News

Sosialisasi Di Pogung Jurutengah, Masyarakat Agar Memfilter Informasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakat yang diadakan di Balai Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Senin (26/01/20). Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Pemerintahan Setda Purworejo itu sengaja digelar di tempat tersebut untuk memberikan beragam pemahaman bagi masyarakat setempat serta warga di sekitar Pogung Jurutengah. 

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Purworejo, Sumharjono SSos. MM di sela kegiatan mengungkapkan jika Pemkab merasa perlu menggelar kegiatan itu sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya gejolak sosial dari keberadaan Keraton Agung Sejagat yang sempat menjadi viral. Menurutnya, Pemkab telah melangkah dan melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan untuk meredam konflik sosial yang mungkin muncul. 

"Langkah ini untuk antisipasi agar permasalahan yang ada di tengah masyarakat ini tidak melebar," ungkapnya. 

Pelibatan masyarakat di luar Desa Pogung Jurutengah sendiri sengaja dilakukan mengingat dekatnya jarak antar desa. Sehingga masyarakat yang ada di seputar Pogung Jurutengah juga paham akan keberadaan Keraton Agung Sejagat itu dengan segala implikasi yang ada. 

"Secara terbuka, TS atau Totok Santoso selaku raja keraton sudah meminta maaf dan menyatakan penyesalannya kepada warga Pogung Jurutengah juga Purworejo. Kami rasa, kita tidak perlu lebih dalam mengulik mengenai tindak pidananya, karena itu sudah menjadi ranah pihak berwajib," tambahnya. 

Sumharjono mengungkapkan jika Pemkab juga memberikan perhatian bagi para pengikut atau korban dari Keraton Agung Sejagat. Pemkab sendiri telah membuka Posko Layanan Konsultasi yang diadakan di Puskemas Bayan. 

"Posko itu bisa menampung berbagai keluhan yang berhubungan dengan kejiwaan para korban atau pengikut. Posko ini juga tidak hanya di Bayan, tapi beberapa kecamatan yang dimungkinkan ada korban keraton," imbuhnya. 

Lebih jauh disampaikan jika keraton yang ada bisa dikembangkan jadi destinasi wisata. Hanya saja, ia menyerahkan hal itu kepada masyarakat. Yang sudah berjalan selama ini, masyarakat di seputar keraton telah mampu membaca peluang dengan menjajakan aneka jajanan. 

"Soal wisata itu biarkan mengalir saja, itu untuk masyarakat di Pogung Jurutengah," katanya. 

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Purworejo Setyowati SHMM mengungkapkan dalam rapat koordinasi itu diikuti warga Desa Pogung Jurutengah yang meliputi perwakilan warga serta unsur RT hingga RW. Adapun kepala desa sekitar Pogung Jurutengah ada Desa Pogung Kalangan, Jono dan Pogungrejo di Kecamatan Bayan, serta Desa Kedungkamal dan Desa Secang Kecamatan Grabag. 

Adapun pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan itu berasal dari unsur Polres, Kodim 0708, Kejaksaan Negeri serta budayawan/sejarawan. "Semua unsur dilibatkan sehingga informasi yang diterima masyarakat itu bisa tepat," kata Setyowati. 

Dari pemateri yang ada, Setyowati berharap kedepan masyarakat akan bisa memfilter segala informasi yang berkembang di masyarakat. Jika memang negatif, masyarakat bisa langsung melakukan langkah antisipasi sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Berita Terpopuler

Tak Benar, Berita GTT Bergaji Rp 200 Ribu
News

Tak Benar, Berita GTT Bergaji Rp 200 Ribu

Kamis, 11 Juni 2020

Honor GTT Terendah Rp 600 ribu


Purworejo Bersiap Memasuki Aktifitas New Habit
News

Purworejo Bersiap Memasuki Aktifitas New Habit

Rabu, 10 Juni 2020

Pemkab Purworejo segera akan mengakhiri masa tanggap darurat Covid-19 pada 12 Juni 2020.


Positif Tambah Satu, Sembuh tambah Satu dan Dirawat Nihil
News

Positif Tambah Satu, Sembuh tambah Satu dan Dirawat Nihil

Kamis, 11 Juni 2020

Sehari pasca pernyataan pengakhiran masa tanggap darurat Covid-19, muncul kembali 1 kasus positif Co....