News

Din KUKMP Gencarkan Pelatihan Bagi Pelaku UMKM

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Purworejo (Dinas KUKMP) Kabupaten Purworejo Gandi Budi Supriyanto SSos mengatakan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) masih perlu mendalami dan mengembangkan lagi desain kemasan produknya. Desain yang baik akan menjadi strategi khusus bagi pelaku usaha dalam menggaet pasar untuk peningkatan nilai penjualan produknya.

           “Pelatihan ini penting untuk memberikan bekal ilmu dan informasi terkait dengan desain kemasan, model kemasan, serta bagaimana kemasan yang baik untuk suatu produk UMK sebagai pendongkrak pada tahap promosi dan pemasaran. “Kita perlu strategi dalam mensikapi persaingan pasar yang semakin ketat saat ini dengan masuknya berbagai macam produk di wilayah Kabupaten Purworejo,” ujar Gandi pada pembukaan pelatihan packing/kemasan produk UMKM, di sanggar bhakti Pramuka Kwarcab Purworejo.

           Menurutnya, keberadaan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo yang tengah dibangun di Kulonprogo memang menjadikan perhatian khusus bagi Pemkab Purworejo. Dan Purworjeo sendiri telah banyak berbenah sarana dan prasaranan melalui pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan. Pemkab Purworejo juga telah mulai melakukan persiapan terhadap imbas positif dibangunnya bandara internasional NYIA. “Di bidang ekonomi, khususnya UMKM juga perlu kita persiapkan karena akan menentukan geliat perekonomian. Kita sangat berharap daerah Purworejo itu bisa menjadi daerah yang mempunyai nilai jual secara ekonomi dalam persaingan usaha yang positif,” tandas Gandi.

           Sementara itu Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah Dra Titik Mintarsih MPd mengatakan, masih diperlukan banyak pelatihan bagi para pelaku UMKM untuk bisa menghasilkan sebuah kemasan produk yang baik dan memiliki nilai jual tinggi. Sebenarnya produk hasil pelaku UMKM itu tidak kalah dengan produksi dari luar daerah. Hanya saja masih memiliki kelemahan di kemasannya karena desainnya masih kurang menarik dan kalah menjual.

           “Masih banyak pelaku UMKM yang sekedar memproduksi dan membungkus olahannya begitu saja. Mereka belum memiliki kesadaran jika kemasan yang baik bisa mengangkat nilai produksinya. Secara rutin kita memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM dan salah satu fokusnya sekarang adalah kemasan dan desainnya. Disini kita juga mencoba memberikan banyak pandangan tentang penjualan offline maupun online kepada mereka. Karena penjualan online memang kemasan menjadi salah satu fokus khusus,” jelas Titik Mintarsih.

           Dalam pelatihan tersebut, masing-masing peserta juga mempraktekkan mengemas dengan perekat yang menggunakan elektronik. Juga pembungkus yang divariasi dengan berbagai aneka warna gambar snack ringan dengan semenarik mungkin.

Berita Terpopuler

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi
News

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi

Selasa, 18 Juni 2019

pemerintahan


Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa
News

Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa

Rabu, 19 Juni 2019

pemerintahan


Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja
News

Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja

Senin, 24 Juni 2019

pemerintahan