Seputar Aneka Ragam

Purworejo, Kota Pensiunan yang Menggeliat

 

“Padahal justru pensiun merupakan pangkat tertinggi. Coba, seorang anggota TNI dengan pangkat tertinggi jenderal bintang empat, setelah itu tidak ada pangkat diatasnya, kecuali pensiun. Demikian juga pejabat-pejabat lain, setelah bertugas sekian lama yang diharapkan bisa pensiun, “ katanya dalam beberapa kesempatan.

Dikemukakan bahwa untuk mengubah image kota penisunan yang dianggap pasif itu, pihaknya akan terus membangun, agar dapat dilihat geliatnya. Sayangnya untuk membangun itu, membutuhkan dana yang cukup besar, padahal dana yang dimiliki dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) cukup minim. Itupun 70% nya digunakan untuk belanja tidak langsung atau gaji pegawai.

Akibat sebagian APBD untuk gaji pegawai, maka pihaknya mendapat sorotan bahwa, APBD Kabupaten Purworejo berpihak pada pegawai negeri, bukan berpihak pada rakyat. Alasannya dana untuk pembangunan infrastruktur yang menyentuh kepentingan rakyat dananya sangat kecil.

Terkait dengan itu, ia mengaku telah menjelaskan bahwa besarya penerimaan dana perimbangan dari pusat salah satunya faktornya jumlah pegawai. Besarnya jumlah pegawai berpengaruh besarnya penerimaan DAU. Sedangan kriteria lain, luas wilayah dan jumlah penduduk.

Sementara pendapatan asli daerah (PAD) Purworejo hanya sekitar Rp 60 milyar saja. Pegawai yang jumlahnya sekitar 12.000 itu, ternyata sekitar 8.000 diantaranya berprofesi sebagai guru. Guru betugas untuk mencerdaskan anak-anak Purworejo, dengan demikian berarti APBD tetap pro rakyat. “Namun pejelasan itu ternyata belum sepenuhnya bisa diterima,”ungkapnya.

Dengan minimnya dana dalam APBD,  untuk melasanakan pembangunan infrastruktur pihaknya sering meminta dana ke pusat. Dari permintaan tersebut telah beberapa kali terealisasi,  dan telah dimanfaatkan untuk pembangunan infra struktur seperti jalan. Hal itu akan terus diupayakan agar Purworejo semakin maju.

Kondisi jalan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat, terus diupayakan hingga kedepan seluruh jalan kabupaten berhotmik. Namun tentunya hal itu dilakukan secara bertahap. Untuk menghubungkan kota Purworejo–Kutoarjo sepanjang 12 km, diusulkan ke pusat agar dibangun menjadi dua jalur empat lajur. Tarakhir  disetujui sepanjang satu kilometer. Setelah terhubung, akan dilengkapi lampu mercuri. Pada tahun 2012 ini, rencananta jalan ring road utara dan selatan akan diperbaiki dengan rejig, yaitu dicor dahulu kemudian baru diaspal.

Untuk memperindah kota, alun-alun akan ditata dan ditanami tanaman bunga, sehingga seperti taman bunga. Gedung eks Bioskop Bagelen  akan dibangun menjadi gedung pusat kesenian. Sudah dianggarkan melalui APBD sebesar Rp 48 milyar. Pada saatnya nanti, pentas kesenian yang selama ini digelar di Taman Bermain Anak-anak (TBA), dipindahkan di gedung tersebut. Penampilan aneka ragam kesenian daerah dilaksanakan secara bergiliran, hanya dalam tempo tertetu menampilkan kesenian atau artis nasional. Hal itu agar kesenian daerah bisa tubuh dan berkembang sebagai budaya asli bangsa Indonesia. Agar masyarakat Purworejo di era globalisasi ini, bisa berwawasan global namun tidak kehilangan jati dirinya.

Dengan demikian diharapkan kedepan Kabupaten Purworejo akan hingar-bingar. Pembangunan terlaksana di berbagai wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehinga image sebagai kota pensiunan, akan berubah menjadi kota pensiun yang menggeliat.

 

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....