Seputar Pembangunan

Pemkab Purworejo Bertekad Masuk 100 Gerakan Smart City

Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM bertekad mamasukkan Kabupaten Purworejo dalam 100 kabupaten/kota smart city di Indonesia. Hal ini demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Purworejo. Untuk mewujudkannya, perlu disusun masterplan terlebih dahulu dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Bupati menerangkan jika langkah untuk mewujudkan smart city telah dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Purworejo pada 2016. Hanya saja, apa yang sekarang telah dilakukan bersifat parsial dan belum terintegrasi, seperti perizinan online, rumah sakit online, dan kesehatan online.

“Untuk itu, tahun 2019 ini semua harus terwujud dan paling lambat 2020 karena kita memasuki Romansa Purworejo tahun 2020. Di situlah nanti kita sudah memiliki semua perangkat yang dapat diakses oleh seluruh warga masyarakat,” kata Bupati dalam Forum Komunikasi Dengar Aspirasi Publik dengan tema Optimalisasi E-Gov Menuju Purworejo Smart City yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (9/8).

Acara dihadiri Forkopimda dan diikuti berbagai kalangan di antaranya kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, LSM, dan perwakilan dari sekolah-sekolah. Forum komunikasi menghadirkan pembicara praktisi teknologi informasi (IT) Andi Yuniantoro dari Inixindo Yogyakarta.

Andi Yuniantoro selaku pembicara praktisi IT mengatakan, saat ini sudah banyak inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan oleh Pemkab Purworejo. Dalam website Purworejo sudah ada Purworejo Smart City dengan banyak sekali penerapan seperti sistem pengaduan, aplikasi untuk e-goverment, dan lainnya yang sudah cukup banyak.

Namun hal-hal itu perlu dirangkai sesuai framework atau acuan dari pemerintah pusat untuk smart city yakni meliputi 6S (smart economy, smart mobility, smart environment, smart people, smart living, smart governance).

“Apa yang dilakukan Purworejo sekarang harus disinergikan menjadi 6S seperti kehendak pemerintah pusat. Itu yang mesti segera dilakukan dan dituangkan dalam masterplan smart city, dan Purworejo kan belum memiliki masterplan smart city-nya. Masih sporadis seperti yang Pak Bupati sampaikan, harus dirangkai menjadi satu kesatuan,” kata Andi usai acara.

Andi menjelaskan, ada beberapa langkah untuk mewujudkan smart city. Pertama membuat masterplan sebagai tahap awal. Masterplan ini harus mengacu dan terintegrasi dengan RPJMD sehingga semua program smart city ada cantolannya di APBD dan di RPJMD, karena anggarannya juga harus jelas. Selanjutnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) khusus smart city, dan penyiapan infrastruktur koneksi internet dan data center.

“Setelah itu baru kita bicara yang kreatif-kreatif, bermacam-macam, seperti untuk kesehatan dan yang lain-lainnya,” tuturnya.

Andi menambahkan, Jika dilihat prosesnya memang memerlukan waktu agak lama. Oleh karena itu diperlukan adanya quick win atau percepatan. Menurutnya, Purworejo sangat mungkin bisa masuk dalam gerakan 100 kabupaten/kota smart city yang diprogramkan pemerintah pusat, apalagi dengan adanya itikad dari pimpinan daerah.

“Masterplan mungkin bisa disusun tiga bulan, sesuai kondisi yang ada di sini, data center juga sudah mau dibuat di sini. Saya yakin sampai Maret depan Purworejo bisa masuk 100 gerakan Smart City,” imbuhnya.

Berita Terpopuler

UPK DAPM Bangun Lapak Pedagang RTM Ketawangrejo
Seputar Pembangunan

UPK DAPM Bangun Lapak Pedagang RTM Ketawangrejo

Kamis, 08 Agustus 2019

Bupati Purworejo yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asisten II) Sekda Purworejo Drs Boed....