Seputar Aneka Ragam

Lomba Kebersihan Lingkungan Rw 01 Desa Bubutan, Juara I Tingkat Nasional

        Namun untuk memperoleh hasil maksimal tersebut, bukan hal yang mudah. Butuh proses tahap demi tahap dan waktu yang lama. “Kami bukan semata-mata mencari juara, tapi yang lebih penting bagaimana memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang kebersihan lingkunan. Untuk memberikan pemahaman kepada warga, kami melakukan sosialisasi enam bulan sebelumnya. Ternyata warga merespon positif, dan hasilnya kami dapat juara pertama tingkat nasional” kata Ir Agus Wahyono. Kepala Desa Bubutan Kecamatan Purwodadi, ketika ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.
      Dijelaskan bahwa kriteria penilaian lomba tersebut, yaitu cara pengelolaan, pencacahan sampah, pemanfaatan limbah. Untuk memperoleh pemahaman, pihaknya melakukan studi banding di Desa Sukunan, Gamping, Sleman. Berbagai hal ia peroleh, bahkan ia membeli sebagai hasil kerajinan berbahan baku limbah keluarga.
Pengelolaan sampah dimulai dari skup terkecil terlebih dahulu, yaitu keluarga. Dimana setiap keluarga diberikan pemahaman bagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Cara yang ditempuh antara lain, setiap keluarga menyediakan bak sampah sebanyak tiga buah. Pembuangan sampah, harus dipilah-pilah. Sampah non arganik dipisahkan dengan sampah organik. Misalnya, barang pecah belah seperti kaca, pecahan piring, gelas dll, ditempatkan tersendiri., kemudian limbah plastik ditempatkan tersendiri. Demikian juga limbah dari kertas. Sedangkan limbah organik seperti dedaunan, dibuatkan lubang sampah. Kemudian limbah organik di lapangan seperti batang pisang, dipotong-potong, dimasukkan kedalam lubang sampah, bersama sampah organik lainnya.
        Dari limbah tersebut, ternyata sebagian masih dapat dimanfaatkan. Seperti plastik dapat dibuat berbagai kerajinan seperti tas, hiasan bunga dan lain-lain. Kemudian pecahan kaca, dimanfaatkan sebagai penghias pot bunga, kolam lele dan bak lainnya. Sampah organik dibuat kompos, sebagai pupuk tanaman. Sedangkan limbah kertas, belum bisa termanfaatkan. Selama ini hanya bisa di jual kepada para pemulung.
       Pemanfaatan limbah ini, ternyata cukup menguntungkan. Berbagai hasil kerajinan seperti tas, pot bunga sudah bisa dijual kepada masyarakat d luar desanya. Kemudian, pupuk organic dapat dimanfaatkan memenuhi kebutuhan pupuk organic. Sebab selama ini kebutuhan pupuk organik untuk polowijo, setiap tahunnya mencapai ratusan meter kubik, untuk penanaman polowijo. Dari kebutuhan tersebut, baru bisa dicukupi maksimal 30% saja. Sisanya masih mendatangkan dari luar desa.
       Hasil kejuaraan selengkapnya, untuk program bersih lingkungan yaitu juara 01, RW I Desa Bubutan. Juara II, Rw 03 Kelurahan Krobaten, Kota Semarang. Juara III, Rw 05 Kelurahan Samoan Kec. Kojan, Malang. Sedangkan untuk kategorei spirit warga, wil DIY-Jateng bagian selatan diwakili Rw 05 Kelurahan Sindurjan Kecamatan/kabupaten Purworejo. Namun hanya mampu keluar sebagai juara harapan I. (Kp 99)

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....