Seputar Aneka Ragam

Kerusakan Lahan Pertanian Purworejo Akibat Rusaknya Ekosistem

Pengakuan itu disampaikan Bupati Purworejo H Mahsun Zain MAg, didepan para petani dan ketua kelompok tani, pada acara pembinaan petani tentang pertanian organik, Senin (14/4), di ruang pertemuan Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP). Hadir pada kegiatan tersebut Erlinda, pimpinan perushaan ”Graha Sirtu” Kabupaten Blitar, yang memproduksi pupuk organik cair dan suplemen organik cair.

 

Untuk mengatasi kerusakan tesebut, Bupati mengaku telah melakukan program penghijauan. Penanaman tanaman di berbagai lokasi melalui berbagai program kegiatan, seperti penanaman sejuta pohon. Di tepi jalan ditanami pohon jati, dengan pertimbangan pohon jati jarang tumbang karena akar lebih kuat.

Di sisi lain, penyebab kerusakan lain disebabkan penggunaan bahan kimia yang berlebihan oleh petani. “Untuk itu saya minta kepada petani, agar kembali menggunakan pupuk organik,” harapnya.

Lebih jauh ia mengemukakan bahwa setiap pimpinan daerah harus mengajukan visi-misi saat akan mencalonkan diri. “Visi isi saya adalah mensejahterakan masyarakat Purwprejo melalui agribisnis,” tandasnya.

Kendati ada yang tidak setuju dengan visi misi tersebut, namun dirinya tetap mempertahankan dengan berbagai pertimbangan. Antara lain, sebagian besar masyarakat Purworejo berprofesi sebagai petani. Kedua, tanah purworejo paling cocok untuk pertanian. Ketiga, dalam menghadapi pasar bebas asia (AFTA) produk pertanian dianggap paling tidak siap.

Dalam melakukan pembangunan di bidang pertanian, sambungnya, berbagai persoalan menghadang. Antara lain, lahan pertanian semakin sempit akibat alih fungsi. Padahal ada tiga kekhawatiran dunia, yaitu kekhawatiran akan kekurangan bahan pangan, air dan gas atau energi.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, upaya yang dilakukan antara lain melalui penganekaragaman bahan pangan. Masyarakat diminta hendaknya tidak hanya makan nasi beras saja, tetapi bisa makan dari bahan lain seperti ubi-ubian dan jagung.

Berdasarkan penilaiannya, upaya tersebut sulit dikembangkan, khususnya di Purworejo. Sehingga alternatif lain yang dilakukan, dengan modernisasi di bidang pertanian. Berbagai upaya telah dilakukan seperti program sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) dan system  of rice intenficatian (SRI). Disisi lain, ia minta agar petani selalu memiliki sikap profesional.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....