News

Posyandu Tidak Sebatas Menurunkan AKI dan AKB

Posyandu tidak sebatas konsentrasi pada penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Keberadaanya juga diupayakan untuk meningkatkan usia hidup manusia. Diperlukan penerapan manajemen yang baik dan merevitalisasi posyandu untuk pembangunan manusia yang berkelanjutan. 

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Yuli Hastuti SH saat membuka kegiatan Dukungan Penguatan Kelembagaan Posyandu yang diadakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Purworejo di aula PKK Purworejo, Rabu (16/10). Kegiatan ini menjadi pembuka kegiatan yang dilakukan selama tiga hari dan diikuti kader-kader posyandu di seluruh Indonesia. Ada beberapa pemateri yang mengisi kegiatan diantaranya dari Balai Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga serta dari Dinpermades sendiri. 

Lebih jauh Yuli Hastuti mengatakan jika Posyandu menjadi bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Khusus dibidang kesehatan, posyandu bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. 

"Memang tujuan utamanya adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi," kata Wakil Bupati. 

Yuli meminta agar kader Posyandu bisa meningkatkan kerjasama lintas sektor untuk penyelenggaraannya. Juga mengembangkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan fungsi posyandu serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam program-program pembangunan masyarakat desa. 

"Disamping itu, untuk meningkatkan fungsi dan peran LPMD, PKK, dan mengutamakan peranan kader pembangunan," tambahnya. 

Pemateri dari Balai Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Yogyakarta Dwi Herawati mengatakan Posyandu keberadaannya sejajar dengan PKK sebagai lembaga desa. Sebelumnya Posyandu berada di dalam Posyandu yang dikenal dengan Kelompok Kerja (Pokja). 

Perubahan itu terjadi seiring adanya Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa. Menurutnya, keberadaan Posyandu memang memiliki peran penting dalam pelayanan kepada anak, ibu maupun lansia. 

"Dari aturan yang ada itu, Pemerintah Daerah harus segera menindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati. Ini akan menjadi dasar bagi desa untuk mengalokasikan anggaran," kata Dwi Herawati. 

Sekretaris Dinpermades Purworejo, Titik Mintarsih mengatakan Posyandu selama ini lebih banyak digerakkan oleh kaum wanita. Padahal, seharusnya kaum pria juga bisa terlibat didalamnya. 

"Masyarakat menganggap jika posyandu itu jadi tanggung jawabnya kaum wanita. Padahal tidak, karena pria juga akan menjadi bagian dari keberadaan Keluarga Siaga," kata Titik. 

Pihaknya mengaku akan mendorong keterlibatan aktif kaum pria dalam Posyandu. Layanannya sendiri selama ini memang menonjol dimana mereka melakukan banyak kegiatan yang melibatkan semua kelompok umur masyarakat. 

"Posyandu kan mulai dari balita sampai lansia ada didalamnya. Kita tahu eksistensinya di desa seperti apa. Dengan berdiri sendiri tentunya akan lebih leluasa," imbuh Titik. (*)

Berita Terpopuler

Inovasi Pelayanan Publik Peserta Diklat Dilaunching Bersama
News

Inovasi Pelayanan Publik Peserta Diklat Dilaunching Bersama

Rabu, 08 Juni 2022

Inovasi Pelayanan Publik Peserta Diklat Dilaunching Bersama


Ketua Hipprada Kabupaten Purworejo Dilantik
News

Ketua Hipprada Kabupaten Purworejo Dilantik

Rabu, 22 Juni 2022

Ketua pengurus cabang Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada) Kabupaten Purworejo Hj Piyani SPd ....


Sejumlah PKL Ditertibkan
News

Sejumlah PKL Ditertibkan

Senin, 13 Juni 2022

Tim gabungan empat Dinas instansi Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan operasi penertiban pada s....