News

Desa Bermasalah, Segera Selesaikan

Wakil Bupati Yuli Hastuti SH mengatakan,  pelaksanaan kegiatan di desa juga dituntut pengadministrasian yang tertatur. Tidak hanya menyangkut kegiatan pembangunan tapi semua kegiatan. Apalagi yang berkaitan dengan anggaran baik dari penganggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun yang lain. Sekecil apapun penggunaan anggaran, tentu sudah menjadi kewajiban untuk dipertanggungjawabkan.

“Jika masih ada desa yang bermasalah dengan administrasi keuangan, maka saya mohon untuk segera diselesaikan,” harap Yuli Hastuti pada kegiatan pembukaan pembekalan Kepala Desa baru hasil Pilkades Serentak 2019 pada angkatan kedua yang diikuti 117 kepala desa, di Hotel sanjaya Inn pada Senin (9/9). Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Agus Ari Setyadi SSos, Ka Dinkes Dr Sudarmi MSi, Kabid kapasitas kelembagaan administrasi dan Sistem Informasi Desa Bagas Adi Karyanto SSos MM sejumlah Camat, dan dinas instansi terkait.

Lebih lanjut Yuli Hastuti mengatakan dengan masih adanya desa yang bermasalah, upaya Pemerintah Kabupaten terus melakukan pembinaan kepada desa bersangkutan. Harapannya bisa menutup kekurangan dengan melengkapi administrasi. “Saya sangat memantau desa yang ada masalah, bahkan saya terus mensuport desa untuk dapat diselesaikan dengan baik. Maka agar desa segera menindaklanjuti sesuai peraturan. Termasuk jika harus mengembalikan, tolong usahakan untuk mengembalikan. Saya inginnya semua desa aman, tidak ada yang sampai berurusan dengan hukum,” tandasnya.

Pengalaman adanya beberapa desa yang bermasalah lanjut Yuli Hastuti, agar dijadikan pelajaran bagi Kepala Desa yang baru. Pemerintahan desa di era sekarang sudah sangat berbeda. Pemerintah desa menjadi pusat pengembangan pembangunan baik SDM maupun infrastruktur. Maka banyaknya bantuan anggaran yang diturunkan ke desa menjadi sorotan masyarakat. “Ada kunci yang bisa menjadi pegangan yakni Bapak Ibu Kepala Desa, jangan memegang uang sendiri, tapi serahkan kepada bendahara keuangan. Kalau ini bisa dilakukan, pasti aman,” harapnya.   

Yuli Hastuti menambahkan, selain itu juga diharapkan dalam melaksanakan program kegiatan dan penggunaaan anggaran harus transparan. Dengan keterbukaan dan berkoordinasi dengan pihak terkait di desa, maka pembangunan  dan penyelenggaraan pemerintahan desa akan berjalan baik yang  tentu harus sesuai dengan peraturan.

Sementara itu Kadinpermasdes Agus Ari Setyadi SSos melalui Kabid kapasitas kelembagaan administrasi dan SID Bagas Adi Karyanto SSos MM dalam laporannya mengatakan, pembekalan Kades untuk tahap 2 ini diikuti 117 kepala desa. Tujuan pembekalan ini, untuk memberikan pemahaman kepada kepala desa yang baru terkait tugas pokok dan fungsi kepala desa dalam penylenggaraan pemerintahan desa.Pembekalan selama tiga hari sampai besok Rabu. Sedangkan Materi pembekalan antara lain tentang manajemen pemerintahan desa, pengelolaan keuangan dan aset desa, administrasi pemerintah desa, Perencanaan pembangunan desa, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, serta pengetahuan tentang perpajakan.

 

Berita Terpopuler

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo
News

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo

Rabu, 06 November 2019

Hari Pahlawan tingkat Jateng dipusatkan di Purworejo


Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia
News

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia

Senin, 11 November 2019

Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Wareng Kecamatan Butu....


Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng
News

Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng

Kamis, 07 November 2019

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sholallahu â€Â&Acir....