News

Wabup Minta Jelang Idhul Fitri, Sembako Segera Sampai Masyarakat

Menjelang Idul Fitri, Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH meminta agar bantuan sembako segera sampai kepada masyarakat yang terdampak virus corona covid-19. Terutama logistik bantuan sembako yang masih menumpuk di gudang, yang dikelola Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purworejo.

“Apalagi menjelang Idhul Fitri ini yang masih dalam situasi pandemi, jangan ada masyarakat tidak mampu/miskin, yang kekurangan sembako,” tegas Yuli Hastuti saat memantau penyaluran bantuan logistik sembako di gedung SRG Kabupaten Purworejo yang berlokasi di Kutoarjo.. Turut mendampingi Kepala Dinpermasdes Agus Ari Setyadi SSos, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kusairi AP MM, dan Kabag perekonomian Setda Dra Titik Mintarsih MPd.

Lebih lanjut Yuli Hastuti mengatakan, logistik ini merupakan stok sembako untuk tanggap darurat, sehingga ada batasan waktu yang harus disalurkan paling lambat pada akhir Mei. Maka sangat tepat sebelum lebaran sudah sampai kepada masyarakat, sehingga bisa dimanfaatkan. “Kemarin hasil saya mensurve simpanan logistik di gudang sini, maka saya menyampaikan ke Pak bupati dan diminta untuk secepatnya disalurkan kepada masyarakat,” tuturnya.

Yuli Hastuti menambahkan, penerimaan bantuan sembako ini melalui Camat yang diharapkan camat akan koordinasi dengan desa dalam menyalurkan bantuan sesuai peruntukannya agar tepat sasaran.”Saya percaya Pak Camat/Bu Camat beserta desa yang paling paham warganya, terutama yang terdampak akibat pandemi virus corona. Tentunya yang dibantu, warga yang tidak mampu,” tandasnya.

Sementara itu Kabid BPBD Kusairi menjelaskan, logistik sembako sudah disalurkan pada tahap pertama pada awal Mei untuk Posko kecamatan. “Sedangkan tahap kedua ini sesuai arahan beliau yakni 80 persen dibagi habis untuk 16 kecamatan. Sedangkan yang 20 persen untuk cadangan bagi warga yang masuk orang dalam pemantauan (ODP). Rencananya untuk pemudik yang dikarantina di GOR. Tapi bisa juga dari desa mengajukan permohonan bantuan dengan prosedur dan persyaratan yang benar,” jelasnya.

Menurutnya, dana yang digunakan yakni dari APBD anggaran Belanja Tidak Terduga untuk GTPP covid-19 yang dibelanjakan berupa logistik dan operasional GTPP. Logistik sembako yang disalurkan terdiri 12 item antara lain, beras 89 bungkus, minyak goreng 97 bungkus, susu bubuk 28 bungkus, gula pasir 193 bungkus, kopi 95 bungkus, teh poci 95 dus, roti kering 27 bungkus, sarden 184 kaleng, kecap 97 bungkus, air mineral 94 dus, mie instan 94 dus, dan saos 97 botol.

“Masing-masing kecamatan menerima bantuan rata-rata sebesar itu. Kecuali Kecamatan Loano yang mengambil lebih awal, sehingga hanya sekitar 50 an per item. Untuk penyaluran tahap dua ini, kami serahkan kecamatan yang mengatur dan diharapkan pertanggungjawabannya sesuai prosedur,” ujar Kusairi.   

Dalam kegiatan tersebut Wabup Yuli Hastuti selain memantau penyaluran sembako dari pagi hingga sore, juga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 16 camat yang semuanya hadir sendiri. 

Berita Terpopuler

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning
News

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning

Rabu, 22 Juli 2020

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning


Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi
News

Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi

Kamis, 16 Juli 2020

Juru Bicara Protokol Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin Sp THT KL mengungkapkan, jumla....


Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
News

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2020

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan