News

DWP Latih Pemulasaran Jenazah

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas anggota DWP yang bertema peran DWP  dalam ketahanan keluraga, dan juga pelatihan pemulasaran jenazah. Kegiatan yang berlangsung sehari itu, dibuka Ketua DWP Ny Dra Erna Setyowati Said Romadhon, di kantor PKK kabupaten. Turut mendampingi ketua bidang pendidikan Ny Dra Titik Mintarsih Bambang MPd,  ketua bidang sosbud Ny Yuli Sutrisno, dan narasumber KH Ahmad Abdul Haq Pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Mustakim Desa Kalimiru Bayan, juga Zulfah Kirom SAg dari Kemenag.

            Dalam sambutannya Ny Erna Setyowati Said Romadhon mengatakan, pelatihan pemulasaran atau mengurusi jenazah perempuan terutama memandikan jenazah dan mengkafani tentu sangat penting untuk kita mengetahuinya. Pemulasaran jenazah perempuan, sebaiknya yang melakukan dari kalangan perempuan juga. Meskipun Pak Kaum juga boleh, tetapi akan lebih baik jika perempuan yang menangani. Maka ilmu tentang pemulasaran ini, agar dapat diimplementasikan dilingkungannya atau ditularkan kepada lingkungan masing-masing. “Sehingga ketika ada kematian jenazah perempuan, dapat ngecakke ilmu yang diperoleh terutama memandikan dan mengkafani,” ujarnya.

            Terkait peran DWP dalam ketahanan keluarga, Ny Erna Said mengingatkan anggota DWP untuk senantiasa menjadikan keluarga yang berkualitas dan harmonis untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera lahir juga batin. Sebagai pendamping suami dan sebagai Ibu dari anak-anak, tentu berupaya jadi Ibu yang kuat, sehat, dan teladan bagi keluarga. Apalagi Ibu seringnya sebagai tempat curhatnya suami juga anak-anak, oleh karena itu Ibu harus punya ilmunya.

            KH Abdul Haq memaparkan tentang keluarga sakinah mawadah warohmah. Dalam keluarga pasangan suami istri harus saling memahami karakter masing-masing. Suami butuh perhatian dan istri butuh kasih sayang. Maka pentingnya untuk saling menyenangkan, termasuk istri yang selalu menyejukkan kepada suami. Demikian juga dalam mendidik anak-anak harus diseimbangkan antara ilmu agama dan ilmu umum.  “Jangan jadikan uang itu segalanya, tapi sehat yang utama. Karena dengan jasmani dan rohani yang sehat, akan dapat beraktifitas. Ada kunci sakinah mawadah warohmah, yakni memiliki pasangan yang soleh solekhah, anak-anak soleh solekhah, sahabat yang soleh solekhah, dan rejeki di negeri sendiri,” tuturnya.

            Sementara itu Zulfah Kirom SAg menguraikan tentang pemulasaran jenazah yakni kwajiban sebagai muslim  setiap jenazah agar dimandikan, dikafani, disholatkan, dan dikuburkan. Kita sebagai wanita minimal bisa melakukan pemulasaran jenazah perempuan terutama memandikan, dan mengkafani. Dalam merawat jenazah prinsipnya tidak menyakiti jenazah, sehingga dalam melakukannya harus hati-hati. Memandikan dimulai menyiramkan air dari kepala dan membersihkan semua lubang telinga, hidung, dll. Jangan lupa sabun mandi, sampo, kapur barus yang digerus. Lalu kapur barus yang sudah dicampur air untuk yang paling terakhir dengan dimandikan diseluruh tubuh. Tujuannya agar tidak didekati serangga dan kuman pada jenazah tidak menular. Jika ada rambut yang rontok atau kuku yang dipotong, maka diikutkan dikubur.

Setelah bersih diwudhukan lalu mulai dikafani dengan kain putih. Pertama jenazah dibedaki, diberi minyak wangi, liptiks boleh namun tidak usah menor. Kemudian setiap lubang ditutup kapas, baru dikafani dan diikat dengan tali kain putih. Sebelum memandikan jenazah agar berwudhu terlebih dahulu, dan setelah selesai merawat jenazah dianjurkan untuk mandi. Ada hal penting antara lain sejak jenazah dimandikan hingga dikafani aurat harus tertutup kain dari mulai dada hingga lutut, yang memandikan diutamakan orang yang diwasiatkan, kalau tidak ada wasiat berarti saudara perempuan, atau siapapun seorang perempuan yang amanah. Artinya perempuan yang bisa memegang rahasia dan tidak menceritakan kondisi jenazah kepada orang lain. “Diusahakann jangan Pak Kaum yang merawat jenazah perempuan, maka agar diwajibkan bagi Bu Kaum untuk bisa melakukan pemulasaran jenazah,” jelas Zulfah.

Sedangkan Dra Titik Mintarsih MPd mengatakan, kegiatan ini diikuti 70 orang dari pengurus DWP dan pengurus unsur pelaksana DWP dari setiap unit. Kegiatan ini merupakan agenda bidang sosial budaya, juga bidang pendidikan, dengan  menghadirkan dua narasumber KH Abdul Haq dan Zulfah Kirom. Tujuannya agar anggota DWP dapat bermanfaat bagi lingkungannya seperti dalam hal pemulasaran jenazah. Paling tidak bisa menularkan ilmu kepada warga disekitarnya. “Terkait ketahanan keluarga, harapannya anggota DWP menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Perbaiki Kinerja Pelayanan, Bupati Rotasi Sejumlah Pejabat
News

Perbaiki Kinerja Pelayanan, Bupati Rotasi Sejumlah Pejabat

Rabu, 22 Mei 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM melantik dan mengambil sumpah 53 jabatan Administrator dan pejab....


Berikan Dukungan, Bupati Jenguk Layla
News

Berikan Dukungan, Bupati Jenguk Layla

Selasa, 21 Mei 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menjenguk Layla Putri Ramadhani (16) siswi kelas IX SMP Negeri 2....


Zakat Fitrah Lebih Baik Di Lingkungan Sendiri
News

Zakat Fitrah Lebih Baik Di Lingkungan Sendiri

Rabu, 22 Mei 2019

pemerintahan