News

Lomba Bukan Kegiatan Instan

Masih seringnya ditemukan di masyarakat, hampir dalam lomba apa saja, kegiatan pendukung lomba dari mulai administrasi, data dukung, maupun hasil olahan masih dikerjakan dalam waktu yang singkat. Sehingga kebanyakan dalam mempersiapkan lomba dengan serba instan. Lomba harus dipahami sebagai pemacu semangat untuk lebih maju sekaligus sebagai evaluasi sebuah program yang diimplementasikan di masyarakat.

Hal itu ditandaskan Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Ny Fatimah Verena Prihastyari SE, pada evaluasi lomba Rumah Sehat dan Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK, di Desa Rimun Kecamatan Loano. Turut mendampingi Tim evaluasi yakni Ketua Pokja III Rahyuning Roeswardjito, dan sejumlah pengurus PKK kabupaten.

Lebih lanjut Fatimah Verena Prihastyari mengatakan, lomba jangan dijadikan sebagai alasan untuk bersih-bersih mendadak. Ketika tidak ada lomba rumah berantakan, tetapi ketika lomba rumah ditata sedemikian rupa hingga mendekati sempurna. Bukan serba instan yang kita harapkan, namun justru dalam keseharian rumah harus selalu bersih dan sehat. Apalagi rumah merupakan tempat untuk istirahat dan berkumpulnya keluarga setelah melakukan aktifitas sehari-hari.

“Untuk itu mulailah dari sekarang rumah dan halaman dijaga kebersihannya, sehingga menjadikan sehat bagi keluarga. Mari berpacu memanfaatkan lahan pekarangan yang ada dengan tanaman sayuran, buah, dan tanaman obat-obatan. Sehingga kebutuhan mengolah makanan sehat keluarga, tersedia di halaman, tidak harus beli,” harap Ny Fatimah Verena.

Tim evaluasi melakukan peninjauan secara langsung mulai dari pameran hasil olahan makanan berbahan baku lokal, rumah sehat, dan Hatinya PKK di beberapa rumah warga. Tim evaluasi juga didampingi Camat Loano Laksana Sakti AP MSi, Ketua PKK kecamatan Ny Ninuk, Kepala Desa Rimun, Chaliludin Budi Nugroho SPd, dan Ketua PKK desa Ny Musringatun SPd Sd.

Camat Laksana Sakti mengaku bangga karena bisa langsung dihadiri Ketua PKK NY Fatimah Agus Bastian, tentu semakin menyuport masyarakat untuk lebih baik lagi dalam melaksankan program PKK. Perlu diketahui Kecamatan Loano terdiri 21 desa, salah satunya desa Rimun yang dalam hal pemberdayaan masyarakat cukup bagus. Desa Rimun mendapat bantuan program infrastruktur sosial ekonomi wilayah (Pisau), termasuk 3 desa juga dapat Pisau yakni Desa Tepansari, Kalikalong, serta Kaliglagah. Pisau merupakan program pemerintah pusat yang kegiatanya berupa pembangunan infrastruktur.

“Dalam menyambut lomba ini kami ingin penilaian bisa merata, sehingga kami mengajukan Desa Rimun yang letaknya masuk dipedalaman. Dengan harapan desa-desa yang ada di pedalaman juga akan mengalami kemajuan dan masyarakatnya memiliki semangat. Karena dengan lomba tentu menambah nilai plus bagi desa dan masyarakatnya. Kalau penilaian yang lokasi desanya dipinggir jalan sudah biasa, namun di pedalaman akan lebih luar biasa,” tandas Sakti.

Ketua PKK desa Musringatun memaparkan, kegiatan yang terkait sandang, pangan,  papan, sudah dilaksanakan. Termasuk didukung dengan pendapatan keluarga melalui home industri dengan pembuatan ceriping, gula aren, kue satu, dan juga perajin besek. Pekarangan sudah dimanfaatkan sebagai warung hidup dan lumbung hidup. “Dalam penataan rumah sudah tertata rapi, sesuai kriteria rumah sehat walaupun belum 100 persen. Namun insyaAlloh kedepan akan terus diperbaiki,” jelasnya.

Secara terpisah Kades Chaliludin Budi Nugroho mengatakan, warga desa sangat respon dengan kegiatan PKK dari mulai PKK desa, PKK RW, RT, hingga dasa wisma. Termasuk pemerintahan desa mendukung terlaksananya program PKK, selain untuk kesejahteraan keluarga juga membantu kemajuan desa.

Berita Terpopuler

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah
News

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah

Kamis, 28 Februari 2019

pemerintahan


Pramuka Agar Teladani Baden Powell
News

Pramuka Agar Teladani Baden Powell

Selasa, 26 Februari 2019

pemerintahan


Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota
News

Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota

Selasa, 05 Maret 2019

pemerintahan