News

Desa Banyuasin Separe Luncurkan Kampung Durian

Dusun Gunung Asem Desa Banyuasin Separe Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo dirintis menjadi Kampung Durian. Peluncuran dan pencanangan Kampung Durian ditandai dengan penanaman pohon durian oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo Wasit Diono SSos, bersama Forkopimcam Loano, Kamis (26/12).  

Kampung Durian dikelola oleh Kelompok Tani Anggas Mulyo. Pada tahap awal, lahan sekitar 4 hektare (ha) yang berada di kawasan perbukitan Dusun Gunung Asem akan ditanami sebanyak 400 batang pohon durian.

“Desa melalui Kelompok Tani Anggas Mulyo mendapatkan bantuan bibit pohon durian ini dari DPPKP Kabupaten Purworejo. Melihat potensi yang ada, kita sepakat untuk menjadikan Dusun Gunung Asem ini Kampung Durian,” kata Kepala Desa Banyuasin Separe, Nur Ichsan.

Menurutnya, Kampung Durian menjadi salah satu inisiatif masyarakat dan pemerintah desa untuk mendukung program pemerintah daerah yakni pengembangan desa wisata. Adanya Kampung Durian diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

“Setelah penanaman dan penggarapan lahan akan kita tindaklanjuti dengan perbaikan akses jalan, mulai dari jalan utama sampai ke atas area parkir. Lahan sudah siap dan direncanakan mulai dikerjakan tahun depan,” ujarnya.

Nur Ichsan mengakui bahwa keterbatasan air menjadi kendala utama budidaya pohon durian, khususnya saat musim kemarau. Karena itu, pihaknya berencana untuk mengajukan bantuan peralatan pengelolaan sumber air kepada dinas terkait.

“Di Gunung Asem ini belum ada sumber air yang mencukupi. Sumur bor atau embung bisa kita bangun di sini,” jelasnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Loano, Dwi Rahayu, menyebut varietas durian yang ditanam terdiri atas Musangkeng, Sinemang, dan Matahari. Selain Desa Banyuasin, Pemkab melalui DPPKP juga memberikan bantuan bibit serupa kepada 3 desa lain di Kecamatan Loano, yakni Desa Banyuasin Kembaran, Sedayu, dan Argosari.

“Untuk tahap awal ini akan dibantu proses produksi sampai tanaman berbuah, sekitar 4 (empat) tahun ke depan,” sebutnya.

Sementara itu, Wasit Diono mengapresiasi semangat Desa Banyuasin Separe untuk merintis Kampung Durian. Upaya ini menjadi potensi baru untuk menangkap peluang ekonomi mengingat Kecamatan Loano masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

“Tujuan budidaya ini untuk diambil produktivitasnya sehingga akan berujung pada nilai jual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kalau sudah jadi, maka nanti akan jadi desa kunjungan wisata. Apalagi loano ini daerah prioritas pengembangan,” ungkapnya.

Wasit berharap, Kampung Durian di Banyuasin Separe memacu  desa-desa lain untuk memunculkan inovasi serupa. Di Kabupaten Purworejo, ada sekitar 7 desa yang telah menerima bantuan bibit dan masih terbuka bagi desa lain unutk mengajukan bantuan.

“Teman-teman PLL nanti bisa membantu membuatkan proposal. Namun, saya pesan juga kepada masyarakat dalam mengajukan bantuan, jenis tanaman harus disesuaikan dengan kondisi tanah, jangan sampai hanya ikut-ikutan desa lain,” tandasnya.

Berita Terpopuler

Pemkab Sosialiasikan KMA 494 Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji
News

Pemkab Sosialiasikan KMA 494 Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji

Jumat, 19 Juni 2020

Pemkab Purworejo melalui Bagian Kesra Setda Purworejo mengadakan sosialisasi Keputusan Menteri Agama....


Perbaiki Sejumlah Fasilitas, Puncak Khayangan Sigendol Siap Menerima Wisatawan
News

Perbaiki Sejumlah Fasilitas, Puncak Khayangan Sigendol Siap Menerima Wisatawan

Rabu, 17 Juni 2020

Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM meresmikan pintu gerbang Obyek Wisata Puncak Khayangan Sigendo....


Positif Tambah Satu, Warga Dihimbau Jalankan Protokol Kesehatan
News

Positif Tambah Satu, Warga Dihimbau Jalankan Protokol Kesehatan

Jumat, 26 Juni 2020

Positif Tambah Satu, Warga Dihimbau Jalankan Protokol Kesehatan