News

Desa Miskin Dilatih Membatik Ecoprint

 Sejumlah Desa yang masih tercatat miskin terus dijadikan sasaran program untuk memajukan masyarakat menjadi terampil menuju pada kesejahteraan ekonomi. Seperti yang diprogramkan TP PKK Kabupaten Purworejo, dengan melibatkan para kader TP PKK dari desa miskin yang langsung dilatih keterampilan, membatik dengan teknik ecoprint.

            Kegiatan yang dikemas dalam pelatihan ecoprint dengan tema meningkatkan seni melalui pelestarian budaya lokal itu, dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Ny Hj Fatimah Verena Prihastyari SE dikantor PKK kabupaten. Hadir pula Sekretaris Dinpermasdes Dra Titik Mintarsih MPd, dan pengurus TP PKK Pokja III Ny Rahyuning Roeswarjito, Ny Sri Bandu, juga menyusul hadir Ny Dra Erna Setyowati Said Romadhon.

             Fatimah Verena Prihastyari dalam sambutannya mengatakan, pelatihan membatik ecoprint ini tentu akan mengajak masyarakat semakin mencintai batik, apalagi Purworejo juga memiliki batik khas. Kalau membatik ecoprint ini bisa dipadukan dengan batik khas Purworejo tentu sangat bagus sekali, bahkan akan bisa menjadi unggulan. Membatik ecoprint selain membuatnya mudah juga memanfaatkan pepohonan yang ada dilingkungan.

            “Tentu saja harus memperhatikan lingkungan jangan sampai daunnya gundul karena habis dipetik untuk membatik, tapi juga harus dipelihara dan menanam pohon. Yang penting setelah mendapatkan ilmu membatik ecoprint, ada tindaklanjutnya. Tidak hanya sekedar membatik tetapi juga harus mempunyai kreatiftas, sehingga hasil ciptaannya bisa memiliki nilai jual. Sehingga tujuan untuk kesejahteraan masyarakat desa dapat terwujud,” harap Fatimah.

            Menurutnya, membatik ecoprint dapat mendatangkan pendapatan ekonomi yang cukup bagus. Bahkan satu batik ecoprint dengan ukuran dua meter harganya bisa mencapai antara Rp.300 ribu hingga Rp.900 ribu. Tentu ini peluang usaha yang harus disambut dengan baik. Termasuk dapat berkolaborasi dengan Dekranasda yakni dengan mengikutkan hasil batik ecoprint dalam setiap pameran.  

            Titik Mintarsih mengatakan, dalam menuju kesusksesan harus didasari dengan planing, niat dan semangat. Salah satunya dalam mengembangkan batik ecoprint ini, pasti akan ada peluang usaha. Apalagi sekarang desa miskin mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Hampir setiap program ada prioritas untuk mengentaskan kemiskinan terutama di desa miskin. “Maka harus ditangkap peluang membatik dengan kemauan dan telaten, dalam menerapkan dimasing-masing desa, sehingga akan berdampak positif dalam hal kesejahtaraan,” ujar titik.

            Sementara itu, Rahyuning Roeswarjito menjelaskan, peserta yang mengikuti diutamakan dari desa miskin yakni sejumlah 50 orang dari 16 kecamatan. Masing-masing peserta merupakan kader TP PKK desa yang nantinya dapat menularkan ilmunya kepada anggota PKK dimasing-amsing desa. Tujuannya untuk melatih ketrampilan membatik yang mudah dan dengan modal yang murah, namun memiliki nilai jual tinggi.

            Sedangkan cara pembuatannya yakni plastik dengan panjang dan lebar sesuai kebutuhan sebagai dasar lalu diatasnya dibentangkan kain putih polos. Setelah itu pada setengahnya kain putih  ditata daun-daun sesuai keinginan, lalu setengahnya kain putih ditutupkan. Kemudian kain dipukul-pukul menggunakan benda pemukul atau yang lainnya untuk dapat menghasilkan replika daun seperti aslinya. Setelah itu dijemur dan dibersihkan daunnya kemudian direndam dengan air kapur atau tawas sekitar 15 menit lalu dicuci menggunakan sabun, Untuk pewarnaan bisa dilakukan sebelum atau sesudahnya, sesuai kebutuhan.

Berita Terpopuler

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco
News

Wabup Respon Bantuan Mesin Rem PT Chemco

Kamis, 19 September 2019

pemerintahan


Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44
News

Bupati Hadiri HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44

Selasa, 01 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM hadir dalam peringatan HUT SMP Negeri 8 Purworejo yang ke 44, Se....


Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan
News

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan

Rabu, 09 2019

Festival Budaya Lokal, Kemasan Baru Merti Desa Kemanukan