News

81 orang Terima SK Sebagai Pegawai RSUD

Sejumlah 81 orang diterima sebagai pegawai RSUD Dr Djitrowardojo Purworejo non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Masing-masing menerima Surat Keputusan (SK) sebagai pegawai RSUD per 1 Agustus 2018. SK diserahkan Plt Direktur RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo Drg Nancy Megawati Hadisusilo MM, bersamaan dengan apel pagi di halaman paviliun RSUD. Penyerahan SK disaksikan semua pejabat RSUD dan jajaran pegawai RSUD.

           Menurut Nancy Megawati, pegawai baru tersebut untuk memenuhi kebutuhan kekurangan sejumlah tenaga kesehatan dalam melayani pasien. Mengingat adanya penambahan layanan kesehatan dan pengembangan ruang pada gedung RSUD, sehingga diperlukan penambahan pegawai yang siap melayani kesehatan masyarakat. “Sebelumnya sejumlah pegawai baru ini, telah diberi pembekalan pembinaan dan pelatihan sesuai standart pelayanan kesehatan. Saya minta pegawai baru dapat bekerja profesional,” kata Nancy.

           Dijelaskan, penerimaan pegawai dilakukan berdasarkan Peraturan Bupati Purworejo (Perbup) No.2/2018 tentang pedoman pengelolaan pegawai non PNS pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo. Penerimaan dilaksanakan secara terbuka yang kesemuanya ditangani pihak ketiga yakni Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret Surakarta (LPPM UNS).

           Ditambahkan Kasubbag Hukmas RSUD Lely Dewi Pramudyani SKM MM, penerimaan pegawai diawali pendaftaran via online pada bulan Juni dengan jumlah pendaftar mencapai 1023 peserta. Sementara yang dibutuhkan sebanyak 94 pegawai. Berdasarkan seleksi pendaftaran hingga tes tahap akhir yang lulus sebanyak 85 orang. Yang tidak melakukan daftar ulang atau mengundurkan diri 4 orang, sehingga yang diterima 81 orang. “Pegawai tersebut selain dari Purworejo sendiri juga berasal dari berbagai daerah seperti Pangandaran Jawa barat, Kabupaten Pati, Wonosobo, Magelang, dll,” jelasnya.

           Sementara itu Kasubag kepegawaian Asri Widya Riyanti SST menjelaskan, masing-masing pegawai SK nya terhitung per 1 Agustus hingga 31 Desember mendatang. Kemudian akan dinilai dan perpanjangan kontrak setiap tahun dengan persyaratan tertentu. Artinya jika dalam melakukan pelayanan kesehatan nilainya bagus, maka akan dilanjutkan masa kontraknya. Namun sebaliknya jika tidak bagus, akan dilakukan pemutusan kontrak kerja.

           “Sedangkan formasi yang tidak ada pendaftarnya yakni dokter spesialis anak, pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), pelayanan rawat jiwa, dan anestesi juga masih kurang. Sementara peserta yang dinyatakan lulus namun mengundurkan diri yakni 1 orang rekam medis, 2 orang Picu Nicu, dan 1 orang untuk tenaga teknis arus kuat,” jelas Asri.  

            

 

 

Berita Terpopuler

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi
News

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi

Selasa, 18 Juni 2019

pemerintahan


Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa
News

Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa

Rabu, 19 Juni 2019

pemerintahan


Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja
News

Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja

Senin, 24 Juni 2019

pemerintahan