News

Masyarakat Diminta Tinggalkan Sampah Pola Lama

Masih ditemukan di masyarakat yang mengelola sampah dengan pola lama. Yakni dengan penanganan akhir melalui cara “kumpul-angkut-buang” ke tempat pembuangan akhir (TPA). Tentu pola ini sudah saatnya ditinggalkan. Paradigma baru sesuai Undang-Undang No 18/2008, memandang sampah sebagai sumberdaya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan.

Hal tersebut ditegaskan Wakil bupati Yuli Hastuti SH pada kegiatan World Clean Up Day (Gerakan Pungut Sampah) yang dipusatkan di Kutoarjo Sabtu (21/9). Turut mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo Bambang Setiawan SSos MSi, perwakilan Kodim, Polres, Camat Kutoarjo, dan dinas instansi terkait.

Lebih lanjut Yuli Hastuti mengatakan, sampah bisa dimanfaatkan misalnya untuk kompos, energi, bahan bangunan maupun sebagai bahan baku industri, sedangkan yang dibuang seharusnya sampah yang benar-benar sudah tidak dapat dimanfaatkan, karena tidak mempunyai nilai ekonomi. “Ini yang harus terus disosialisasikan ke masyarakat, sehingga bisa dimengerti,” harapnya.

Dikatakan, pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dari hulu, sejak sebelum dihasilkan dari produk yang berpotensi menjadi sampah, sampai ke hilir yakni pada fase produk sesudah digunakan sehingga menjadi sampah, yang kemudian dikembalikan secara aman ke media lingkungan. Konsep ini biasa disebut dengan 3 R yaitu Reduce (pengurangan), Reuse (penggunaan kembali), Recycle (daur ulang), dengan menggunakan paradigma baru penanganan sampah (kumpul-pilah-olah-angkut).

Gerakan pungut sampah lanjut Yuli Hastuti, merupakan tindakan sosial yang memiliki beberapa nilai. Diantaranya melatih mental yang biasanya bersikap apatis, malu, dan gengsi memungut sampah setempat menjadi peduli terhadap lingkungan yang bebas dari sampah. Sehingga pada akhirnya kepedulian tersebut akan menjadi terbiasa dan diterapkan dimanapun ia berada tanpa menunggu intruksi dari siapa. Selain itu juga melatih kesadaran, bahwasanya lingkungan bersih itu sangatlah penting untuk masa depan yang lebih baik.

Yuli Hastuti berharap, untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat tentunya dibutuhkan kerjasama semua pihak. Dalam menciptakan lingkungan bebas dari sampah misalnya, selain terus meningkatkan sarana dan prasarana kebersihan, kita juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui komunitas-komunitas peduli lingkungan yang ada di tiap wilayah. Juga memaksimalkan bank-bank sampah serta pengelolaannya melalui daur ulang sampah. Dengan keterlibatan dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat, maka lingkungan bersih dan sehat yang kita idam-idamkan akan dapat terwujud.

Sementara itu Bambang Setiawan dalam laporannya mengatakan, kegiatan gerakan pungut sampah diikuti sekitar 500 orang. Tujuan kegiatan ini untuk edukasi dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang benar. Masing-masing peserta dalam memungut sampah dibagi dalam empat titik kumpul yang berakhir di depo sampah Kutorajo untuk melakukan penimbangan hasil pungutan sampah. Hasilnya sampah yang dipungut dalam waktu sekitar 1,5 jam itu mencapai 722 kilogram. Sampahnya terdiri plastik, kaleng , kertas, doos dan  besi berupa paku.

Berita Terpopuler

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco
News

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco

Kamis, 19 September 2019

pemerintahan


Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44
News

Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44

Selasa, 01 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM hadir dalam peringatan HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44, Se....


Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan
News

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan

Rabu, 09 2019

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan