News

Sekolah Vokasi Belum Dikenal Masyarakat Luas

Keberadaan sekolah vokasi sesungguhnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu di sejumlah perguruan tinggi. Namun keberadaan sekolah vokasi belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Padahal, pendidikan vokasi menjadi solusi untuk penciptaan sumber daya manusia yang berkompetensi, berdaya saing, dan siap bekerja professional.

“Di negara maju seperti Jepang, China, Jerman, Belanda, dan sebagainya, pendidikan vokasi dikembangkan secara signifikan,” kata Asisten III Sekda Purworejo Drs Muh Wuryanto MM saat membuka sosialisasi edukasi sekolah vokasi Universitas Gajah Mada Yogyakarta di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Rabu (9/5).

Turut hadir Kepala Bappeda Drs H Pram Prasetyo Achmad MM, Kepala Dindikpora Dr H Akhmad Kasinu MPd, Kabag Kasra Setda Bambang Sadyo Hastono SH MA, Ketua MMKS, Kepala Sekolah SMA/SMK/SMP Negeri/Swasta, perwakilan guru Bimbingan Konseling, perwakilan OSIS serta para dosen sekolah vokasi UGM.

Dijelaskan Wuryanto, sekolah vokasi merupakan pendidikan keahlian setara dengan politeknik, dengan pendidikan yang lebih berorientasi pada penerapan ilmu. Lulusannya harus mampu menjadi sumberdaya yang berkompeten di bidangnya dan terampil dalam bekerja.

Menurut Wuryanto, pengembangan pendidikan di negara maju memang cukup beralasan. Hal itu karena pendidikan vokasional pada dasarnya merupakan pendidikan yang lebih berorientasi pada penerapan ilmu untuk menyelesaikan problem secara praktis namun sistematik dan terukur.

Sebagai negara yang saat ini memiliki berkah demografi berupa jumlah penduduk dengan usia produktif terbesar di dunia, Indonesia mulai menyadari pentingnya peranan dan posisi strategis pendidikan vokasi. Terutama didalam menjawab tantangan globalisasi, khususnya di bidang ketenagakerjaan.

“Untuk menjamin lulusannya siap kerja, sekolah-sekolah vokasi harus membangun sistem link and match antara sekolah degan industri,” imbuhnya.

Wakil Dekan UGM Radian mengatakan, sosialisasi tersebut bukan hanya bertujuan untuk mempromosikan sekolah vokasi UGM tetapi juga untuk memberikan pemahaman tentang pendidikan vokasional.

Dikatakan Radian, kondisi riil yang ada di Perguruan Tinggi (PT) saat ini, jumlah perserta seleksi untuk perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan setiap tahun melalui beberapa jalur sekitar 750.000 orang. Dimana dari jumlah tersebut akan memperebutkan daya tampung di PT hanya sekitar 99 ribu.

“Artinya ada 1 banding sekian puluh sekian ratus yang nanti masuk ke perguruan tinggi. Sisanya ada yang diswasta atau masuk bimbingan belajar untuk mencoba lagi tahun depan.

Menurutnya perlu kiat-kiat khusus agar siswa-siswa bisa masuk di seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tidak mungkin perguruan tinggi memasukkan siswa sejumlah pendaftar setiap tahun.

Untuk itulah pihak UGM menilai perlu adanya sosialisasi edukasi sekolah vokasi UGM. Agar para siswa dan pengampu dibidang pendidikan mendapat pengetahuan, sekaligus dapat bertanya langsung terkait sekolah vokasi UGM. (Humas)

 

Berita Terpopuler

Jalin Silaturahmi Dengan Warga, Wakil Bupati Tarhim di Pituruh
News

Jalin Silaturahmi Dengan Warga, Wakil Bupati Tarhim di Pituruh

Kamis, 09 Mei 2019

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH bersama Forkopimda dan sejumlah pejabat SKPD dan instansi mel....


Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2019 Targetkan SAKIP dengan Kategori A
News

Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2019 Targetkan SAKIP dengan Kategori A

Rabu, 24 April 2019

Pemerintah Kabupaten Purworejo melaksanakan acara Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Tahun 2019 bert....


Polres Purworejo Inisiasi Komitmen Bersama Pererat Persatuan
News

Polres Purworejo Inisiasi Komitmen Bersama Pererat Persatuan

Rabu, 24 April 2019

Polres Purworejo menggelar adanya Komitmen Bersama seluruh peserta Pemilu 2019 mulai dari Tim Sukses....