News

Bupati Lepas Satgas Pamtas RI-PNG Dari Batalyon MR 412/BES Purworejo

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM pimpin upacara pelepasan 450 anggota TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonsia (RI)-Papua Nugini (PNG) dari Batalyon Mekanis Raider 412/BES Purworejo. Pelepasan ditandai dengan upacara yang dihadiri Forkopimda Purworejo dan sejumlah pejabat jajaran TNI yang digelar di Alun-alun Purworejo, Sabtu (25/8).

Bupati dalam sambutannya mengatakan jika keamanan wilayah perbatasan selalu menjadi perhatian setiap pemerintah, yang wilayah negaranya berbatasan langsung dengan negara lain.

Kesadaran akan adanya persepsi wilayah perbatasan antar negara, telah mendorong perumus kebijakan untuk mengembangkan suatu kajian tentang penataan wilayah perbatasan yang dilengkapi dengan perumusan sistem keamanannya

Menurutnya, penataan kawasan perbatasan, terkait dengan proses nation state building terhadap kemunculan potensi konflik internal di suatu negara dan bahkan pula dengan negara lainnya

“Penanganan perbatasan negara, pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya perwujudan ruang wilayah nusantara sebagai satu kesatuan geografi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan,” kata Bupati.

Dikatakan, letak strategis geografi Indonesia yang berada di jalur perdagangan Internasional, merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam penataan sistem keamanan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga antara lain.

Untuk itu, lanjutnya, untuk dapat menciptakan keamanan di wilayah perbatasan dalam rangka mewujudkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diperlukan adanya suatu keterpaduan antar institusi terkait dalam tugas perbatasan, termasuk jajaran Tentara Nasional Indonesia.

Menjadi anggota Satgas Pamtas menurutnya juga merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara dan tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan itu.

Bupati berharap, kesempatan ini hendaknya bisa dijadikan motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sekaligus menumbuhkan kebanggaan bagi keluarga, kesatuan dan juga termasuk masyarakat Kabupaten Purworejo.

Bupati juga berpesan agar para prajurit senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran, mengingat medan di daerah perbatasan yang pasti sangat berat. Selain itu tak kalah pentingnya adalah selalu menjaga sikap dan perilaku dalam bergaul dengan penduduk setempat, agar tidak menimbulkan berbagai hal yang tidak kita inginkan bersama.

“Selamat bertugas kepada prajurit Batalyon Mekanis Raiders 412/Bharata Eka Sakti. Semoga tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh negara di pundak Saudara-Saudara bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan bisa kembali pulang ke batalyon dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun,” pungkas Bupati.

Sementara itu, Wadan yonif Mekanis Raider 412/BES, Mayor Infanteri Yudieka Pratama menjelaskan jika upacara pelepasan anggota itu sudah menjadi tradisi di kesatuan Batalyon Mekanis Raider 412/BES Purworejo.

“Ada 450 Anggota Batalyon Mekanis Raider 412/BES, yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini.

Menurut rencana, lanjut Yudieka, mereka akan diberangkatkan dengan menggunakan Kapal Laut Banda aceh menuju Papua Selatan Merauke, tepatnya di wilayah Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel Marauke Papua. Satgas Pamtas RI-PNG akan bertugas kurang lebih sekitar 9 Bulan.

Yudieka menjelaskan jika sebelumnya para Satgas Pamtas RI-PNG telah melakukan serangkaian pelatihan dan dan penataran untuk mendukung pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan.

Dalam pelatihan dan penataran tersebut, pihaknya juga bekerjasama dengan beberapa instansi terkait diantaranya keimigrasian, Bea cukai, dan Dinas Pendidikan. Hal itu bertujuan agar prajurit mendapat pengetahuan tentang keimigrasian, tentang Bea cukai serta tentang tata cara belajar mengajar di medan tugas nanti.

“Kami sudah melakukan persiapan yang cukup matang, karena akan bertugas mulai dari tanah merah sampai Kecamatan Upkim, yang terdiri dari 15 Pos. Kami juga akan mengamankan wilayah perbatasan, mulai dari patok MM 7,3 sampai MM 9,0 dengan melakukan pemeriksaan atau sweeping terhadap pelintas yang keluar masuk batas wilayah Republik Indonesia dengan Papua Nugini,” ungkap Yudieka.

Selain itu, Satgas Pamtas RI-PNG akan melakukan tugas pembinaan teritorial terhadap warga masyarakat sekitar pos, dalam rangka membantu untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

“Disana juga akan ada kegiatan belajar, karena didaerah tugas nanti masih banyak sekolah-sekolah yang gurunya belum terpenuhi. Sehingga sangat diperlukan bantu dari kita dalam pelaksanaan tugas nanti dilapangan, terutama dalam hal calistung, yaitu dalam membaca dan menulis,”  Jelas Yudieka.

Berita Terpopuler

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah
News

Hari Jadi ke 188 Sesuai Kajian Sejarah

Kamis, 28 Februari 2019

pemerintahan


Pramuka Agar Teladani Baden Powell
News

Pramuka Agar Teladani Baden Powell

Selasa, 26 Februari 2019

pemerintahan


Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota
News

Kereta Kencana Pendopo Dikirabkan Kelilingi Kota

Selasa, 05 Maret 2019

pemerintahan