News

Reresik Sumur Pitu Bisa Dilestarikan

Tradisi Reresik sumur pitu yang baru dua kali digelar dalam dua tahun, sudah banyak menarik perhatian. Bahkan tidak hanya disaksikan warga masyarakat Kelurahan Cangkrep Kidul saja, namun masyarakat sekitarnya juga turut berbondong-bondong meramaikan tradisi itu. Tradisi yang diawali kirab tersebut, diapresiasi Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH yang langsung menghadiri dilokasi dekat sumur pitu.

            Dalam sambutannya Hj Yuli Hastuti mengatakan,  menyongsong keberadaan bandara pesawat udara dan kawasan Borobudur, Kabupaten Purworejo terus menggali potensi yang dimiliki. Menyusul diluncurkannya branding Romansa Purworejo 2020, yang mendapat atensi sangat positif dari masyarakat. Ini dibuktikan bermunculannya destinasi-destinasi wisata baru di berbagai desa di seluruh pelosok Purworejo.

            “Seperti tradisi Reresik Sumur Pitu yang memiliki cerita yang menarik keberadaan sumur pitu. Saya berharap budaya dan tradisi reresik sumur pitu ini, supaya dilestarikan. Tentu dengan terus melakukan inovasi kemasan yang dapat mendatangkan wisatawan baik lokal maupun wisatawan dari daerah lain,” ujar Hj Yuli Hastuti, yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo SSTp, Kabag Humas dan protokol Anas Naryadi SE MM, dan Forkopimda.

Tradisi diawali dengan prosesi kirab mulai dari balai kelurahan menuju sumur pitu sekitar 200 meter. Pasukan kirab terdiri urutan di barisan depan prajurit, sanggar kidung rinonce, Hapsara dan Hapsari, tokoh masyarakat serta gunungan buah. Selain itu juga dimeriahkan dengan barisan tetabuhan yang dibawakan drumband sekolah, rombongan Padepokan Pencak Silat Tri Susila dan Kuda Kepang Pandan Sari.  Kemeriahan semakin terlihat, dengan dilakukannya kirab balik dan perebutan tumpeng buah.

Setelah sampai di lokasi Sumur Kemloko yang terdapat 7 sumber mata air, lalu tokoh-tokoh masyarakat melakukan Jamasan Kuda Kepang dan pengambilan air dari 7 sumber sumur itu. Kemudian air dibawa ke Laboratorium Alam yang berada tidak jauh dari kompleks sumur Pitu. Di lokasi itu dilakukan pula jamasan yang dimandegani perangkat desa dan diteruskan masyarakat.

Sementara itu Ketua penyelenggara kirab budaya Teguh Suyono menjelaskan, peristiwa budaya ini tidak berangkat dari sebuah legenda atau cerita tentang terjadinya sesuatu. Tapi tercipta karena keprihatinan melihat keberadaan sumur yang sesungguhnya mempunyai keunikan tetapi kurang diperhatikan kelestariannya. “Maka, reresik atau bersih-bersih ini bermakna mengajak segenap warga untuk bersama menjaga kelestarian sumur. Dengan bersatunya tujuh mata air itu semoga dapat mempersatukan tujuh wilayah Cangkrep,” jelasnya.

Menurutnya, sumur-sumur di kelurahan Cangkrep Kidul sangat unik dan mistis. Ada 7 sumur di antaranya Sumur Kemloko, Sumur Pancur, Sumur Buthek, Sumur Planangan, Sumur Tengah, Sumur Pandansari, Sumur Lanang dan Sumur Wedok. Air dari sumur Kemloko konon dipercaya untuk obat dan Sumur Pandan sebagai sarana awet muda. Banyak wisata luar daerah yang datang di area sumur itu, seperti Jogja, Jakarta datang untuk mengambil manfaat sumur itu.

Kirab budaya dan reresik sumur Pitu tersebut, juga menjadi salah satu bagian Kemah Budaya Nusantara mulai 2 hingga 5 Agustus. “Beberapa acara lain yang juga melibatkan masyarakat luas yakni sarasehan budaya, lomba mewarnai, workshop seni peran, pentas monolog, dan kesenian tradisional,” katanya.

 

 

 

Berita Terpopuler

Putus Penyebaran Covid-19, Pemkab Tutup Area Alun-alun Purworejo
News

Putus Penyebaran Covid-19, Pemkab Tutup Area Alun-alun Purworejo

Minggu, 22 Maret 2020

Dinas Pariwisata dan Budaya (Dinparbud) Kabupaten Purworejo sementara menutup seluruh area Alun-alun....


Purworejo Nyatakan Tanggap Darurat Covid-19
News

Purworejo Nyatakan Tanggap Darurat Covid-19

Jumat, 27 Maret 2020

Kabupaten Purworejo dinyatakan Tanggap Darurat Covid-19 terhitung mulai tanggal 28 Maret 2020 pukul ....


Purworejo Belum Ada Suspek Corona
News

Purworejo Belum Ada Suspek Corona

Kamis, 12 Maret 2020

Purworejo Belum Ada Suspek Corona