News

Gebyar PAUD Gelar Kuda Lumping Massal Anak-Anak

 

            Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terasa gebyarnya yang melibatkan langsung anak-anak PAUD dengan membawakan tari tradisional kuda lumping secara massal. Dengan menggunakan kostum yang sangat menarik juga di pandu pendidik PAUD, anak-anak menari kuda lumping dengan semangat. Selain kuda lumping juga penampilan senam anak-anak PAUD tidak kalah menarik. Meskipun gerakannya masih tampak tidak sama, namun justru semakin menambah kelucuan dan menggemaskan.  

Penampilan tari kuda lumping maupun senam anak-anak PAUD yang dipusatkan dihalaman samping Pendopo pada Kamis (1/10) tersebut, disaksikan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, Kasubdit Pembinaan pendidikan kesetaraan Ditjen PAUD Dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Republik Indonesia DR Kastum MPd, Bunda PAUD Kabupaten Purworejo Hj Fatimah Verena Prihastyari SE, dan Kepala Dikpora Sukmo Widi Harwanto SH MM. Selain itu Bupati juga menyaksikan produk PKHP dan produk desa vokasi..

Bahkan Bupati merasakan bangga yang luar biasa, karena anak-anak PAUD dengan kepolosan dan keluguannya mampu mengekspresikan diri melestarikan tari tradisional dengan membawakan tari kuda lumping. “Saya bangga sekali bisa berada ditengah-tengah anak-anak yang begitu lucu dan anak-anak yang belum mempunyai kesalahan. Apalagi dalam membawakan tari kuda lumping dan senam, tadi semua bergembira. Tentu anak-anak ini harus kita sayangi dan perhatikan perkembangannya, agar kelak menjadi generasi yang membanggakan,” ujarnya.

Hal itu lanjut Bupati, tidak terlepas dari peran guru PAUD dan orang tua dalam mencetak anak-anak menjadi generasi yang berkualitas. Tentu guru-guru PAUD memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dalam mendidik agar anak-anak tidak saja cerdas tapi juga berakhlak baik. Untuk itu kesejahteraan guru PAUD hendaknya juga mendapat perhatian. Hanya saja memang harus dengan prosedur melalui tahapan pembahasan.

Menurtnya, anak-anak bagaikan sebuah kertas putih yang masih polos. Tergantung kita akan mengisi tulisan kertas itu, tentu harus dengan torehan yang baik. Apalagi anak-anak akan mudah meniru, maka pendidikan dan keteladanan yang harus diberikan kepada anak-anak. “Saya sangat menyayangi anak-anak, sehingga saya mewujudkan dengan dibangunnya alun-alun Purworejo yang salah satunya untuk bermain anak-anak,” ungkap Bupati.

Terkait program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M), Bupati mengapresiasi mengingat kaum Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan keluarga menjadi keluarga yang berkualitas baik pendidikan, kesehatan dan keterampilan. Program GP3M harus didukung terutama dinas instansi terkait agar terus mendorong, sehingga GP3M mampu memberdayakan perempuan di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo ini. Termasuk meningkatkan kualitas produk PKHP dan produk desa vokasi.

 Kasubdit PAUD Dan Dikmas Ditjen Kemendikbud DR Kastum MPd mengatakan,  Pendidikan Anak Usia Dini merupakan upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak dan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Termasuk anak harus mengikuti pra pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar.

Sedangkan GP3M diprioritaskan perempuan, karena jumlah buta aksara di Indonesia masih tinggi yakni mencapai 2,7 persen atau sekitar 3,4 juta orang. Bahkan yang 60 persennya kaum Ibu buta aksara. Padahal perempuan sangat penting dalam keluarga, bisa dikatakan sebagai soko guru keluarga. Melalui GP3M perempuan diberdayakan termasuk  desa vokasi agar memberdayakan dengan potensi alamnya. Kemudian didukung dengan program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKHP) yang melatih keterampilan.

“Bahkan sudah menghasilkan produk-produk yang dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga.  Tentu program-program tersebut, agar terus dikembangkan sehingga Ibu atau perempuan akan dapat semakin mandiri dan mencetak anak menjadi generasi bangsa yang modern. Seperti yang disampaikan Pak Bupati akan terus mengawal program-program terakait perempuan untuk memajukan Kabupaten Purworejo,” tandas Kastum.

Sementara itu Kabid PAUD PNF dan PI Gita Yuristiana SSos MM dalam laporannya menyampaikan, kegiatan gebyar PAUD sekaligus dirangkai dengan sarasehan GP3M diikuti 570 peserta terdiri 320 anak dan pendidik, serta 250 orang dari vokasi PKHP dan dinas terkait. Kegiatannya berupa tari tradisional kuda lumping, senam, pameran produk PKHP, penyerahan tropy, dan lomba anak-anak PAUD. Sedangkan latar belakang diselenggarakan kegiatan ini, untuk mengetahui potensi anak guna pengembangan bakat dan kreatifitas melalui penampilan alam kegiatan gebyar PAUD. Untuk program GP3M sebagai upaya untuk peningkatan sumber daya manusia sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam.  

“Maka sangat diperlukan adanya pendidikan berkelanjutan melalui berbagai program antara lain pendidikan program perempuan, PKHP, dan pendidikan bagi perem;puan marginal melaui kegiatn desa vokasi,” jelas Gita.  

Berita Terpopuler

LVRI Akan Turut Sukseskan Pemilu 2019
News

LVRI Akan Turut Sukseskan Pemilu 2019

Kamis, 10 Januari 2019

pemerintahan


Tata Boga Miliki Peran Strategis
News

Tata Boga Miliki Peran Strategis

Senin, 14 Januari 2019

pemerintahan


Bawaslu Tertibkan Stiker Branding Pada Kendaraan Angkutan
News

Bawaslu Tertibkan Stiker Branding Pada Kendaraan Angkutan

Kamis, 10 Januari 2019

pemerintahan