Seputar Pemerintahan

Bupati, Kapolres, Dandim Jadi Irup Bersama Apel Gelar Pasukan Pemilu 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangungsong SH SIK, Dandim 0708 Purworejo Letkol INF Muchlis Gasim SH MSi bersama-sama menjadi Irup Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pengamanan menghadapi Pemilu 2019 di alun-alun Purworejo, Jum’at (22/3).

Pada kesempatan itu juga dilakukan deklarasi netralitas TNI, Polri, dan ASN serta peserta Pemilu 2019. Usai Apel juga dilakukan pemeriksaan kendaraan yang akan digunakan dalam pengamanan rapat umum terbuka dalam tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Purworejo.

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangungsong usai apel menerangkan bahwa Polres Purworejo akan menurunkan sedikitnya 189 personel, khusus untuk pengamanan rapat umum terbuka atau kampanye. Jumlahnya akan ditambah saat dilakukan pemungutan suara karena mencapai 480 personel. 

"Kita meningkatkan pengawasan dan pengamanan untuk hadapai kampanye ini. Dan peserta kampanye kita arahkan juga mengikuti aturan yang ada. Jangan berusaha melanggar, karena kita juga siapkan tindakan tegas," kata Indra. 

Indra menegaskan, pihaknya akan melakukan pembubaran rapat umum terbuka jika penyelenggara rapat umum tidak memenuhi beberapa ketentuan yang telah ditetapkan. Pihaknya akan terus berkoodinasi dengan Bawaslu dalam menangani pelanggaran kampanye.

Dikatakan, ada banyak pengajuan ijin yang dilakukan secara mendadak. Sebagai contoh ada yang mengajukan ijin di malam hari sementara kegiatannya akan dilakukan di pagi harinya. Dirinya berharap untuk usulan pengajuan ijin rapat terbuka waktunya tidak mepet. 

Selain itu, ada beberapa kelengkapan kendaraan yang menjadi perhatiannya adalah pemanfaatan knalpot brong, tanpa helm, tanpa spion dan naik truk terbuka serta bonceng tiga. Peserta kampanye juga tidak diperkenankan membawa alat-alat lain yang berpotensi menimbulkan kerawanan. 

"Knalpot brong kita larang karena selama ini menjadi salah satu pemicu keributan," tambahnya. 

Bupati Purworejo Agus Bastian juga mengharapkan masyarakat memenuhi aturan yang berlaku. Tindakan arogan sebaiknya dihindarkan. Namun, dirinya yakin, di Purworejo hiruk pikuk kampanye bisa berlangsung tertib. Dia melihat masyarakat semakin dewasa sehingga bisa memilah antara yang baik dan buruk.

"Kalaupun harus kampanye ke jalan ya jangan membawa cutik atau pentingan dan sejenisnya. Itu nyebahi (menjengkelkan) banget," ujarnya. 

Berita Terpopuler

Bupati Mutasi dan Rotasi 27 ASN Pemkab Purworejo
Seputar Pemerintahan

Bupati Mutasi dan Rotasi 27 ASN Pemkab Purworejo

Jumat, 05 Juli 2019

Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemkab Purworejo menerima putusan mutasi dan promosi....