Seputar Aneka Ragam

Pemangku Kepentingan Jasa Konstruksi, Jangan Asal TTD

“Jangan asal parap dan tanda tangan (TTD), tapi harus membaca dan memahami perjanjiannya. Seringnya ketika muncul masalah akan saling menyalahkan. Jadi terbalik-balik setelah ada masalah, baru bingung dan mempelajari perjanjian kontraknya. Tentu hal semacam ini mulai dirubah,” tandas Yuda pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peratiran Perundang-undangan jasa konstruksi Kabupaten Purworejo, di Ruang Arahiwang Setda (8/3).

Menurutnya, Pemangku kepentingan di bidang jasa konstruksi di semua OPD, harus berani mengingatkan ketika pengerjaan rekanan tidak sesuai dengan spesifikasi material dalam  perjanjian. Maka konfiden dan harus mengetahui langsung yakni dengan mengecek dilapangan. “Kalau material dari kontraktor tidak sesuai, harus berani potong dananya. Jadilah jenderal dilapangan, tentunya berpijak  pada sistem dan aturan,” jelas Yuda yang mengundurkan diri dari PNS karena menempuh jalur kerjasama dengan pihak luar negeri.

Dikatakannya, PNS supaya bisa menjaga wibawa dan mandiri dalam melakukan pengecekan dilapangan. Seperti transportasi agar menggunakan kendaraan sendiri, termasuk akomodasi harus mandiri, artinya dengan anggaran OPD. “Jangan malah nunut kontraktor, malah makan juga nunut kontarktor. Ini awal pelaksanaan kerja yang tidak baik. Harus berani merubah,” harapnya.

Yuda mengungkapkan, ada dua hal kunci sukses dalam menghadapi temuan yakni menguasai konten artinya semua harus ada jawabannya dengan data yang lengkap, sehingga argumentasinya ada dasarnya. “Kemudian menguasai komunikasi artinya kalau pertanyaannya A jawabanya A harus fokus, jangan muter-muter tidak pada pokok pembahasan. Jika bisa menjelaskan semua secara gambalang, maka akan happy dan sukses,” paparnya.

Dalam Bimtek tersebut juga dibuka dialog yang diawali pertanyaan dari Kabid BPPKAD Hadi Sadsilo tentang bagaimana menciptakan perbaikan kinerja terutama tidak hanya TTD tapi mempunyai keberanian yang dibarengi modal menguasai materi. Pertanyaan langsung ditanggapi Yuda yang menjelaskan, dibutuhkan upaya khusus seperti pendidikan dan pelatihan terkait pengelolaan dan pengadaan jasa.  “Kami widyaiswara yang tidak omong doang (Omdo) tapi harus turun lapangan untuk mendampingi dari mulai perencanaan, pra lelang, kontrak, hingga hasil pekerjaan  dengan cara step by step,” ujar Yuda.

Sementara itu Sugito ST MT selaku narasumber dari Balai Jasa Konstruksi dan Informasi Konstruksi Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, dalam aturannya sudah jelas tidak boleh ada persengkokolan dengan mengatur sedemikian rupa hingga penentuan pihak tertentu sebagai pemenang lelang. Ini akan mengakibatkan persaingan usaha yang tidak sehat.

“Berawal dari proses yang tidak sehat, sudah banyak yang tersangkut kasus korupsi. Kalau main-main jadi gak karuan, karena uang gak seberapa dampaknya luar biasa pada keluarga anak dan istri harus ikut menanggung beban moral. Berhati-hatilah dengan pemberian karena termasuk gratifikasi. Maka bekerjalah dengan displin dan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaan,” tutur Sugito.

Diungkapkan, masih terdapatnya jasa konstruksi di Jawa Tengah dalam melaksanakan pekerjaannya mutunya kurang. Karena pengawasannya tidak baik, sehingga perlunya melakukan cek langsung. “Jangan percaya pada staf saja tapi cek kontranya dulu, baru tandatangan. Kalau bawah tidak selamat, atasnya ya tidak selamat. Saya tidak nakut-nakuti tapi diluar sudah banyak yang tersandung masalah. Kita harus tegas berdasar aturan, kalau memang tidak sesuai kontrak harus di denda ya dilakukan denda, tidak selesai ya blacklist saja,” tegasnya.

Bimtek yang diikuti 125 orang tersebut, dibuka Bupati yang diwakili Gandi Budi Supriyanto. Dalam laporannya Drs Wahyu Jaka Setyanta mengatakan tujuan Bimtek, memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi para pemangku kepentingan di bidang jasa konstruksi mulai dari PA/KPA, PP Kom, Pokja/Pejabat Pengadaan, PPHP/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dan penyedia jasa konstruksi, agar bisa menjadi acuan dan pedoman dalam pelaksanaan tugas.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....


Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang
Seputar Aneka Ragam

Bupati Purworejo Beserta Ulama dan Pengasuh Ponpes Ziarah ke Makam Habib Husein Luar Batang

Sabtu, 28 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM didampingi Gus Hakim dan Gus Mahfud beserta rombongan ulama dan ....


Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta
Seputar Aneka Ragam

Ulama dan Pengasuh Ponpes Purworejo Studi Banding ke Ponpes Assiddiqiyah Jakarta

Rabu, 25 September 2019

Sebanyak 160 ulama dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) mengikuti kunjungan kerja penguatan kapasi....