News

Generasi Milenial Turut Sukseskan Grebeg Lowano

Masyarakat desa Loano dari mulai tokoh masyarakat, generasi milenial hingga kaum Ibu-Ibu, beramai-ramai memeriahkan tradisi grebeg Lowano, yang diawali dengan kirab hasil bumi dengan mengelilingi desa Loano. Rombongan kirab dipimpin Kepala Desa Loano Sutanto beserta Ketua TP PKK, disusul perangkat desa, pembawa benda pusaka, drum band, bergodo pasukan pembawa hasil bumi,  kesenian dolalak, dan kesenian barongsai.

Tradisi grebeg Lowano itu, disaksikan Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH, Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, perwakilan Provinsi Jawa Tengah, dan dinas instansi Pemkab Purworejo.

Dalam sambutannya Yuli Hastuti mengatakan, tradisi garebeg Lowano yang memiliki nilai sejarah babad desa Lowano, sangat tepat menjadi agenda rutin tiga tahunan. Supaya masyarakat dan generasi penerus dapat menjadi bagian ikut memiliki desa Loano. Terutama yang saat ini telah disandangkan pada generasi muda, sebagai generasi milenial.  

Dengan serba menggunakan tehnologi informasi, Yuli Hastuti mengharapkan kaum milenial dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan desanya. Baik kesenian tradisional, kuliner, potensi wisatanya, maupun potensi yang lain. “Seperti yang saat ini dilakukan generasi milenial ikut mensukseskan tradisi ini. Tentu ini agar terus ditingkatkan perannya sehingga akan memajukan desa,” harapnya.

Menurutnya, berbagai pembangunan mega proyek nasional di Purworejo tentu juga menjadi peluang bagi semua desa kelurahan untuk berinovasi dalam mengolah potensi wilayahnya untuk mendatangkan perekonomian yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Termasuk tradisi grebeg loano ini bisa dijadikan sebagai ikon desa Loano, untuk merebut simpati wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah. Kemasan rangkaian grebek loano yang sudah menarik ini, supaya terus dikemas lebih lagi dan gencarkan juga dalam mempromosikannya lewat berbagai media yang ada.

Dikatakan, rangkaian garebeg loano sekaligus untuk semakin merekatkan kebersamaan dan persatuan seluruh masyarakat. Dengan kebersamaan masyarakat Loano dan semua masyarakat Kabupaten Purworejo, tentunya akan membawa kemajuan bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo. “Tidak saja dalam pelaksanaan program-program pembangunan, namun juga dalam program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Maka sangat pentingnya kebersamaan dan dukungan masyarakat, untuk pembangunan Kabupaten Purworejo yang berkelanjutan,” ujar Yuli Hastuti.

Sementara itu Kades Loano Sutanto menjelaskan, dalam grebeg lowano selain diikuti semua warga juga generasi milenial untuk nguri-uri tradisi ini. Apalagi generasi muda mencapai 60 persen yang tentu saja sangat berperan dalam setiap kegiatan di desa. Termasuk dalam grebeg loano ini, generasi muda dilibatkan hingga usai. Kirab diikuti sebanyak 12 bergodo dari 12 dusun yang masing-masing membawa tumpeng nasi dan hasil bumi. Sebelum sampai Masjid Al Iman, bergodo kirab berhenti di Gapura Singgelopuro yang merupakan bekas pintu gerbang Kadipaten Lowano. Lalu melaksanakan ritual unggah titro bumi, dengan mengambil air dari tujuh sumber yang terdapat di Loano.

Menurut Sutanto, grebeg Lowano ini sebagai bersih desa yang merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat Loano atas anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah panen hasil bumi melimpah. Bersih desa dikemas dengan kebudayaan Mataraman dan Bagelenan. Loano dalam historinya, sebagai bekas kadipaten pada masa kerajaan Mataram, hingga kolonial, maka budaya Jawa sangat lekat dengan masyarakatnya. Prosesi grebeg lowano dilanjutkan sedekah bumi dan kenduri di halaman Masjid Al Iman Loano, yang kemudian semua warga berebut hasil bumi dan tumpeng.

            Direktur BOB Indah Juanita mengatakan, Grebeg Lowano bisa menjadi atraksi menarik yang layak dijual untuk paket wisata. Terkait pengembangan kawasan otorita di Purworejo, Magelang dan Kulonprogo, harus didukung seni budaya yang menarik. Kegiatan budaya supaya tidak sama yang diharapkan masing-masing desa mempunyai keunikan.

Berita Terpopuler

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo
News

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo

Rabu, 06 November 2019

Hari Pahlawan tingkat Jateng dipusatkan di Purworejo


Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia
News

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia

Senin, 11 November 2019

Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Wareng Kecamatan Butu....


Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng
News

Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng

Kamis, 07 November 2019

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sholallahu â€Â&Acir....