Seputar Aneka Ragam

Pondasi Jembatan Dulang Semakin Terkikis

Sujatmiko (42), warga Rt 03/04 Desa Kroyo, yang rumahnya tidak jauh dari jembatan tersebut mengungkapkan bahwa, setiap musim penghujan kikisan tebing semakin besar. Kondisi tersebut sangat memungkinkan aliran air mengkikis pondasi jemabtan sebelah barat. Masyarakat sekitar tidak bisa berbuat banyak, mengingat tingginya tebing, serta derasnya aliran sungai diwaktu musim penghujan.
“Tiga tahun lalu tiga desa yang bedekatan yaitu Desa Kroyo, Seren dan Rendeng  mengadakan musyawarah bersama. Hasilnya mengusulkan kepada pemerintah kabupaten melalui Kecamatan Gebang, agar segera melakukan antisipasi. Tak lama kemudian datang petugas, entah dari instansi mana saya tidak tahu, melakukan pengukuran. Tapi sayang hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa” kata Sujatmika.
Menurutnya, upaya tersebut untuk melanggengkan kondisi jembatan. Sebab jembatan tersebut sangat vital, satu-satunya jembatan yang menghubungkan Purworejo-Kutoarjo bagian utara.
Jembatan Dulang sendiri mempunyai sejarah tersendiri bagi masyarakat sekitar saat perang kemerdekaan. Jembatan tersebut awalnya dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Saat perang kemerdekaan (1947 dan 1949), jembatan diputuskan oleh TNI bersama masyarakat. Tujuannya untuk menghamabat arus tentara Belanja yang mengejar TNI ke arah barat.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....