News

Tidak Ada Lagi Pilkades Ulang

Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Purworejo Gentong Sumharjono SSos MM mengungkapkan, pilihan kepala desa (Pilkades) serentak se Kabupaten Purworejo yang mencapai 343 desa tinggal beberapa bulan lagi. Tepatnya pada Januari 2019 mendatang pilkades siap dilaksanakan. Untuk pilkades serentak besok, tidak lagi ada pilkades ulang.

Ungkapan itu disampaikan Gentong saat sebagai pembicara pada kegiatan pembinaan Kader Siaga Tramtib (KST) dan Kasi Tramtib kecamatan se Kabupaten Purworejo, di Ruang Arahiwang Setda. Hadir pula Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Purworejo Budi Wibowo SSos MSi. Peserta yang mengikuti sekitar 500 lebih anggota KST dari beberapa desa.

Menurut Gentong, pemerintah mengantisipasi supaya tidak terjadi kerawanan dalam Pilkades, maka menerbitkan Peraturan Daerah tahun 2018 tentang pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian kepala desa dan Peraturan Bupati baru tahun 2018 tentang petunjuk Perda tersebut. Jika pada Pilkades besok ada yang hasil penghitungan suara memperoleh sama atau drow bagi masing-masing calon, maka Pilkades tidak akan di ulang, tetapi akan dilihat jumlah dusun yang terbanyak memilih.

Dikatakan, proses pelaksanaan nantinya kotak suara dibagi per dusun. Kalau terjadi hasil perolehan suara sama atau draw, yang dinyatakan menang yang banyak wilayahnya. “Misalnya di satu desa memiliki 5 dusun, lalu calon yang draw akan dilhat dari jumlah dusunnya. Calon A menang di 3 dusun sedangkan calon B menang di 2 dusun. Meskipun calon A dan B perolehan hasil suaranya sama, namun yang akan dinyatakan menang adalah calon A karena pemilihnya di 3 dusun,” jelas Gentong.

Menurutnya, untuk pencetakan kartu undangan dan daftar pemilih tetap maupun pemilih sementara, akan sama dengan Disdukcapil. Nantinya penduduk desa didata Disdukcapil sebagai daftar pemilih sementara (DPS), kemudian akan dijadikan sebagai dasar mencetak kartu undangan. Maka panitia desa tidak perlu menulis pakai tangan, tapi berupa print out semua.

Sedangkan perubahan lainnya lanjut Gentong, mengenai warga yang terdaftar KTP di desa tapi berada di Jakarta. Sekarang tidak perlu lagi menggunakan surat pernyataan bisa ikut nyoblos atau tidak. Jadi semua warga yang terdaftar sebagai KTP di desa tersebut, maka semua akan tetap mendapatkan kartu undangan sebagai pemilih. Terkait calon kades bagi desa yang calonnya tunggal tidak diperbolehkan, tapi minimal harus ada dua calon.

Gentong berharap, kader siaga tramtib juga sangat berperan dalam turut mengondisikan situasi yang aman adem ayem tentrem. Sehingga pelaksanaan Pilkades dapat berjalan lancar. Selain itu ketentraman dan keamanan itu merupakan urusan wajib, jadi mau gak mau pemerintahan termasuk desa, juga harus melaksanakan tentang pengamanan bagi warganya.    

Berita Terpopuler

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi
News

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi

Selasa, 18 Juni 2019

pemerintahan


Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa
News

Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa

Rabu, 19 Juni 2019

pemerintahan


Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja
News

Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja

Senin, 24 Juni 2019

pemerintahan