News

Antisipasi Berita Palsu, Kemenkominfo RI Adakan Bincang Digital Tangkal Hoax

Maraknya berita palsu (hoax) sangat cepat menyebar di kalangan masyarakat melalui berbagai media, salah satunya media sosial. Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Walubi mengadakan kegiatan bertajuk BIDIG (Bincang Digital) Tangkal Hoax di Hotel Suronegaran pada Kamis (08/11). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari beberapa kabupeten ini juga bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purworejo. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purworejo, Drs. Sigit Budimulyanto, MM dalam sambutannya, menuturkan keprihatinan terhadap maraknya berita hoax di media sosial akibat tingginya penggunaan gadget di Indonesia. Terlebih pada tahun politik, menurutnya, berita di sosial media sangat rentan dengan fitnah dan menjatuhkan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Sigit juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita di dunia maya dan serta merta menyebarkan berita provokatif tanpa didasari fakta dan data. Masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan media sosial dan IT untuk hal-hal yang positif dan bersama melakukan kampanye anti hoax.

Prof. Dr. Gati Gayatri, MA mewakili Dirjend IKP Kemenkominfo dalam materinya menyampaikan, perlunya peningkatan literasi media dan pemanfaatan media sosial untuk membangun masyarakat Indonesia yang lebih cerdas. Jumlah pengguna media sosial yang tinggi serta peningkatan pengguna hingga 30% per tahun, lanjutnya, menjadikan media sosial sebagai media alternatif dalam menyampaikan informasi yang lebih cepat. Namun kini, media sosial juga banyak dimanfaatkan dalam tujuan kelompok tertentu. Sebagai umat beragama, Gati manambahkan, masyarakat diharapkan juga dapat berpedoman kepada agama yang dianut serta berhati-hati dalam menyikapi informasi yang diterima melalui media sosial. 
" Kita harus ngecek sumber berita, jelas apa nggak,makanya saya menyarankan untuk mengecek kebenaran suatu berita, tidak hanya secara online tapi juga secara offline."

Gati Gayatri menambahkan beberapa ciri-ciri berita hoax yakni misal sumber berita yang tidak jelas, isi berita bersifat provokatif atau  mengandung fanatisme ideologi tertentu, tidak berimbang, dan meminta agar berita segera di share atau dibagikan. 
"Saya berharap dengan ciri-ciri itu, masyarakat dapat mendeteksi berita-berita yang diterima itu berita benar atau berita palsu."

Dalam diskusi mengenai sikap bijak dalam bermedia sosial oleh Gati Gayatri, disampaikan pula materi kebangsaan oleh Gatot Sukarno Edi selaku Wakil Sekjen Walubi Pusat, materi tentang bagaimana menulis kreatif di blog dan membuat video blog (vlog) di akun media sosial oleh Rio Ardhilla dan Annisa Yaumil selaku praktisi content creator. Di akhir materi, kemudian dilanjutkan dengan praktik oleh peserta. 

Berita Terpopuler

Bupati Minta Kades Jangan Takut Gunakan Anggaran
News

Bupati Minta Kades Jangan Takut Gunakan Anggaran

Selasa, 03 September 2019

pemerintahan


SMKN 1 Juara Umum LKS Disiapkan Maju Provinsi
News

SMKN 1 Juara Umum LKS Disiapkan Maju Provinsi

Jumat, 06 September 2019

pemerintahan


Siap Sambut Wisatawan, Ribuan Penari Menari Dolalak Massal
News

Siap Sambut Wisatawan, Ribuan Penari Menari Dolalak Massal

Sabtu, 14 September 2019

Dalam rangka menyambut tahun kunjunga wisata tahun 2020 atau romansa Purworejo 2020, Pemkab Purworej....