News

Cegah Kehilangan PAD, Pemkab Akan Terapkan e-Monitoring Pajak Daerah

Guna mencegah potensi terjadinya kehilangan penerimaan daerah dari sektor pajak, Pemkab Purworejo akan memasang alat monitoring yang disebut Tapping Box. Nantinya transaksi usaha secara online terhubung langsung ke server data transaksi setiap wajib pajak/wajib pungut, sehingga dapat merekam semua transaksi keuangan wajib pajak/wajib pungut.

Dengan sistem e-monitoring pajak daerah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat  khususnya wajib pajak/ wajib pungut, untuk taat membayar pajak melalui pelayanan yang cepat dan berkualitas.

Hal itu diketahui saat dilakukan kegiatan sosialasisi e-monitoring pajak daerah kepada wajib pajak/wajib pungut pajak, Jum’at (29/11/2019). Kegiatan ini diselenggarakan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan BPD Bank Jateng.

Bertempat di Ruang Arahiwang Setda, acara dibuka oleh Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Frans Suharmaji SE, Kajari Purworejo Alex Rahman SH MH, Sekda Drs Said Romadhon, pejabat OPD terkait, dan para wajib pajak/wajib pungut pajak. Hadir Kasatgas Pencegahan Unit Koordinasi Wilayah V KPK Kunto Ariawan selaku nara sumber bersama Kepala BPPKAD.

Kasatgas Pencegahan Unit Koordinasi Wilayah V KPK Kunto Ariawan menerangkan jika KPK hadir dalam sosialisasi ini dalam rangka upaya pencegakan tindak pidana korupsi. Jadi selain melakukan upaya penindakan, KPK juga bertugas untuk melakukan upaya pencegahan.

“Pada tahun 2019, KPK membentuk Unit Koordinasi Wilayah. Kami juga melakukan kegiatan ini diseluruh Indonesia dalam rangka optimalisasi PAD.

Dikatakan Kunto, potensi untuk meningkatkan PAD yang berhasil ditingkatkan pada tahun 2019 ini mencapai 2,2 triliun. Angka itu cukup besar, dalam rangka upaya mengurangi ketergantungan pemda kepada pemerintah pusat. Karena untuk membangun, pemda membutuhkan biaya.

Mulai tahun 2016, pihaknya juga melakukan intervensi di delapan area mulai dari tahap penganggaran, pengadaan barang dan jasa, perizinan, penguatan APIP, managemen ASN, dana desa hingga optimalisasi PAD. Delapan area ini menjadi perhatian karena dinilai paling sering terjadi tindak korupsi.

“Upaya pencegakan di Purworejo dinilai cukup bagus karena menduduki peringkat ketiga di Jawa Tengah dengan perolehan 85%, sudah diatas nasioanl nasional sebesar 55%,” ungkap Kunto.

Menurutnya ada tiga penyebab potensi kehilangan yang yang biasa terjadi. Yakni, pertama pemda dalam memungutkanya tidak benar. Kedua, dari oknum karyawan wajib pajak yang tidak melaporkan secara benar. Ketiga, oknum pengusaha yang sengaja tidak menyetorkan sesuai pungutan pajak yang didapat.

“Dengan penerapan sistem e-monitoring pajak daerah diharapkan dapat untuk mencegah potensi terjadinya kehilangan penerimaan daerah,” imuh Kunto.

Bupati Agus Bastian mengungkapkan, berbagai upaya dilakukan Pemkab Purworejo untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Salah satunya melalui sistem e-Monitoring Pajak Daerah atau Monitoring Online Penerimaan Pembayaran Pajak Daerah.

“Ini merupakan suatu bentuk kerjasama dalam rangka perekaman data transaksi usaha, sebagai upaya peningkatan akuntabilitas kepada masyarakat atas penyelenggaraan Pajak Daerah,” ungkapnya.

Sistem ini merupakan upaya peningkatan dan optimalisasi pemungutan pajak daerah, upaya preventif bagi para pengelola pendapatan daerah agar tidak terlibat dalam tindakan koruptif.

“Sistem ini diterapkan sebagai upaya menunjukkan tata kelola pemerintah yang baik kepada wajib pajak/wajib pungut. Disamping itu, manfaat atas penerapan sistem ini adalah dapat terhindar dari laporan internal fiktif,” imbuhnya.

Dirinya berharap, kehadiran sistem monitoring online atas wajib pungut atau wajib pajak untuk pajak hotel, pajak restaurant, dan pajak parkir diharapkan akan memberikan dampak besar  bagi upaya peningkatan PAD Kabupaten Purworejo, sekaligus dapat memacu penerimaan Pajak Daerah secara maksimal.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Purworejo Dra Woro Widyawati menerangkan jika sosialiasi ini bertujuan untuk menyampaikan program dan rencana  Pemkab Purworejo dalam upaya  optimalisasi pendapatan asli daerah.

E-monitoring pajak daerah sendiri merupakan proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari wajib pajak daerah menggunakan alat secara online yaitu menggunakan alat perekam data transaksi.

“Pemkab bekerjasama dengan Bank Jateng berencana akan memasang alat perekam  pada lokasi usaha. Diharapkan wajib pajak/wajib pungut pajak dapat patuh dengan memberikan kesepakatan bersama, sehingga proses dapat berjalan dengan baik,” ujar Woro.

Dikatakan, saat ini ada tiga wajib pajak/wajib pungut pajak di Kabupaten Purworejo. Wajib pajak hotel berjumlah 21, restoran 35 dan parkir 5 tempat.

“Pembayaran pajak oleh wajib pajak/wajib pungut pajak adalah wajib dan ada payung hukumnya. Sesuai perda, pajak yang dipungut besarnya 10%, yang dipungut adalah konsumen,” imbuh Woro. 

Woro mengungkapkan, potensi pajak yang bisa didapatkan dari pajak hotel tahun 2019 mencapai Rp. 683.486.760,- Realisasi pajak hotel hingga bulan November saja mencapai 600.836.501,-. Untuk pajak restoran potensinya mencapai Rp. 5.255.476.600,- dan hingga November ini mencapai Rp. 4.256.408.650,-.

“Sedangkan pajak parkir karena hanya 5 tempat, potensinya Rp. 128.600.000,-. Hingga November tercapai Rp. 104.891.424,-. Untuk Restoran cukup besar, karena sebagian besar berasal dari hasil pungutan pajak makan minum dari kegiatan Pemda,” terang Woro.

 

Berita Terpopuler

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia
News

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia

Senin, 11 November 2019

Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Wareng Kecamatan Butu....


Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng
News

Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng

Kamis, 07 November 2019

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sholallahu â€Â&Acir....


Saba Desa, Bupati Makan Nasi Takir Bersama Warga Pamriyan
News

Saba Desa, Bupati Makan Nasi Takir Bersama Warga Pamriyan

Jumat, 22 November 2019

Saba Desa di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Purworejo, Rabu (20/11/2019), Bupati Purworejo Agus Bas....