News

Parade Budaya, Pererat Persatuan dan Kesatuan

Ribuan peserta ikuti Parade Budaya usai Upacara Bendera dalam rangka  peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 di Kabupaten Purworejo, Senin (28/10). Rute pawai budaya dimulai dari depan Kantor Bupati, jalan ke barat melewati masjid Agung dan berakhir di Lapangan Garnisum.

Parade budaya diawali dengan penampilan pasukan drum band SMPN 2 Purworejo, yang diikuti pasukan paskibraka dan seluruh peserta upacara bendera. Parade juga diramaikan dengan penampilan ratusan penari dolalak.

Berbagai pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia dan identitas sekolah juga meramaikan pawai budaya. Parade ditutup pasukan drum band dari SMK PN peraih juara pertama di Wonosobo beberapa waktu lalu,

Bupati mengatakan, hari sumpah pemuda adalah hari meneguhkan kembali persatuan dan kesatuan seluruh warga masyarakat Indonesia. Semua peristiwa ini diawali oleh para pemuda, ketika itu mereka menyatukan diri satu tanah air Indonesia satu bangsa Indonesia dan satu Bahasa Indonesia.

“Dengan peringatan Sumpah Pemuda, akan mengukuhkan kita kembali pada tujuan negara Indonesia yaitu kesatuan dan persatuan Indonesia NKRI,” kata Bupati usai pawai Budaya.

Pada kesempatan itu, Bupati berpesan kepada generasi muda untuk memantapkan diri  melanjutkan perjuangan para pendahulu. Diharapkan kedepan, Bangsa Indonesia akan semakin baik. Khususnya Kabupaten Purworejo kedepan diharapkan akan semakin sejahtera  dana aman tentram dan sentosa.

“Negara kita sedang membangun tentu nya generasi muda turut serta bersama sama dengan para generasi terdahulu, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” imbuh Bupati.

Sementara itu, Kapolres Purworejo Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong mengatakan pawai kebangsaan dan budaya ini digelar untuk mempererat persatuan dan kesatuan khususnya di Kabupaten Purworejo.

Dikatakan, pada parade budaya ditampilkan keragaman dan  juga pakaian adat. Pawai ini juga sebagai pengingat bahwa negara Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa.

Dalam pawai budaya ini juga ditampilkan tradisi yang menjadi ikon Purworejo yakni dolalak. Saat penari ndolalak mempertunjukan kebolehannya dalam menari, Bupati bersama forkompinda ikut menari bersama.

“Ini merupakan kebanggaan kita semua, karena yang tampil itu anak anak muda semua dan anak anak muda tersebut akan menjadi penerus kita semua,” kata Kapolres.

Berita Terpopuler

Tak Benar, Berita GTT Bergaji Rp 200 Ribu
News

Tak Benar, Berita GTT Bergaji Rp 200 Ribu

Kamis, 11 Juni 2020

Honor GTT Terendah Rp 600 ribu


Purworejo Bersiap Memasuki Aktifitas New Habit
News

Purworejo Bersiap Memasuki Aktifitas New Habit

Rabu, 10 Juni 2020

Pemkab Purworejo segera akan mengakhiri masa tanggap darurat Covid-19 pada 12 Juni 2020.


Positif Tambah Satu, Sembuh tambah Satu dan Dirawat Nihil
News

Positif Tambah Satu, Sembuh tambah Satu dan Dirawat Nihil

Kamis, 11 Juni 2020

Sehari pasca pernyataan pengakhiran masa tanggap darurat Covid-19, muncul kembali 1 kasus positif Co....