Seputar Ekonomi

Gelaran Romansa Purworejo Expo 2018 Jadi Lokomotif Bisnis

Gelaran Romansa Purworejo Expo 2018 resmi dibuka mulai 31 Oktober  hingga 4 November 2018 mendatang. Event tahunan yang digelar dikawasan Pendopo Kabupaten Purworejo tersebut, menghadirkan sekurangnya 170 stand yang menyediakan berbagai produk unggulan hingga stand romansa kuliner.

Pembukaan Romansa Purworejo Expo 2018 ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM bersama Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Drs Budiyanto Eko Purwono MSi dan Deputi Bidang SDM KEMENKOP dan UKM RI Rulli Nuryanto. Juga disaksikan Forkopimda, Sekda Purworejo dan sejumlah Pejabat Kementerian dan Pejabat Pemkab Purworejo.

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dalam sambutaanya mengungkapkan, kegiatan expo merupakan salah satu event yang bukan hanya sebagai wadah menampilkan potensi daerah Purworejo. Melainkan, kegiatan tersebut mampu menjembatani peluang-peluang usaha dan menjadi lokomotif bisnis.

“Melalui kegiatan ini, para produsen dan konsumen dari dalam maupun luar daerah bahkan luar negeri diharapkan dapat berinteraksi langsung untuk saling bertukar informasi dan melakukan transaksi,” ujarnya.

Namun diakuinya bahwa dominasi penjualan melalui digital saat ini sudah tidak bisa dielakkan lagi. Pelaku usaha kecil menengah (UKM) dituntut mengikuti tren tersebut agar tidak tidak tergerus zaman dan bisa menyasar ke pasar yang lebih luas.

“Persaingan usaha saat ini sangat kompetitif, selain itu selera konsumen juga harus diikuti dengan baik. Hal ini membuat para pelaku ekonomi harus bekerja keras," kata Bupati.

Bupati menambahkan, gelaran ekspo dimana memamerkan aneka produk dari masyarakat baik usaha mikro kecil menengah (UMKM), usaha kecil menengah (UMK) serta pabrikan secara langsung kepada publik di era sekarang ini dinilai sudah menurun. Hanya saja kegiatan itu tetap perlu diadakan untuk memberikan ruang bagi dunia industri menyapa konsumennya.

"Banyak dari ada di ekspo ini merupakan produksi dari desa-desa di Purworejo ataupun pelaku ekonomi kreatif yang layak jual. Makanya kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah," lanjut Bupati.

Lebih jauh dikatakan jika, kegiatan ekspo memang akan lebih banyak mengundang masyarakat dari berbagai wilayah di seputaran Purworejo semata. Sedangkan untuk masyarakat yang berada cukup jauh dari Purworejo masih kesulitan untuk bisa menjangkaunya.

"Walaupun ini bersifat lokal, kedepan kita akan mendorong bisa digelar untuk skala nasional bahkan internasional," tambahnya.

Dirinya juga melihat jika pelaku usaha harus berpikiran maju dan tidak terjebak pola penjualan di daerah saja. Setidaknya mereka juga perlu sekali waktu mengikuti event pameran di luar wilayah yang berskala nasional ataupun internasional.

Drs Budiyanto Eko Purwono MSi yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sependapat dengan Bupati jika ajang pameran memang kurang diminati. Hanya saja dirinya berpikiran positif jika sajian pameran tidak bisa dinilai hanya seiring dengan penutupan acara semata. Dia melihat jika evaluasi akan kegiatan bisa terjadi antara 1-2 bulan berikutnya.

"Evaluasi bisa dilakukan lebih cermat lagi, kita perlu melihatnya dalam beberapa bulan kedepan," kata Budiyanto.

Memang diperlukan kerjasama banyak pihak, dan diantaranya adalah warga yang turut melihat kegiatan tersebut. Dukungan itu tidak saja diwujudkan dengan nglarisi atau membeli produk yang dipamerkan. Namun mereka diharapkan terlibat dengan mengabadikan produk tersebut dan diunggah melalui jejaring sosial yang dimiliki, mulai dari facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya.

"Ambillah gambar dari sudut yang menarik sehingga tampilannya benar-benar baik. Manfaatkan kemajuan teknologi ini dengan turut memajang di akun yang kita miliki. Nah dari sini, orang yang melihat itu tidak hanya sehari dua hari saja, tapi bisa dalam jangka waktu yang panjang," jelas Budiyanto.

Secara khusus, Budiyanto memberikan apresiasi jika kegiatan ekspo tetap diadakan dengan memfasilitasi bebragai unit usaha dari yang mikro hingga yang besar. Penyelenggara juga mengadakan temu bisnis berskala nasional dimana akan ada titik temu atara pengusaha lokal dengan reseller nasional.

"Ekspo atau pameran merupakan bentuk fasilitas dari pemerintah bagi masyarakat dan bisa memacu produktivitas masyarakat. Saya minta, pemangku kepentingan juga bisa jeli melihat potensi yang ada untuk dikembangkan lebih jauh," katanya.

Dia mencontohkan jika ada produk yang terlihat biasa saja namun memiliki keunikan dan berbeda serta tidak ditemukan ditempat lain, bisa lebih dikembangkan lagi. Dengan pendampingan, produk itu bisa dipoles lagi sehingga bisa memiliki nilai jual tinggi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo, Said Romadhon mengatakan Romansa Purworejo Ekspo 2018 diselenggarakan mulai kemarin dan akan berakhir pada 4 November mendatang. Untuk penyelenggaraan tahun ini setidaknya diikuti 170 stan yang berasal dari 8 propinsi, 8 kementerian dan sisanya UMKM di Purworejo.

Selama lima hari kedepan, masyarakat juga bakal disuguhi aneka kegiatan pentas seni budaya, festival kuliner, pentas musik, serta beragam kegiatan lomba lainya.

Berita Terpopuler

Pituruh Expo Ikut Meriahkan HUT RI Ke 74
Seputar Ekonomi

Pituruh Expo Ikut Meriahkan HUT RI Ke 74

Senin, 19 Agustus 2019

Sambut hari kemerdekaan RI ke 74, Kecamatan Pituruh kembali menggelar Pituruh Expo 2019.