News

Sendratari Kayu Arahiwang meriah

 

Pagelaran sendratari Bumi Kayu Arahiwang tampak meriah yang dipadukan dengan permainan lampu warna warni, semakin menyemarakkan sendratari yang dikemas dipanggung besar ditengah alun-alun Purworejo. Sendratari diawali dengan gerak gemulai seorang penari putri yang merupakan simbol dari ibu pertiwi, yang bertutur bahwa di bumi nusantara, di tlatah Jawa ada sebuah wilayah Ara Hiwang yang merupakan tanah subur makmur.

 

Kisah tentang sebuah daerah di aliran Sungai Bogowonto yang subur namun masih berupa hutan belantara dan dihuni makhluk halus pun mengalir menawan disajikan dalam sendratari kolosal ini. Dikisahkan, seorang pertapa hendak membuka daerah tersebut menjadi lahan hunian dan pertanian.

 

Sang pertapa pun bertarung melawan para makhluk halus yang kemudian menyerah kalah kepada pertapa. Daerah itu pun dibuka menjadi daerah yang subur makmur gemah ripah loh jinawi. Waktu berjalan, dan kini daerah itu telah berkembang menjadi maju dan sejahtera.

 

“Sendratari ini dikemas dalam bingkai tradisi dan klasik dibumbui nuansa modern, agar bisa mengena di hati pecinta tradisi dan kaum milenial muda. Dengan harapan sejarah Prasasti Ara Hiwang dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap sang penata tari, Rianto Purnomo.

 

Sendratari melibatkan 300 penari dari Sanggar Paseban, siswa SMAN 7 Purworejo, dan Yayasan Bintang Kidul Yogyakarta. Sajian ini digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo sebagai salah satu upaya untuk membranding Kabupaten Purworejo menyongsong Tahun Kunjungan Wisata atau Romansa Purworejo 2020.

 

“Ini salah satu upaya kami untuk membranding Kabupaten Purworejo supaya lebih dikenal dengan pariwisata, seni, dan budaya dalam rangka menyongsong Romansa Purworejo 2020,” kata Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo.

 

Ke depan diharapkan sendratari ini bisa menjadi event tahunan rutin yang diselenggarakan dan menjadi branding baru di Kabupaten Purworejo dalam hal seni budaya dan pariwisata. Bahkan, tahun-tahun yang akan datang Disparbud juga berencana mengangkat asal usul atau legenda lainnya dari Kabupaten Purworejo dalam pementasan sendratari, seperti babat Banyuurip, Loano, Bagelen, Urutsewu, dan yang lainnya.

 

“Harapan kami bisa seperti yang ada di Prambanan misalnya, dengan brandingnya sendratari Ramayana, menjadikan wisatawan banyak menanti untuk pelaksanaannya,” tuturnya.

 

Agung berharap ke depan dengan banyaknya event dan kegiatan yang digelar akan mengundang wisatawan baik nusantara maupun manca untuk berkunjung ke Kabupaten Purworejo. Apalagi Purworejo merupakan gerbang utama Jawa Tengah di wilayah selatan dengan adanya pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang dekat dengan wilayah Purworejo. “Harapan kita wisatawan akan semakin meningkat di tahun-tahun ke depan,” katanya.

 

Tahun-tahun sebelumnya, sendratari Ara Hiwang ini juga rutin digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo. Namun untuk tahun ini dikemas berbeda, yakni di Alun-alun, sedangkan sebelumnya di Altar Kayu Ara Hiwang dan di Tugu Gunungan.

 

 “Tahun ini kita selenggarakan di Alun-alun supaya masyarakat bisa lebih menikmati dan ikut memeriahkan kegiatan ini,” imbuhnya.

 

Pementasan sendratari tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat untuk datang dan menyaksikan di Alun-alun. Bupati Purworejo, Agus Bastian pun hadiri untuk melihat langsung. Hadir pula Forkopimda, perwakilan atau utusan dari Kabupaten Kebumen, Kulonprogo, Wonosobo, Temanggung, dan Magelang, para camat, serta para tamu undangan.

 

Bupati Agus Bastian mengatakan, dengan seni dan budaya yang tinggi tentunya kita dapat mengangkat Kabupaten Purworejo sebagai kabupaten yang dikenal di seantero jagat. Dengan banyaknya pagelaran atau acara-acara yang diselenggarakan maka akan banyak menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Purworejo.

 

“Tentunya kebersamaan para seniman dan budayawan yang ada di Purworejo ini harus terus dibangun, sehingga Purworejo menjadi kota pariwisata yang mampu menyuguhkan seni yang baik, bisa seni tari, seni musik, dan lain sebagainya,” katanya.

 

Pada bagian lain, Bupati Agus menyampaikan bahwa begitu cepatnya waktu bergulir, sehingga Pemkab juga mencoba untuk bekerja lebih cepat, lebih baik, dan terencana dengan baik, sehingga Kabupaten Purworejo bisa kita bangun bersama-sama kita jadikan sebagai daerah tujuan wisata. Penataan semua sudut Kabupaten Purworejo juga terus dilakukan untuk mendukung hal itu.

 

“Tentu semua ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja tetapi juga bersama-sama dilakukan oleh semua stakeholder yang ada di Kabupaten Purworejo ini,” imbuhnya.

 

Ketua Penyelenggara yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinparbud Purworejo, Agung Pranoto mengatakan, sendratari Ara Hiwang merupakan kegiatan yang diselenggarakan tahunan dalam rangka mengenang peristiwa peresmian Sima atau tanah perdikan Kayu Ara Hiwang yang dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu event budaya.

 

Event digelar dengan maksud sebagai wahana untuk menumbuhkan kecintaan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya, serta sarana untuk menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap hasil budaya sendiri sebagai identitas jatidiri bangsa yang adiluhung. Adapun tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai wawsan kebangsaan dan penguatan karakter generasi muda melalui seni dan budaya.

 

“Juga menggairahkan produk dan seni budaya sebagai aset wisata budaya dalam rangka menyongsong Romansa Purworejo 2020,” tuturnya.

 

Dengan salah satu sasaran generasi muda agar mampu memahami sejarah, sendratari Bumi Kayu Ara Hiwang ini selain menampilkan konsep tradisional dan klasik juga diberikan sentuhan modern. Sentuhan klasik antara lain dengan adanya tari bedayan dan lawung. Sedangkan sentuhan modern dengan garapan musik bergenre orkestra gamelan yakni perpaduan antara unsur gamelan dengan unsur musik modern.

 

“Karena kalau sejarah materinya berat, kalau dikemas secara klasik (saja), sulit untuk menembus anak muda. Sehingga kami memadukan klasik dan kekinian, karena target sejarah anak muda. Membuat nyaman penonton untuk mau belajar sejarah, untuk paham sejarah, paling tidak memberi pemahaman bahwa Purworejo memiliki Prasasti Ara Hiwang,” imbuh Rianto Purnomo.

 

Dalam sendratari itu juga terdapat adegan saat Prasasti Ara Hiwang yang berbahasa sansekerta dibacakan. Pada bagian akhir, para penari melakukan tarian sukacita yang kental dengan nuansa kekinian. Bupati Purworejo pun daiajak ikut menari bersama para penari.

Berita Terpopuler

Jalin Silaturahmi Dengan Warga, Wakil Bupati Tarhim di Pituruh
News

Jalin Silaturahmi Dengan Warga, Wakil Bupati Tarhim di Pituruh

Kamis, 09 Mei 2019

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH bersama Forkopimda dan sejumlah pejabat SKPD dan instansi mel....


Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2019 Targetkan SAKIP dengan Kategori A
News

Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2019 Targetkan SAKIP dengan Kategori A

Rabu, 24 April 2019

Pemerintah Kabupaten Purworejo melaksanakan acara Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Tahun 2019 bert....


Polres Purworejo Inisiasi Komitmen Bersama Pererat Persatuan
News

Polres Purworejo Inisiasi Komitmen Bersama Pererat Persatuan

Rabu, 24 April 2019

Polres Purworejo menggelar adanya Komitmen Bersama seluruh peserta Pemilu 2019 mulai dari Tim Sukses....