News

Hindari Terjadinya Pernikahan Anak

Masih sering adanya pernikahan anak dibawah umur menjadikan keprihatinan, sehingga dilakukan upaya untuk menghindari terjadinya pernikahan anak di wilayah Kabupaten Purworejo. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) pencegahan pernikahan anak di Pendopo KabupatenPurworejo.

Rakor dibuka Bupati Purworejo yang diwakili  Kabag Kesejahteraan rakyat (Kesra) Setda Drs Fatkhurohman MM. Dalam sambutannya Faturahman mengatakan, pernikahan anak dapat mengakibatkan kerentanan sosial yang sangat kompleks, baik dari sisi ekonomi, kematangan psikososial, kesehatan, dan kualitas generasi penerusnya. “Sehingga kita wajib memutus mata rantai tersebut, untuk mewujudkan masyarakat dan keluarga yang sejahtera,” ujarnya.

Dikatakan, pencegahan pernikahan anak dimulai dari lingkungan terdekat dengan dukungan para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dengan demikian, bisa saling mengingatkan untuk melaksanakan pengasuhan dengan komunikasi yang baik. Selain itu juga mendorong terwujudnya tanggung jawab anak untuk meraih cita-cita yang setinggi-tingginya. Pemenuhan hak anak menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan keluarga. Dengan terpenuhinya hak anak diharapkan anak-anak sebagai penerus dapat menjadi generasi yang lebih berkualitas dan tanggungjawab.

Meski demikian lanjut Faturahman, berbagai tantangan dihadapi oleh para orangtua karena pengaruh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, pergeseran budaya, maupun akibat pergaulan yang salah. Kondisi tersebut menjadikan upaya untuk mendampingi, mendidik dan memotivasi anak agar tumbuh menjadi anak-anak yang diharapkan, menjadi terasa semakin berat. Kegiatan rapat koordinasi pencegahan pernikahan anak ini merupakan salah satu upaya agar angka kemiskinan semakin menurun, salah satunya dengan menjaga agar anak-anak tidak melaksanakan pernikahan sebelum umur yang ideal dan memiliki bekal hidup yang memadai.

“Hal tersebut dilandasi pemikiran bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu atau dari keluarga yang tidak utuh, memiliki potensi tidak memperoleh pendidikan yang layak, sehingga mengakibatkan kondisi sosial ekonomi  mereka tidak lebih baik dari orang tuanya” tandas Faturhaman.

Sementara itu Ketua Panitia yang juga Kasubag Kesehtan KB dan Pemberdayaan Kesra, Drs Hanafi mengatakan, diselenggarakannya rapat koordinasi ini bertujuan antara lain sebagai pedoman bagi perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait pelaksanaan pencegahan pernikahan anak di Kabupaten Purworejo. Juga sebagai upaya melindungi hak-hak anak yang terampas apabila melakukan pernikahan anak yang akan mengakibatkan kesakitan, kecacatan, dan kematian serta ketidakbahagiaan

Rakor yang diikuti para guru BP SMP/MTs, SMA/SMK, MA, pengurus OSIS SMP/MTs, SMA/SMK/MA, Forum Komunikasi Anak Kabupaten Purworejo (Forkare), dan PKK, tersebut juga digelar dialog. Pertanyaan yang muncul yakni bagaimana jika masih sekolah dilamar untuk menikah. Menanggapi itu Drs KH Farid Solihin MPd selaku narasumber menjelaskan, tentu harus memberikan jawaban dengan santun yang bisa diterima, jangan menyakitkan. Misalnya bisa disampaikan agar menunggu dulu sampai lulus sekolah.

Berita Terpopuler

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo
News

Upacara Hari Pahlawan Tingkat Jateng Dipusatkan Di Purworejo

Rabu, 06 November 2019

Hari Pahlawan tingkat Jateng dipusatkan di Purworejo


Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia
News

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia

Senin, 11 November 2019

Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Wareng Kecamatan Butu....


Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng
News

Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng

Kamis, 07 November 2019

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sholallahu â€Â&Acir....