News

Tangkal Serangan Hama Wereng Batang Coklat, Ratusan Hektar Areal Pertanian Disemprot

Pemkab Purworejo melalui Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DINPPKP) terus melakukan upaya pencegahan perluasan serangan hama wereng batang coklat, yang telah menyerang areal pertanian di wilayah Kabupaten Purworejo.

Bersama kelompok tani (poktan/gapoktan) dan pemerintah desa, areal seluas lebih dari 750 hektar akan terus dilakukan upaya penyemprotan secara masal. Seperti yang dilakukan oleh 19 petani di Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol, Kamis (14/05/2020).

Penyemprotan disaksikan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan dihadiri Pimpinan LPHP Temanggung Dinas Pertanian dan Perkenunan Provinsi Jateng Ir Retno Dyah Rahmawati, Kepala DINPPKP Wasit Diono SSos, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama SSTP MM, Camat Ngombol Nurfiana SSTP MM, POPT, PPL serta perangkat desa.

Dari total 29.575 hektar areal persawahan di Kabupaten Purworejo, terdapat 750 hektar areal pertanian 32 desa di delapan Kecamatan yang terserang hama. Hama menyerang pada masa tanam 2 (bulan April sampai dengan September 2020).

Areal pertanian yang diserang hama di Kecamatan Pituruh seluas 262 Ha, Grabag 185 Ha, Purwodadi  144 Ha, Ngombol 108 Ha, Bayan 20 Ha, Kaligesing 8 Ha, Bener 3 Ha dan Kutoarjo 20 Ha.

Bupati Agus Bastian mengatakan, pengendalian hama merupakan bagian penting dalam menentukan keberhasilan produksi hasil pertanian. Pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan agar hama ini tidak meluas.

“Kami berharap pengendalian hama ini dapat berlangsung sukses, hal ini penting dilakukan agar ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo tetap terjaga,” katanya.

Kepala DINPPKP Wasit Diono menerangkan, gerakan ini dilakukan setelah ditemukan populasi tinggi di persemaian diatas 200 ekor dalam 10 ayunan jaring, dan lebih dari 10 ekor per rumpun pada tanaman berumur 7-14 hari setelah tanam.

Pengendalian dilakukan menggunakan pemgendali hayati ramah lingkungan yaitu Agensia Hayati berupa Jamur antagonis Beauveria bassiana yang bisa menginfeksi Wereng Batang Coklat tersebut.

Penyemprotan dilakukan di pagi hari supaya jamur Beauvetia bassiana bisa tumbuh di ekosistem padi dan menginfeksi WBC sebgai musuh alami di alam.

Wasit menambahkan, pengendalian ramah lingkungan ini dibantu oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan penyakit Tanaman Pangan dan hortikultira wil Kedu di Temanggung sebagai pengendali ramah lingkungan.

“Bantuan ini bersifat stimulan sehingga diharapkan petani setelah ini dapat melakukan pengendalian secara mandiri,” terang Wasit.

Berita Terpopuler

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning
News

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning

Rabu, 22 Juli 2020

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning


Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi
News

Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi

Kamis, 16 Juli 2020

Juru Bicara Protokol Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin Sp THT KL mengungkapkan, jumla....


Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
News

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2020

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan