News

Hardiknas Utamakan Pembangunan SDM

Kabupaten Purworejo memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menggelar upacara yang dipimpin Wakil Bupati Yuli Hastuti SH Dalam sambutannya Wakil Bupati yang membacakan amanat Menteri Pendidkan dan kebudayaan RI mengatakan,  perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya.

Pelaksanaan  upacara yang dipusatkan di alun-alun Purworejo pada Kamis pagi (2/4) tersebut, juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda Drs Said Romadhon, Ketua Kwarcab Purworejo, Ketua DWP, PKK, dan dinas instansi terkait.

Lebih lanjut Yuli Hastuti mengatakan, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 yakni “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan.” Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Dikatakan, melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif. “Maka atas nama pemerintah, disampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan dan kebudayaan, yang tak lelah memberikan inspirasi, membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya,” tandasnya.

Pada bagian lain dikatakan, terkait Pemilu bangsa Indonesia berhasil melewati tahap puncak perhelatan Pemilu serentak pada 17 April lalu. Kini prosesnya masih berlanjut menuju penentuan akhir tanggal 22 mei 2019. Dilihat dari sudut pandang pendidikan, di dalam Pemilihan Umum harus terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara. Proses belajar pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan.

Secara terpisah Sekda Drs Said Romadhon mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya guru melalui dua jalur yakni tugas belajar dan ijin belajar dengan persyaratan yang diketentuan. Selain itu banyak sekali peningkatan kapasitas yang secara teknis seperti pengelolaan kelas, pendidikan kepala sekolah, dll. “Dan di penddidikan serba bersertifikasi, tidak boleh asal-asalan, semuanya sertifikasi. Maka guru sejak awal sudah kita lantik, jadi pejabat fungsional,” tutur Sekda.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sukmo Widi Harwanto SH MH menjelaskan, upacara diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai unsur pendidikan seperti jajajaran guru, PGRI, anak-anak sekolah, Kodim, kepolisian, dan unsur pendidik. Selain upacara juga dilaksanakan ziarah di Taman makam Pahlawan Projo Handoko Loyo. Sedangkan terkait infrastruktur dalam hal ini masih ada beberapa kekurangan. Tterutama sekolah SD, SMP, juga PAUD, yang memang perlu ada sentuhan kusus. “Saat ini di DPRD sedang digodok Perda tentang pengelolaan penddidkan. Saya sangat berharap Perda ini bisa segera selesai, karena menyangkut alokasi anggaran juga kewajiban pemerintah daerah untuk mencukupi anggaran bidang pendidikan,” jelas Sukmo.  

Berita Terpopuler

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi
News

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi

Selasa, 18 Juni 2019

pemerintahan


Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa
News

Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa

Rabu, 19 Juni 2019

pemerintahan


Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja
News

Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja

Senin, 24 Juni 2019

pemerintahan