News

Peluang Kerja Di Jepang Agar Dimanfaatkan

Wakil Bupati Yuli Hastuti SH mengingatkan, setiap ada peluang kerja agar dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya ketika ada pemagangan  di Jepang. Makanya dengan adanya sosialisasi ini, sebagai wahana untuk memberikan informasi mengenai pemagangan di luar negeri khususnya di Jepang. Sehingga warga masyarakat yang tertarik untuk ikut magang di luar negeri, bisa memperoleh informasi sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

Ungkapan tersebut disampaikan pada kegiatan sosialisasi pemagangan Jepang di Pendopo rumah dinas Wabup di Kutoarjo pada Rabu siang (18/9). Hadir Asisten administrasi dan kesra Drs H Pram Prasetyo Achmad MM, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Purworejo H Gatot Suprapto SH, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sukmo Widi Harwanto SH MM, dan Direktur PT OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima yang didampingi Pranyoto dan Ani Rahayu.        

Lebih lanjut YuI Hastuti mengatakan, Indonesia tengah dihadapkan pada sejumlah tantangan ketenagakerjaan seperti pengangguran dan ketidakberpihakan kualitas angkatan kerja. Menjawab tantangan tersebut, pemerintah terus mengenjot percepatan peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan vokasi seperti program pemagangan. “Melalui program pemagangan, akan membentuk mental, perilaku kerja, dan kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja, sehingga hal tersebut menjadi modal yang sangat penting bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan atau bekerja secara mandiri,” ujarnya.

Dikatakan, pemagangan ke luar negeri merupakan bagian dari sistem pelatihan kerja yang harus dilaksanakan secara utuh dan terpadu dibawah bimbingan pengawasan instruktur yang berpengalaman dalam proses barang dan atau jasa dalam rangka menguasasi ketrampilan dan keahlian tertentu. Program pemagangan luar negeri harus mempertimbangkan aspek perlindungan asuransi kecelakaan, fasilitas keselamatan dan kesehatan selama mengikuti magang  diluar negeri.

“Sehingga penyelenggara magang keluar negeri harus memiliki izin dari instansi di bidang ketenagakerjaan yang telah diatur oleh Kementrian Ketenagakerjaan, yakni terdiri dari LPK Swasta, Perusahaan, Instansi Pemerintah dan Lembaga Pendidikan. Saya berharap kepada seluruh peserta sosialiasasi, agar dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh informasi lengkap terkait program magang luar negeri,” harap yuli Hastuti.

Sementara itu Gatot Suprapto dalam laporannya menjelaskan, kegiatan sosialisasi diikuti 240 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah SMA/SMK/MA beserta alumni se Kabupaten Purworejo, Direktur dan Rektor Perguruan Tinggi se Purworejo beserta alumni, perwakilan kabupaten kota se eks karisedan Kedu. Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang tata cara dalam pemagangan di Jepang.

Sedangkan Direktur PT OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima mengharapkan, ada kerjasama yang baik antara alumni dari keperawatan dan alumni SMA?SMK/MA untuk dapat mengikuti pemagangan di Jepang. Karena di Jepang memang dibutuhkan pemagangan dari berbagai negara termasuk dari Indonesia. Tentu juga harus memiliki komptensi dan keniatan kerja yang tinggi.

“Kami tunggu alumni-alumni dari Purworejo ini, untuk dapat ikut proses pemagangan di Jepang. Bahkan yang sudah punya pengalaman pemagangan di Jepang, bisa melanjutkan kerja di Perusahaan Indonesia yang kerjasama dengan Jepang,” ujarnya. 

 

 

Berita Terpopuler

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco
News

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco

Kamis, 19 September 2019

pemerintahan


Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44
News

Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44

Selasa, 01 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM hadir dalam peringatan HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44, Se....


Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan
News

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan

Rabu, 09 2019

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan