News

MUI Diminta Makin Cermat Sikapi Perkembangan dan Tuntutan Peradaban

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Purworejo diharapkan semakin cermat dalam menyikapi berbagai perkembangan dan tuntunan peradaban. Sebagai mitra Pemerintah Daerah, MUI juga diminta untuk terus memberikan masukan dan solusi terhadap permasalahan pembangunan didaerah. 
Hal itu disampaikan Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM saat membuka Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUSDA MUI) tahun 2020 Kabupaten Purworejo, Selasa (30/6/2020).
Hadir Kepala Kemenag Purworejo Drs H Bambang Sucipto MPdI, KH Achmad Al Nawawi, KH R Abdul Hakim Chamid, Ketua FKUB KH Djunaedi Djazuli, pimpinan ormas islam dan pengurus MUI se Kabupaten Purworejo. 
Bupati menambahkan jika peran MUI sangatlah penting dalam menciptakan keharmonisan. Fungsi yang paling nyata, MUI menciptakan hubungan harmonis interen umat Islam dan antar umat beragama lain, termasuk umat Islam dengan pemerintah.
Menurutnya, lelaksanaa Musda MUI Kabupaten Purworejo ini memiliki makna yang strategis sebagai wujud penyehatan dan pengembangan organisasi dan kiprah MUI Kabupaten Purworejo. Selama ini MUI dinilai telah berhasil dalam membangun dan mengembangkan suasana intelektual kaum muslimin di Kabupaten Purworejo.
Di masa masa new normal MUI Kabupaten Purworejo juga diminta membantu Pemkab Purworejo untuk ikut menyadarkan masyarakat akan pentingnya displin. Disiplin beraktifitas dengan kebiasan baru dengan tetap mengutamakan kedisiplinan melaksanakan aktifitas sesuai protokol kesehatan. Yakni memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan pysical distancing atau jaga jarak.
Dengan bersama-sama menerapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengab baik, diharapkan akan dapat menekan penularan virus covid. "Saya percaya kedisiplinan tersebut, juga atas kerjasama dukungan dan doa umat muslim, sehingga Kabupaten Purworejo bisa menekan angka penderita covid," katanya.
Ketua MUI Kabupaten Purworejo KH Machin Sadzali yang ditunjuk untuk meneruskan Almarhum KH Abdullah Sarkowi menjelaskan,  Musda MUI dipercepat karena kondisi. Masa bakti seharusnya berakhir pada April 2021, namun atas pertimbangan dan masukan dari pengurus MUI dan izin MUI semarang Musda dipercepat.
Kurang berjalannya organisasi MUI sepeninggal ketua MUI  KH Abdullah Sarkowi serta adanya pandemi Covid-19 menjadi pertimbangan Musda dipercepat. Diharapkan kedepan MUI dapat lebih eksis dalam berperan terutama dalam membawa umat di Purworejo menjadi lebih baik. 
"Kita semua berharap adanya Musda akan membuahkan keputusan yang baik, semoga dukungan dari Pemkab terus mengalir sehingga MUI semakin samangat," ujar Machin Sadzali.
Kepala Kemenag Purworejo Drs H Bambang Sucipto MPdI saat memberikan sambutan mengatakan bahwa ada tiga gerakan MUI. Yakni gerakan membina umat melalui islam wasakiyah yang mengajar secara sukarela, tidak ego, tidak fanatik dan dapat menerima perbedaan. Kedua gerakan memberdayakan umat, agar umat tidak menjadi umat yang miskin dan dapat memberdayakan ekonomi di masyarakat. Ketiga menyatukan umat dari perpecahan. 
"Mudahan-mudahan tema Mewujudkan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah) menuju Kabupaten Purworejo yang aman, damai, adil dan makmur yang diridhai Allah SWT dapat terwujud," kata Bambang.

 

Berita Terpopuler

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning
News

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning

Rabu, 22 Juli 2020

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning


Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi
News

Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi

Kamis, 16 Juli 2020

Juru Bicara Protokol Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin Sp THT KL mengungkapkan, jumla....


Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
News

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2020

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan