News

Pemkab Pekalongan Study Banding di Purworejo

 Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan study banding di Kabupaten Purworejo yang dipimpin Sekda Pekalongan Dra Mukaromah Syakoer MM. Tim study banding itu diterima Bupati Purworejo yang diwakili Asisten Pemerintahan Sumharjono SSos MM. Turut mendampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Boedi Harjono, Asisten Adminstrasi dan Kesra Drs Muh Wuryanto MM, Kepala Bapeda Drs pram Prasetyo Achmad MM, serta sejumlah Kepala OPD.

            Pelaksanaan study banding di ruang Arahiwang Setda pada Jum’at siang (12/10) tersebut, diawali sambutan Sekda Pekalongan Dra Mukaromah Syakoer MM yang menyampaikan keinginannya untuk melakukan kunjungan kerja secara langsung di Purworejo. Terutama terkait pelayanan publik, investasi, dan peluang kerjasama. “Memang ditempat kami beberapa pelayanan publik sudah menggunakan sistem online, namun tidak ada salahnya kami terus belajar untuk ngangsu kawruh dari kabupaten dan kota lain. Termasuk di Pemkab Purworejo ini, dan pola-pola di Purworejo yang dapat dikembangkan di daerah kami, akan diterapkan di pekalongan,” jelasnya.  

            Mukaromah menambahkan, Kabupaten Pekalongan meliputi 19 kecamatan yang terbagi dalam 270 desa dan 13 kelurahan, terdiri wilayah atas, tengah, bawah. Di wilayah bawah kemarin belum lama terjadi banjir rob. Untuk meminimalkan kerusakan dibangun tanggul yang menggunakan dana tak terduga sebesar Rp.2,5 milyar. Sedangkan produk unggulannya berupa batik, jins, dan beberapa produk kerajinan lain. “Bahkan dengan bujet Rp.90 ribu sudah bisa memperoleh batik. Jadi tidak semua batik harganya mahal. Disediakan pula produk batik dengan harga yang terjangkau juga kualitasnya bagus,” tuturnya.

            Sumharjono yang mewakili Bupati menguraikan tentang wilayah Kabupaten Purworejo merupakan daerah agraris, dengan sebagian besar penduduk Purworejo bermata pencaharian sebagai petani. “Namun seiring dengan dilaksanakannya beberapa megaproyek seperti pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, kami mulai mengembangkan bidang pariwisata,” tandasnya.

            Untuk sumber pembiayaan pembangunan lanjut Sunharjono, di Kabupaten Purworejo tidak terlalu besar, sehingga berupaya mengelolanya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Dan upaya kami itu Alkhamdulillah tidak sia-sia, karena dalam lima tahun terakhir ini, secara berturut-turut berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” tandasnya.

Menurut Sumharjono, sebagai upaya meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Purworejo terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Dalam hal perizinan dan investasi, Pemkab Purworejo telah meluncurkan program SI IDA (Sistem Perizinan Daring) yang dilengkapi aplikasi TIKORTRACK (Titik Koordinat dan Tracking). “Kami juga telah merintis kerjasama dengan beberapa Negara seperti Kroasia, Hungaria, Singapura dan yang kemarin baru saja berkunjung ke Purworejo yakni delegasi dari Australia. Berbagai upaya itu kami lakukan, dalam upaya memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelas Sumharjono.

Dalam study banding tersebut, juga diisi paparan dari Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) yang berlanjut dengan sesi dialog antar Kepala OPD dari Kabupaten Pekalongan dengan Kepala OPD Purworejo. Tim study banding juga mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Purworejo yakni di Pantai Jatimalang Purwodadi, dan sekitarnya.  

Berita Terpopuler

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah
News

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah

Kamis, 28 Februari 2019

pemerintahan


Pramuka Agar Teladani Baden Powell
News

Pramuka Agar Teladani Baden Powell

Selasa, 26 Februari 2019

pemerintahan


Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota
News

Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota

Selasa, 05 Maret 2019

pemerintahan