News

Kasus KDRT Meningkat Berarti Sosialisasi Maksimal

 Ungkapan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seperti fenomena gunung es, tentu mulai terbukti. Yakni dengan meningkatnya jumlah kasus KDRT. Tentu peningkatan jumlah korban yang melapor terjadinya KDRT, dikarenakan adanya program sosialisasi tentang penanganan KDRT yang dapat berjalan dengan maksimal. Sehingga kegiatan sosialisasi sangat membantu penyadaran masyarakat tentang pentingnya menempuh cara yang baik dalam menyelesaikan kasus KDRT.

            Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah Informasi Drs Yuli Arsianto  MM. Pernyataan itu disampaikan pada kegiatan  pelatihan konseling bagi pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Purworejo, di Rumah Makan Pangen.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinsosdukbpppa Kabupaten Purworejo bidang PPPA itu, juga dihadiri Kepala DP3AKB Dra  Retno Sudewi  Apt  MSi MM, Kepala Dinas Dukkbpppa dr Kuswantoro Mkes, Ketua P2TP2A Sri Susilowati SE, dan sebagai narasumber Drs Pram Prasetyo Achmad MM, dr Ika  Endah L SpKJ Mkes.

Lebih lanjut Yuli Arsianto mengatakan, selain sosialisasi sangat penting juga harus ada pendataan yang lengkap dan agar selalu ubdate. Seperti data yang masuk dalam Sistem informasi online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), yang merupakan aplikasi penanganan dan pendokumentasian korban kekerasan perempuan dan anak. “Maka dalam melakukan pendataan setiap bulan diperbaharui, supaya semua kasus bisa tersdminstrasi dengan baik dan lengkap,” jelasnya.

Yuli menambahkan, layanan Simfoni dalam penanganan kasus antara lain mencatat korban, didokumentasi, dilakukan asesmen, dan diberikan layanan sesuai kebutuhan, dan dirujuk.  P2TP2A memiliki jaringan kepolisian, Dinsos Rumah Sakit, LSM, dll. Sehingga dalam mennagani kasus melibatkan semua yang masuk dalam P2TP2A. Setiap pengaduan akan ditindaklanjuti dengan pelayanan kesehatan, rehabilitasi sosial, penegakan dan bantuan hukum, serta pemualngan dan reintegrasi sosial. Sedangkan bentuk-bentuk kekerasan meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi, dan lainnya seperti pemaksaan, pengekangan, intimidasi, ancaman, dll.

Sementara itu ketua penyelenggara Kabid PPPA Budi Rahayu SH MM mengatakan pelatihan ini diikuti 40 orang dari pengurus dan anggota P2TP2A Kabupaten Purworejo. Sedangkan tujuannya untuk meningkatkan pemahaman KDRT bagi calon konselor dan memberikan pemahaman dasar bagi calon konselor mengendalikan psikologi korban KDRT dan pelecehan seksual pada perempuan dan anak.

Menurutnya, KDRT dapat terjadi pada istri dan anak-anak serta mereka yang berada dalam lingkungan rumah tangga. Ini merupakan masalah yang yang sulit diatasi. Umumnya masyarakat mcnganggap perempuan dan anak-anak itu milik laki-laki. Dan masalah KDRT adalah masalah pribadi yang tidak dapat di campuri oleh orang lain. Di sisi lain, system hukum dan social budaya yang ada belum sepenuhnya menjamin perlindungan terhadap perempuan korban KDRT. Yang perlu dipahami perempuan dan anak mempunyai hak atas rasa aman, dan mendapatkan perlindungan dari ancaman, bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat.

“Masalah KDRT yang dulu dianggap ranah pribadi, sekarang menjadi tanggungjawab negara yang di atur dalam Undang-Undang No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga. “Oleh karena itu bidang PPPA mengadakan Pelatihan Tenaga Konseling untuk penanganan kasus KDRT dan kekerasan pada anak, untuk menekan jumlah korban KDRT,” ujar Budi Rahayu.

Berita Terpopuler

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia
News

Tabur Bunga di TMP Tentara Pelajar Wareng, Gubernur Ajak Hormati Pahlawan Siapapun Dia

Senin, 11 November 2019

Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Wareng Kecamatan Butu....


Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng
News

Peringati Maulid Nabi, Warga Ketepeng Watuduwur Bruno Sedekahkan Ratusan Ambeng

Kamis, 07 November 2019

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sholallahu â€Â&Acir....


Saba Desa, Bupati Makan Nasi Takir Bersama Warga Pamriyan
News

Saba Desa, Bupati Makan Nasi Takir Bersama Warga Pamriyan

Jumat, 22 November 2019

Saba Desa di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Purworejo, Rabu (20/11/2019), Bupati Purworejo Agus Bas....