMD sangat penting bagi paslon bupati wakil bupati untuk mengetahui program-program pembangunan di Kabupaten Purworejo yang akan dilaksanakan pada lima tahun kedepan. “Maka jangan ngumbar janji, nek ra apik malah mung diwelehke. Karena anggaran yang terinci dalam APBD, sudah dipontho-pontho tidak bisa bim salabim membuat program sakarepe. Jadi harus paham RPJMD,  juga paham tentang pemerintahan,” tandasnya.

Kepala Bapeda Drs Said Ramadhan memaparkan, penyusunan RPJMD disinkronkan dengan SKPD, sehingga tidak ada satupun kegiatan yang tidak sesuai dengan RPJMD. Menurutnya, ada 14 kegiatan strategis yang muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2020. Antara lain, review substansi Perda RT RW 2011-2031, review substansi perda agropolitan, pembangunan jalan lingkar timur Purworejo, peningkatan kapasitas ruas jalan Seren-Kemiri-Pituruh-Klepu untuk emngantisipasi kemacetan Kutoarjo –Purworejo, peningkatan status jalan poros desa pada kawasan strategis, pembangunan obyek wisata terpadu khususnya keburuan - jatimalang- Jatikontal.

Disamping itu, juga pembangunan perpustakaan yang representatif di Kutoarjo dan Purworejo, pembangunan Rumah sakit type C, pembangunan kembali pasar Baledono, dukungan pembangunan bendungan Bener, penataan alun-alun Purworejo dan Kutoarjo, revitalisasi pasar daerah, kegiatan terpadu penanggulangan kemiskinan, dan kegiatan penyelenggaraan event/festival/pameran (ekonomi sosbud, teknologi tepat guna).

Said Ramadhan menambahkan, untuk obyek wisata akan dikembangkan satu-satu dulu, tidak nggedabyah seperti sekarang. Nanti dalam lima tahun akan dikembangkan satu wisata. Kemudian untuk  event diselenggarakan sebanyak-banyaknya agar Purworejo jadi gempar. “Event apa saja, dari lembaga apa saja yang dapat menarik orang untuk berkunjung ke Purworejo. Misalnya festival layang-layang, pacuan kuda, atau festival lainnya, sehingga Purworejo dapat dikenal oleh daerah lain. Kita kan terlalu sepi dikenalnya sebagai kota pensiunan. Diharapkan dengan gebrakan program kedepan dapat meramaikan Purworejo menjadi kabupaten yang membawa kearah kemajuan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Statistik Penelitian Pengembangan dan Pengendalian Bappeda Purworejo Ir Bambang Jati Asmara MT MA mengungkan, penyusunan rancangan teknokratis sangat diperlukan, selain untuk memenuhi salah satu pendekatan penyusunan perencanaan pembangunan yaitu pendekatan teknokratis, juga sebagai kerangka awal perencanaan pembangunan jangka menengah.  

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....


Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang
Seputar Aneka Ragam

Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang

Sabtu, 28 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM didampingi Gus Hakim dan Gus Mahfud beserta rombongan ulama dan ....


Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta
Seputar Aneka Ragam

Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta

Rabu, 25 September 2019

Sebanyak 160 ulama dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) mengikuti kunjungan kerja penguatan kapasi....