News

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah

Peringatan Hari Jadi ke 188 Kabupaten Purworejo,  merupakan peringatan yang pertama setelah dilakukannya revisi Perda Kabupaten Daerah Tingkat II Purworejo No.9/1994 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Purworejo, yang menetapkan tanggal 5 Oktober 901 sebagai Hari Jadi. Dalam aturan yang baru yakni Perda No. 1/2019, Hari Jadi Kabupaten Purworejo ditetapkan tanggal 27 Pebruari 1831 Masehi. Mudah-mudahan dengan adanya Perda baru ini, tidak ada lagi polemik dan perdebatan mengenai Hari Jadi Kabupaten Purworejo di masa-masa mendatang. Karena setelah dikaji bersama ahli sejarah, memang Hari jadi ke 188 ini yang paling sesuai.

Hal tersebut dtegaskan Bupati Agus Bastian SE MM. pada Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Purworejo dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-188 Kabupaten Purworejo Tahun 2019, di gedung DPRD Rabu (27/2). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Luhur Pambudi ST MM, juga dihadiri Forkopimda, Wakil Bupati Yuli Hastuti SH, Sekda Drs Said romadhon, dan semua unsur pimpinan beserta anggota DPRD, Kepala OPD, Ormas, dan tokoh masyarakat.

Penetapan tanggal 27 Februari 1831 M sebagai Hari Jadi, kata Bupati bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo dan masyarakat Kabupaten Purworejo dalam menyelenggarakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo. Disamping itu penetapan Hari Jadi Kabupaten Purworejo dengan mengambil momentum perubahan nama Brengkelan menjadi Purworejo, diharapkan dapat memantapkan jati diri dan melengkapi identitas serta sebagai motivasi bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam membangun daerah.

Menurutnya, penetapan Hari Jadi Purworejo pada saat nama Brengkelan dikukuhkan menjadi nama Purworejo menjadi salah satu aset yang mampu memiliki nilai aspek historis dan filosofis, karena nama Purworejo diistilahkan lain dengan sebutan “Awal kemakmuran”. Tentunya jika orientasi yang demikian sangatlah tidak mungkin bertentangan pada prinsip negara kesatuan berbentuk republik yang telah dicanangkan dalam konstitusi kita. Peristilahan lain dari Purworejo sebagai awal kemakmuran dapat mendorong pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah berorientasi ke depan. “Disamping itu, ikon sebagai awal kemakmuran tentunya sangatlah mampu memberikan tampilan yang jelas dalam promosi kepariwisataan di Kabupaten Purworejo,” papar Bupati.

Ketua DPRD Luhur Pambudi mengharapkan, peringatan hari jadi mengandung makna yang dalam dan tidak hanya sekedar mengenang sejarah. Namun untuk memanfaatkan hari jadi guna mengevaluasi, terutama tantangan pada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan perekonomian. Ini menjadi fokus kita bersama, untuk mewujudkan Purworejo yang Mulyo. Maka supaya terus berupaya memberdayakan potensi sumber daya alam dan sumber daya masyarakatnya.

“Kabupaten Purworejo dengan usia 188 tahun, agar semakin mantap dalam melaksanakan pemerintahan, juga perencanaan pembangunan yang terarah dengan merealisasikan pembangunan secara jelas, yang endingnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga kita seluruh masyarakat untuk bersatu padu menyongsong masa datang dengan penuh optimistis,” kata Luhur.

Dalam peringatan tersebut tampak berbeda dari sebelumnya, selain ada pemberian santunan untuk anak yatim, juga sebagai ungkapan rasa syukur dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati yang diserahkan kepada Ketua DPRD. Bahkan tumpeng yang disediakan jumlahnya 12 tumpeng yang kemudian dinikmati bersama dengan semua yang hadir. Selain itu juga menampilkan paduan suara dari SMAN 1 dan SMAN 7 Purworejo yang membawakan lagu Purworejo sebagai kota pejuang.

Kegiatan tersebut drangkai dengan peresmian proyek pembangunan Kabupaten Purworejo yang berlangsung di Tugu Clorot alun-alun Purworejo. Peresmian proyek ditandai dengan pembukaan selubung dokumentasi hasil proyek oleh Bupati Agus Bastian SE MM, dan penandatanganan prasasti semua proyek, sekaligus penyerahan sejumlah hadiah undian Bank Jateng Cabang Purworejo.

