News

Hari Jadi Libatkan Pengusaha Purworejo

Peringatan Hari jadi ke 188 Kabupaten Purworejo yang akan digelar meriah, juga melibatkan para pengusaha Purworejo. Sekitar 100 pengusaha dihadirkan di Pendopo dengan agenda ngopi bareng Bupati Agus Bastian SE MM, pada Rabu malam (13/2) dengan diiringi band musik GPlus Purworejo.  Turut mendampingi Sekda Drs Said Romadhon. Hadir pula Kepala  Dinas PMPTSP  Widyo Prayitno SH, Kepala Bappeda Drs Pram Prasetyo Achmad MM, Kepala Disparbud Agung Wibowo AP, Kepala Dinas KUKMP Gandi Budi Supriyanto SSos, Kabag Humas Bambang Gatot Seno Aji SE MM, dan dinas instansi terkait.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan,  kegiatan ngopi bareng ini perlu diagendakan 6 bulan sekali teriring harapan akan ada hal baru untuk kemajuan Purworejo karena para pengusaha Purworejo ini memiliki peran dalam berjalannya perputaran perekonomian di wilayah Kabupaten Purworejo. Termasuk akan diperingatinya Hari Jadi, para pengusaha juga bisa berpartisipasi. “Kalau ada yang perlu dibahas terkait bidang usaha atau yang bersentuhan dengan Pemkab Purworejo, tolong kami diberi input untuk bersama-sama mencari solusinya.” ujarnya.

 Terkait Hari Jadi Bupati memaparkan, Purworejo yang selama ini usianya sangat tua yakni 1118 tahun, bahkan lebih tua dari Yogyakarta dan Jakarta. Padahal Jakarta merupakan Ibu kota Indonesia. Maka Pemkab Purworejo melakukan kajian kembali sesuai ketentuan sejarah. Setelah dikaji dengan teliti dan cermat hasilnya Kabupaten Purworejo usianya 188 ditahun 2019 ini. Dengan usia 188 Hari Jadi Kabupaten Purworejo akan menambah semangat untuk terus membangun. Usia yang muda ini juga memberikan suport agar perubahan zaman dengan hadirnya Bandara internasional atau NYIA, Otorita Borobudur, dan Waduk Bener, diharapkan dapat lebih meningkatkan perekonomian Purworejo untuk kesejahteraan masyarakat.      

Bupati juga menyampaikan keinginannya untuk membuat Purworejo lebih dan lebih bagus dalam hal pembangunan segala bidang baik perekonomiannya, sumberdaya manusia, sumberdaya alamnya hingga obyek wisata. Termasuk pula keindahan kota yang juga disertai dengan penertiban. “Saya tidak ingin asal-asalan dalam melakukan penertiban, tapi harus ada solusinya seperti yang sudah dilaksanakan pembangunan alun-alun dan kios kuliner. Dan masih ada beberapa yang akan ditertibkan, namun saya lebih mengedepankan solusinya dulu,” papar Bupati.

Disamping itu Bupati juga mengingatkan, agar ada peraturan yang tegas terkait pebisnis kuliner. Seperti yang sudah diterapkan di Malioboro Jogja, yakni bagi penjual yang nuthuk rego (harganya dimahalkan), maka penjual tersebut langsung dikeluarkan. Tentu ini jangan terjadi di Purworejo, karena sangat merugikan konsumen sehingga membuat kapok pembeli. “Apalagi Purworejo masih terus menggencarkan program wisata, agar wisatawan dari luar tertarik mengunjungi Purworejo. Maka kita harus bersama-sama mendukung untuk mewujudkan Romansa wisata,” harapnya.

Sementara itu Widyo Prayitno SH  mengatakan, kegiatan ngopi bareng ini sebagai wahana untuk saling sharing dalam membangun Purworejo. Pengusaha biasanya terkait sekali dengan perizinan. Maka kami siap melayani dengan tepat waktu dan maksimal. “InsyaAlloh bisa dipastikan pelayanan sesuai prosedur tanpa ada pungutan liar. Jika ada yang kurang dalam melakukan pelayanan, bisa disampaikan sehingga akan segera kami perbaiki,” jelasnya.

Sedangkan dalam sesi dialog, Pengusaha Steven dan Hendro menanggapi program wisata Purworejo dengan menanyakan model wisata yang dikembangkan dan transportasinya terkait dibangunnya Badan Otorita Borobudur terutama di daerah yang terkena program itu yakni Loano dan Bener. Juga menanyakan wisata Purworejo akan dikemas seperti apa, yang bisa menghidupkan hotel, karena tanpa paket wisata yang tertata menarik tentu tidak akan dapat menjual.

Agung Wibowo yang langsung memberikan tanggapan antara lain menguraikan, adanya pasar wisata menoreh destinasi digital Genpi dan THE Loano Glamping, yang akan diresmikan Kementerian pariwisata. Selain itu juga ada desa wisata yang menyuguhkan wisata alam. Sedangkan kemasan wisata Purworejo sudah dilakukan agenda seperti di Jatimalang ada pertunjukan pada even-even tertentu, juga pada peringatan hari jadi akan digelar berbagai agenda menarik.

“Kami terus mensosialisasikan untuk dapat menarik wisatawan luar agar mengunjungi Purworejo. Kami juga mengajak Pengusaha Purworejo untuk bisa menjadi bagian dengan adanya program Romansa wisata Purworejo, karena banyak investor luar daerah yang sudah melirik untuk berinvestasi. Harapanya para pengusaha Purworejo tidak hanya jadi penonton, sangat disayangkan jika yang punya investasi malah justru dari pengusaha luar Purworejo,” ujar Agung.  

Pada kegiatan itu juga diisi tentang Hari Jadi ke 188 Kabupaten Purworejo oleh Pram Prasetyo, sedangkan Bupati menyanyikan sebuah lagu dengan iringan band musik GPlus.. 

Berita Terpopuler

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah
News

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah

Kamis, 28 Februari 2019

pemerintahan


Pramuka Agar Teladani Baden Powell
News

Pramuka Agar Teladani Baden Powell

Selasa, 26 Februari 2019

pemerintahan


Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota
News

Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota

Selasa, 05 Maret 2019

pemerintahan