News

43 Jolen Semarakkan Tradisi Jolenan Somongari

Empat puluh tiga jolen yang dipersembahkan 23 pedukuhan yang ada di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing mewarnai rutinitas dua tahunan Jolenan, Selasa (15/10). Event budaya di tempat kelahiran Pencipta Lagu Indonesia Raya ini menyedot perhatian pengunjung dimana mereka rela berdesakan untuk bisa menyaksikan arak-arakan yang menempuh rute sekitar 2 kilometer tersebut. 

Tradisi turun temurun yang tetap dijaga kelestariannya itu memang layak menjadi tontonan masyarakat. Warga rela mengeluarkan aneka bentuk makanan sebagai ungkapan terima kasih dan berharap kelancaran rejeki akan senantiasa mengalir. 

Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM yang berhalangan hadir mewakilkan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo AP, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi berkesempatan hadir secara pribadi. Tampak pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Agus Ari SSos MM beserta perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Purworejo. 

Ketua Panitia Jolenan, Suyono menyampaikan jika Jolen memiliki pesan mendalam dimana mengajak masyarakat agar Ojo Lalen atau tidak lupa dengan Sang Pencipta maupun tidak lupa akan kampung halamannya. Praktis, dalam kesempatan Jolenan, warga asli Somongari yang tersebar di berbagai wilayah berusaha untuk menyempatkan pulang ke kampung halaman mereka. 

"Sebenarnya setiap pedukuhan, masing-masing mengeluarkan 2 jolen. Tapi karena berbagai hal, maka tidak bisa seluruhnya mengeluarkan secara utuh sehingga total ada 43 jolen," kata Suyono. 

Secara detail, Suyono mengaku jika tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali jolen itu digelar. Kakek buyutnya sendiri pernah menyampaikan jika tradisi itu sudah dilakukan sejak dulu kala. 

"Kalau dulu sebenarnya sebatas membawa makanan ke balai desa dan melakukan selamatan bersama. Baru di tahun 1970an, selamatan itu diubah konsepnya menjadi seperti sekarang ini," tutur Suyono.

Jolen yang berisikan aneka makanan mulai dari tumpeng, ayam panggang, jadah (ketan), sayur dan lauk tidak dikemas dalam bentuk yang permanen. Sebagai pemanis, biasanya masyarakat akan menempatkan aneka makanan yang berupa bahan makanan atau makanan matang di luar jolen. 

Bupati Purworejo, Agus Bastian dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo mengatakan nguri-uri budaya bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Namun hal itu bisa dilakukan di desa yang mejadi kampung halaman Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ini. 

"Konsistensi dan totalitas warga Somongari dalam menggelar tradisi ini layak diacungi jempo," kata Agung. 

Jolenan saat telah menjadi kalender rutin Pemkab Purworejo dalam salah satu bentuk budayanya. Itu tidak saja jadi ikon desa setempat namun juga Purworejo dan Jawa Tengah. "Pemerintah Pusat juga mengakuinya dengan memberikan anugerah warisan budaya tak benda untuk tradisi ini," tutur Agung. 

Agung memaparkan jika Bupati berharap agar tradisi itu bisa dikemas dan dikelola dengan lebih baik lagi. Hal itu akan menjadi sebuah daya tarik wisata unggulan. Ini sejalan dengan program Pemerintah yakni Romansa Purworejo atau tahun kunjungan wisata 2020. 

Secara pribadi Agung menjelaskan jika wisata budaya di Somongari itu merupakan salah satu paket wisata yang ditawarkan oleh Purworejo. Paket yang ada nantinya lebih banyak di lingkup Kecamatan Kaligesing yang memiliki beragam obyek wisata alam. 

"Kita akan terus mendorong dan menjual paket-paket wisata yang ada. Setidaknya dari target 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara melalui YIA dalam satu tahun, kita bisa mendapatkan bagian dari hal itu," tutur Agung. 

Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi mengatakan perlunya banyak dukungan untuk event budaya yang ada di Somongari. Seperti halnya Bupati, Dion melihat adanya keserasian dan kebersamaan yang terus dijaga oleh masyarakat. 

"Tanpa ada kebersamaan, niscaya acara yang sedemikian apik ini bisa terselenggara secara rutin dan semakin baik," kata Dion. (*)

Berita Terpopuler

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning
News

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning

Rabu, 22 Juli 2020

Positif Tembus 100 Orang, Gugus Tugas Beri Warning


Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi
News

Kasus Positif Bertambah, Pasar Suronegaran Akan Disterilisasi

Kamis, 16 Juli 2020

Juru Bicara Protokol Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin Sp THT KL mengungkapkan, jumla....


Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
News

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2020

Positif Covid-19 Tambah 15 Orang, Masyarakat Wajib Jalankan Protokol Kesehatan