 Pada peresmian proyek Bupati mengatakan, masyarakat Purworejo layak bersyukur karena pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pihaknya pun memberikan apresiasi kepada Perangkat Daerah yang telah melaksanakan kegiatan dengan baik dan tepat waktu. “Tapi saya minta kepada seluruh Perangkat Daerah untuk senantiasa melakukan introspeksi serta evaluasi baik kendala maupun kelemahan yang selama ini terjadi, sehingga bisa menjadi bahan perbaikan di masa-masa mendatang,” harapnya.

Ketua penyelenggara kegiatan peresmian Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Boedi Hardjono dalam laporannya, menjabarkan tentang proyek-proyek pembangunan tahun 2016-2018 yang diresmikan sebanyak 49 proyek senilai Rp 272.407.668.743. Untuk tahun 2016 meliputi 6 proyek dengan dana sebesar Rp 18.000.932.000. Wujud pembangunannya berupa. pembangunan gedung BPBD, Gedung Depo Arsip, penggantian jembatan Loning Gebang, dan pembangunan Jembatan Kalianyar Kutoarjo.

Tahun 2017 lanjutnya, meliputi 15 proyek dengan dana sebesar Rp 183.223.817.000. Pembangunannya berupa penataan Alun-Alun Purworejo, Pembangunan Gedung Kantor BPPKAD, Pembangunan Pasar Baledono, dan pembangunan pasar di sejumlah kecamatan. Sedangkan Tahun 2018 meliputi 28 proyek dengan dana sebesar Rp 71.182.919.743. Anata lain pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Dr Tjitrowardojo (3 lantai), Pembangunan Kantor Kas Bank Purworejo di Bagelen dan Pituruh, Landscape dan Kios Taman Kuliner dan fasilitas MCK, Kuliner,  panggung kesenian Jatimalang, serta penataan Segitiga Bagelen dan Segitiga Pendowo.

Rangkaian Hari Jadi tersebut juga berlanjut dengan Pengetan Jumenangan Bupati  pertama Purworejo Raden Adipati Arya (RAA) Tjokronagoro I, pada malam harinya yang berlangsung di Pendopo kabupaten. Bupati dan semua yang hadir mengenakan pakaian jawa Bagelenan berwarna hitam. Dalam prosesi Pengetan Jumenengan itu, selain Bupati memberikan sambutan, juga dibacakan riwayat RAA Tjokronagoro I oleh Zainal Abidin SE sekretaris Dinparbud selaku wakil keluarga besar Trah Tjokronegoro, yang dilanjutkan dengan tari Bedayan Tjokronagoro.

Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo AP menjelaskan, setelah itu Bupati dan jajarannya menuju lokasi panggung di didepan halaman Pendopo di Jalan Proklamasi untuk menyaksikan tari Lawung Jajar. Tari ini merupakan kolaborasi dari berbagai kesenian tradisional Kabupaten Purworejo yang dikemas dalam kolosal, dan dibawakan para penari putra putri anak-anak dan dewasa yang tergabung dalam seniman Purworejo.

“Selain menampilkan tari juga ditampilkan pameran produk unggulan, yang sekaligus menjadi tema peringatan jumenengan tahun ini. Termasuk suguhan berbagai keindahan hiasan lampu yang berbentuk lampion, replika dinosaurus, burung merak, lorong yang berhiaskan lampu hijau putih,  dan taman  bunga lampu. Ini semua untuk memeriahkan Hari Jadi ke 188 Kabupaten Purworejo, dan untuk masyarakat Purworejo,” jelas Agung Wibowo.

 

 

Berita Terpopuler

Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2019 Targetkan SAKIP dengan Kategori A
News

Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2019 Targetkan SAKIP dengan Kategori A

Rabu, 24 April 2019

Pemerintah Kabupaten Purworejo melaksanakan acara Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Tahun 2019 bert....


Polres Purworejo Inisiasi Komitmen Bersama Pererat Persatuan
News

Polres Purworejo Inisiasi Komitmen Bersama Pererat Persatuan

Rabu, 24 April 2019

Polres Purworejo menggelar adanya Komitmen Bersama seluruh peserta Pemilu 2019 mulai dari Tim Sukses....


Bupati Purworejo Hadiri Haul di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan
News

Bupati Purworejo Hadiri Haul di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan

Senin, 22 April 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, hadiri Haul Al Mursyid Al Kholifah Lit Thoriqotil Qodiriyyah Wa....