Seputar Aneka Ragam

Purworejo Raih Anugerah Parahita Ekapraya

 

Dalam pernyataannya Bupati Drs H Mahsun Zain MAg merasa bangga atas penghargaan yang diraih Purworejo. Artinya penghargaan ini atas kerja keras dan dukungan semua pihak dan masyarakat, sehingga di Kabupaten Purworejo pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bisa berjalan dengan baik. “Tentu penghargaan ini harus terus dipertahankan, syukur bisa ditingkatkan lagi,” tutur Bupati, ketika membuka  program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur jajaran BKBPM, di pendopo kabupaten, beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPM) Kabupaten Purworejo Sumharjono SSos MM menjelaskan penghargaan tersebut ada tiga tahapan yang meliputi terbaik pertama disebut penghargaan tingkat utama, terbaik kedua tingkat madya, dan yang ketiga disebut tingkat pratama. Sedang untuk Purworejo langsung meraih tingkat madya.

Penghargaan itu sebagai bentuk penghargaan atas komitmen Bupati terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A). Komitmen pelaksanaan P3A diantaranya mewujudkan kesetaraan gender disegala bidang pembanguan, pemberdayaan kualitas hidup perempuan, penyediaan fasilitas tumbuh kembang anak untuk kabupaten layak anak, serta perlindungan dan pendampingan perempuan dan anak dari tindak kekerasan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa P3A di Kabupaten Purworejo, mendapat dukungan dari pemkab, DPRD sampai masyarakat, dari mulai kelembagaan, regulasi, anggaran, vocal poin Pengarusutamaan gender (PUG), dan kegiatan inovasi. Purworejo juga memiliki inovasi yang tidak dimiliki kabupaten lain.

Seperti contohnya di Kecamatan Bayan sebagai embrio pengarusutamaan gender. Di Kecamatan Bayan, semua kepala desa dan perangkat beserta istri-istrinya diberi pendidikan dan pelatihan PUG, dengan tujuan untuk diimplementasikan dalam pelaksanakan tugas, dalam keluarga, dan dalam masyarakat. “Kecamatan Bayan sudah melaksanakan kegiatan Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB), yang telah mendapatkan juara II tingkat Provinsi Jateng,” tandas Sumharjono yang didampingi Kabid P3A Kenik Mujianingsih SH.

Kenik menambahkan proses penilaian diawali dengan pengisian questioner yang langsung ditujukan ke Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penjelasan di quesioner sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Purworejo. Termasuk mencantumkan adanya Tim P2TP2A, traficking, tim penanganan kekerasan, dan lainnya. Disamping questioner juga dilanjutkan dengan dialog secara langsung di Provinsi Jateng yang mengikutsertakan KBPM, DPRD, Polres, Tim P2TP2A, Kemenag, dan dinas instansi terkait.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....