News

Kesenian Hadroh Perlu Dilestarikan

Wakil Bupati Yuli Hastuti SH mengatakan, kesenian Hadroh tidak saja sebagai budaya Islami namun juga sebagai media dakwah, untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran agama Islam. Sehingga kesenian Hadroh sangat perlu untuk dilestarikan. Apalagi sebagai produk budaya lokal harus tetap bisa tumbuh baik di negeri sendiri.

“Karena di tengah arus perubahan dan pengaruh budaya barat, tidak menutup kemungkinan seni hadroh sebagai salah satu seni budaya bangsa yang Islami, lambatlaun akan ditinggalkan masyarakat. Karena itu, perlu kiranya dilakukan pelestarian oleh seluruh komponen masyarakat khususnya umat Islam, termasuk melalui kegiatan-kegiatan seperti Gebyar Hadroh ini,” tandas Yuli Hastuti saat membuka gebyar hadroh se Kecamatan Banyuurip yang diselenggarakan TP PKK  Banyuurip.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Golok Banyuurip tersebut juga dihadiri Camat Banyuurip Tri Wahyu Wulansari, Forkopimcam, Kepala Desa Golok Eko Surahmanto, dan semua Kades dan TP PKK se Kecamatan Bbanyuurip.

Lebih lanjut Yuli Hastuti mengatakan, dalam era globalisasi saat ini, seni budaya asing yang kurang sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, seringkali menggerus seni budaya lokal yang ada dan telah lama berkembang ditanah air. Banyak kebudayaan lokal yang tidak mampu menjadi tuan rumah di tengah persaingan kebudayaan yang berkembang pada masa kini.

Sebaliknya kata Yuli Hastuti, beberapa produk-produk kebudayaan asli Indonesia yang seakan mati suri di negeri sendiri, justru berkembang dan diapresiasi dengan baik di negeri asing, sehingga tidak sedikit yang hendak diakui dan dipatenkan sebagai kebudayaan milik negara tersebut. “Dengan melihat fakta-fakta itu, sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban semua masyarakat, untuk terus menjadikan budaya sendiri sebagai kebanggaan dengan mencintai budaya sendiri dan melestarikan,” tuturnya.

Menurutnya, Seni Hadroh juga merupakan salah satu wahana untuk berdakwah, karena di dalamnya mengandung pesan-pesan moral dan keagamaan. Melalui seni yang merupakan sebuah bahasa universal dan  menghasilkan jiwa-jiwa yang lembut, dakwah yang dilakukan akan menghasilkan sikap keber-agama-an yang lembut dan santun.

Sementara itu Kepala Desa Golok Eko Surahmanto mengatakan, kegiatan gebyar hadroh ini merupakan kegiatan tahunan yang digerakkan TP PKK Kecamatan Banyuurip. Untuk tahun ini dilaksanakan di Desa Golok, yang diikuti semua grup hadroh. “Kami berterimakasih dilaksanakan disini sehingga masyarakat juga mengenal Desa Golok yang banyak aktifitasnya seperti adanya pasar,. Juga lapangan yang sering digunakan untuk iven besar salah satunya kegiatan Pramuka tingkat Jawa Tengah. Dengan dikenal harapannya desa Golok akan semakin maju,” ujarnya.

Ketua panitia menjelaskan gebyar hadroh ini sudah berlangsung 7 tahun. Penilaian didasrkan pada teknik vokal, lirik, keharmonisan dan penampilan. Diambil 6 kejuaraan, antara lain juara I dimenagkan Desa Wangunrejo, II Cengkawakrejo, dan juara III diraih desa Golok. Sedangkan juara Harapan I, II, dan III, diraih Kelurahan Kledung Karangdalem, desa Kertosono, dan Desa Pakisrejo. Untuk Piala Bergilir disabet Borowetan, Juara Faforit yang meraih desa Borowetan.

Berita Terpopuler

Tak Benar, Berita GTT Bergaji Rp 200 Ribu
News

Tak Benar, Berita GTT Bergaji Rp 200 Ribu

Kamis, 11 Juni 2020

Honor GTT Terendah Rp 600 ribu


Purworejo Bersiap Memasuki Aktifitas New Habit
News

Purworejo Bersiap Memasuki Aktifitas New Habit

Rabu, 10 Juni 2020

Pemkab Purworejo segera akan mengakhiri masa tanggap darurat Covid-19 pada 12 Juni 2020.


Positif Tambah Satu, Sembuh tambah Satu dan Dirawat Nihil
News

Positif Tambah Satu, Sembuh tambah Satu dan Dirawat Nihil

Kamis, 11 Juni 2020

Sehari pasca pernyataan pengakhiran masa tanggap darurat Covid-19, muncul kembali 1 kasus positif Co....